Asyiknya Rekreasi Sambil Belajar Arkeologi di Taman Purbakala Sumpang Bita

Sumpang Bita merupakan situs cagar budaya nasional, pengunjung harus mengantongi surat pengantar jika ingin masuk ke dalam area yang memiliki artefak dan lukisan peninggalan purbakala.

Taman Purbakala Sumpang Bita via instagram.com @indozonetravel
0 160

Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau dikenal dengan Pangkep berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Makassar. Tempat ini mempunyai banyak tempat wisata menarik, salah satunya Taman Purbakala Sumpang Bita.

Situs purbakala di perbukitan karst ini merekam jejak sejarah peradaban manusia sejak zaman prasejarah. Ribuan tahun lalu, gua-gua di bukit karst Pangkep menjadi tempat tinggal bagi manusia dibuktikan dengan adanya artefak dan jejak lukisan pada dinding gua.

Leang Sumpang Bita dan Bulu Sumi

Taman prasejarah ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung dan terbagi ke dalam kawasan dataran dan gunung kapur. Di kompleks situs seluas 2 hektare yang berada di Kelurahan Balocci Baru, Kecamatan Balocci, Pangkep ini terdapat dua buah gua yaitu Leang Bulu Sumi dan Leang Sumpang Bita. Keduanya berada di gugusan Bukit Bulu Bita.

Pelestarian kedua gua ini dilakukan sejak tahun 1982. Di tahap pertama, dilakukan pendataan terhadap temuan arkeologis berupa lukisan dan artefak purbakala. Setelah itu, dilakukan ekskavasi pada tahun 1984, lalu dilanjutkan kegiatan studi konservasi mulai tahun 1985-1986.

Baca Rekomendasi :   Asyiknya Camping di Padang Rumput Lappa Laona Barru

Gua Sumpang Bita merupakan gua yang terbesar di Sulawesi Selatan dengan kubah tinggi dan melandai ke dalam. Akses menuju gua sudah dilengkapi tangga selebar satu meter dari bawah bukit sampai pintu gua. Berada pada ketinggian 280 mdpl, suasana gua ini cukup nyaman. Gua terbagi menjadi tiga ruangan dan memiliki permukaan lantai datar dengan lebar sekitar 15 meter.

Daya tarik pada gua ini ialah lukisan berusia jutaan tahun pada dindingnya. Lukisan yang terdapat pada dinding gua tersebut antara lain cap tangan berbagai ukuran, cap kaki anak-anak, perahu, dan babi rusa. Semua lukisan berwarna merah dan sebagian besar ada pada sisi kiri dinding gua. Sementara itu artefak seperti alat serpih, tulang, dan fragmen gerabah tersebar di permukaan lantai gua.

Baca Rekomendasi :   Pantai Lemo Lemo, Pantai Unik yang Cantik di Bulukumba

Sebelum ke Gua Sumpang Bita, kamu dapat singgah dulu di Gua Bulu Sumi yang letaknya lebih rendah. Mulut gua ini menghadap ke barat laut, berukuran tinggi 4 meter, lebar sekitar 9 meter, dan kedalaman sekitar 10 meter. Gua bertipe kekar lembaran berbentuk horizontal ini memiliki permukaan lantai datar pada bagian depan dengan struktur tanah halus. Seperti Sumpang Bita, di sini juga terdapat lukisan dinding, artefak batu, fragmen gerabah, dan cangkang hewan.

Untuk mencapai gua, kamu harus menaiki tangga yang cukup tinggi. Tidak diketahui berapa jumlah anak tangganya, tetapi karena saking banyaknya, disebut seribu anak tangga oleh warga setempat. Maka dari itu, kamu perlu menyiapkan tenaga ekstra agar dapat sampai di gua.

Aktivitas Menarik di Sumpang Bita

Dikarenakan kawasan ini telah menjadi situs cagar budaya nasional, pengunjung harus mengantongi surat pengantar jika ingin masuk ke dalam area yang memiliki artefak dan lukisan peninggalan purbakala.

Baca Rekomendasi :   Pulau Lae Lae, Destinasi Wisata Bahari yang Cuma Sejengkal dari Makassar

Sementara untuk pengunjung umum, bisa jalan-jalan menikmati kesejukan area taman, berenang di kolam, berfoto-foto di sekitar taman dengan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000. Di sini juga terdapat gazebo yang bisa kamu gunakan untuk bersantai dan makan bersama.

Selain menjadi tujuan wisata pendidikan dan sejarah, Sumpang Bita kerap dijadikan sebagai tempat kegiatan oleh komunitas dan lembaga. Di tempat ini terdapat dua buah rumah panggung yang bisa digunakan jika kegiatan dilakukan sampai malam hari atau menginap.

Sebelum mengadakan kegiatan di Taman Purbakala Sumpang Bita, panitia wajib mengurus perizinan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan atau BPCB Sulsel di Benteng Fort Rotterdam, Makassar. Kemudian membayar biaya administrasi mulai dari Rp300.000 untuk mendapatkan izin menggunakan kompleks tersebut dan fasilitas di dalamnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page