Pesona Negeri Atas Awan Pango Pango Tana Toraja Ini Bakal Bikin Kamu Betah

Saat ini, Pango Pango menjadi tempat wisata petualangan, wisata keluarga, sekaligus wisata edukasi dalam satu tempat

Pango Pango Tana Toraja
0 252

Pango Pango merupakan nama sebuah dataran tinggi di Tana Toraja. Berada di ketinggian 1.700 mdpl tempat ini didominasi oleh hutan pinus dengan jalan berliku dan menanjak cukup curang. Pada zaman perang, bukit ini digunakan oleh tentara Jepang untuk mengintai musuh karena posisinya yang tinggi. Saat ini, Pango Pango menjadi tempat wisata petualangan, wisata keluarga, sekaligus wisata edukasi dalam satu tempat.

Mencicipi Kopi Toraja Asli di Agrowisata Pango Pango

Di puncak bukit, kamu akan melihat indahnya Makale yang kota kabupaten Tana Toraja berselimut awan ketika pagi. Ditambah dengan sinar matahari dari balik gunung, keindahannya pasti takkan terlupakan. Jika ingin menikmati indahnya gumpalan awan tersebut, datanglah antara pukul 05.00 hingga pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Selain pagi, waktu yang paling tepat untuk ke sana ialah ketika sore hari. Kemudian teruskan menginap dengan memasang tenda di sini. Di samping menawarkan keindahan alam perbukitan, Pango Pango juga memiliki daya tarik berupa agrowisata yang dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung. Harga tiket masuknya pun cukup murah yaitu Rp10.000 saja per orang.

Baca Rekomendasi :   5 Air Terjun di Gowa Ini Sangat Indah dan Belum Ramai Pengunjung

Tanaman yang ada di Agrowisata Pango Pango meliputi kopi, sayuran, jagung, cokelat, dan enau. Wisatawan juga boleh membawa pulang hasil panen segar dari kebun dengan membayar sesuai ketentuan.

Bagi pecinta kopi, jangan lewatkan kunjungan ke kebun kopi Toraja. Di tempat ini kamu dapat mempelajari proses pembibitan, penanaman, pemetikan, hingga pengolahan kopi secara tradisional sampai dapat dinikmati. Kemudian kamu bisa mencicipi secangkir kopi Toraja asli sambil mengagumi ciptaan Tuhan di sana.

Di beberapa titik agrowisata disediakan gazebo dan tempat duduk yang dapat digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan dari atas. Ada juga rumah kurcaci berukuran 2×3 meter dan tinggi 1,5 meter yang dapat dimasuki 4 orang dewasa. Ketujuh unit rumah tersebut dapat digunakan untuk menginap karena di dalamnya tersedia tempat tidur dan ada kamar mandi di sampingnya.

Baca Rekomendasi :   Asyiknya Rekreasi Sambil Belajar Arkeologi di Taman Purbakala Sumpang Bita

Tempat wisata ini selalu dibuka selama 24 jam sepanjang tahun. Namun, waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke sini ialah ketika musim kemarau. Pasalnya, ketika musim hujan akses menuju puncak bukit cukup sulit dan licin.

Mencoba Wahana Outbound di Atas Awan

Selain berjalan-jalan di kawasan agrowisata dan menikmati indahnya pemandangan, kamu juga bisa bermain outbound di sini. Wahana outbound ini telah dibuka sejak tanggal 10 Maret 2017 lalu. Di sini terdapat dua lintasan flying fox di mana yang pertama menjadi lintasan utama dan lainnya sebagai cadangan.

Lintasan flying fox dengan panjang tali 120-150 meter ini dapat digunakan untuk meluncur dalam waktu 20 detik. Untuk sekali meluncur, cukup membayar Rp15.000 saja. Selain itu, ada pula ayunan yang dikaitkan di pohon pinus yang tinggi, pastinya bisa membuat jantung berdebar ketika berayun di ketinggian. Pengelola wisata membuka fasilitas ini setiap hari Selasa – Minggu.

Baca Rekomendasi :   Rumah Kurcaci D’Sawah, Tempat Wisata Baru di Malino yang Bikin Nyaman

Cara Menuju ke Pango Pango

Secara adimistratif, Pango Pango berada masuk ke dalam kawasan Kelurahan Pasang, Kecamatan Makale Selatan. Jaraknya cukup jauh dari Makassar, dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 8 jam dengan berkendara.

Sementara dari Makale dapat dijangkau dalam waktu 30-40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Di atas bukit terdapat tempat parkir. Akan tetapi, jalan ke atas cukup terjal dan banyak tikungan-tikungan tajam serta sempit. Jadi, disarankan jika ke sini sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua karena luas badan jalan hanya cukup untuk dilalui sebuah mobil.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page