Jangan Khawatirkan Jodoh Karena Sudah Allah Atur Kapan Datangnya

  • Bagikan
Jangan Khawatirkan Jodoh
Jangan Khawatirkan Jodoh via instagram.com @popyauliaa

Jangan sedikit-sedikit selalu mengeluh dengan yang namanya jodoh, Karena kamu akan berjodoh bila sudah sampai waktunya, kamu akan berdua dengan dia yang sudah Allah tetapkan dalam takdirmu jika sudah benar-benar butuh dengan yang namanya jodoh.

Maka, sederhana saja memikirkan perihal jodoh, bila saat ini kamu belum juga bertemu dengan jodoh yang kamu harapkan, bila rencana-rencanamu masih selalu gagal, bersabarlah karena artinya kamu memang belum benar-benar membutuhkannya menurut Allah.

Tentang Umurmu yang Semakin Senja? Sabar, Ada Waktunya Masing-Masing Kok

Dan tentang umurmu yang semakin senja harusnya bukan masalah untukmu, karena bahasa telat menikah itu sebenarnya hanyalah patokan manusia semata, bukan hukum Allah. Sebab, Allah akan mempertemukanmu dengan jodoh disaat kamu telah benar-benar siap untuk bersatu, kapan? Saat kamu benar-benar telah butuh, bukan hanya sekedar ingin.

Jangan menghawatirkan umurmu yang sudah menua, karena bila sudah waktunya berjodoh kelak akan datang orang yang tepat. Karena sebenarnya tak ada istilah telat menikah, sebab Tuhan telah mengatur jodoh dengan sangat adil.

Baca Rekomendasi :   5 Tanda Bahwa Kamu Sudah Dewasa, Salah Satunya Bisa Mengontrol Emosi

Sibukkan Diri Saja Mendekati Allah, Agar Tak Selalu Khawatir

Oleh karena itu, pasrahlah kepada Allah, tidak usah terlalu sibuk memikirkan perkataan manusia, sibukkan saja berbaik sangka kepada Allah, agar seperti apapun perkataan manusia tidak membuatmu khawatir.

Karena daripada kamu sibuk mikirin datangnya jodoh, mending kamu sibukkan dirimu mendekati Allah, agar nanti yang datang adalah yang juga dekat dengan Allah. Iya pada intinya, ketika kamu baik maka jodohmu juga orang baik. Jadi jangan panik mikirin jodoh, Allah maha tahu siapa yang pantas untukmu.

Allah Akan Datangkan Jodohmu Disaat Kamu Membutuhkannya Bukan Saat Menginginkannya.

Intinya jodoh itu Allah datangkan disaat kamu telah membutuhkannya, bukan disaat kamu gelisah karena telah berumur tua, bukan karena kamu sudah merasa semuanya sudah benar-benar momentnya. Sebab, walau kamu telah mencarinya kemana-mana, bila Allah bilang “Tunggu” tentu kamu tidak akan bertemu dengannya, seorang jodoh yang memang telah lama kamu nanti.

Baca Rekomendasi :   Ini Fakta dan Buktinya Bahwa Kamu Belum Siap Menikah, Gimana Dong?

Karena ketika kamu sangat menginginkan jodoh, sebenarnya belum tentu kamu sudah siap. Sehingga Allah belum mendekatkannya denganmu. Bersabarlah dan terus memantaskan diri, karena kelak jika kamu sudah siap dan membutuhkannya, Allah pasti datangkan orangnya. jadi percayalah, dimanapun jodohmu, percayalah dia akan menghampirimu.

Telat Nikah? Tidak Ada Ceritanya Telat Menikah, Allah Sudah Atur Dengan Sangat Baik

Sebenarnya, tidak ada ceritanya seseorang itu telah menikah, karena Allah akan mempertemukan bila keduanya sudah sama-sama membutuhkannya. Jadi, disaat orang lain mempertanyakan kesendirianmu, terlebih bila ia mengaitkannya dengan umurmu yang sudah tidak ABG lagi, harusnya kamu tidak usah terlalu pusing memikirkannya.

Cukup kau yakinkan saja hatimu untuk selalu mempercayai ketetapan Allah, karena bila memang sudah waktunya kamu berjodoh (menikah), tentu bagaimana dan seperti apapun caranya maka pasti kamu akan bertemu dan bersatu.

Baca Rekomendasi :   Jatuh Cintalah Setiap Waktu, Biarlah Waktu Mengabadikan Kita Dalam Asin dan Asamnya Hidup yang Telah Menyatu

Menikah Itu Butuh Kesiapan Lahir dan Batin, Jadi Nggak Usah Terlalu Ribet

Kamu harus sadar bahwa menikah itu adalah suatu ibadah, dan yang namanya ibadah tentu butuh yang namanya kesiapan lahir dan batin. Apalagi menikah itu juga disebut ibadah seumur, lantas kesabaranmu sangat dipertaruhkan.

Jadi, nggak ada yang namanya telat menikah atau nikah terlalu cepat, maka pastikan kamu tidak terlalu sibuk dengan apa kata manusia, sebab Allah pasti telah tahu kapan waktu yang baik untukmu bertemu dengan jodoh.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page