Pernikahan Itu Ibarat Game, Kamu Harus Berjuang Untuk Mendapatkan Poin Indah

Kamu Harus Tahu, Bahwa Menikah Itu Bukan Hanya Sekedar Aku Cinta Kamu dan Kamu Cinta Aku

Setelah menikah
0 357

Pernah mendengar orang berkata “menikahlah agar kamu bisa tenang menjalani hidup, biar kamu lebih bahagia”. Iya, bagi sebagian orang memang sudah terbukti nyata kata-kata demikian, tapi yang lainnya lagi dia begitu menyesali karena terjebak oleh kata-kata yang demikian.

Karena faktanya setelah menikah hidupnya tidak tenang, ada saja masalah yang datang, ada saja pertengkaran yang hadir, dan ada saja keadaan yang tidka menyenangkan. Dia tidak tahu bahwa pernikahan, membangun rumah tangga itu seperti bermain game, kita harus mampu mengendalikan peran kita sebaik mungkin agar bisa selalu mendapatkan poin indah.

Dan ada juga yang begini, sudah berjuang bertahun-tahun, sudah melewati fase-fase sulit, hingga akhirnya sampai dititik kamu memutuskan “ayo kita menikah”, sungguh membahagiakan bukan? Iya, sangat membahagiakan, tapi satu hal yang harus kamu ingat, bahwa perjuanganmu tidak berkahir karena kamu sudah dititik akan menikah. Karena perjuangan yang sesungguhnya ada dititik dimana kamu telah memulai hidup bersama dengannya, banyak hal yang harus siap kamu hadapi.

Baca Rekomendasi :   Pernikahan Bukan Mainan, Menikah Jangan Hanya Karena Sekedar Cinta

Jadi Apakah Sudah Siap Dengan Segala Konskwensi Setelah Menikah?

Oleh sebab itu, sudah siapkah kamu dengan segala konskwensi setelah menikah nanti? sudah membayangkan bagaimana kehidupanmu setelah menikah? Sebab bagaimanapun keadaannya, kamu harus sudah punya pandangan jauh kedepan. Untuk apa? untuk kamu bisa menerka-nerka langkah apa yang harus kamu siapkan demi terjalinnya sebuah kasih sayang untuh sampai jannah-Nya.

Kamu Harus Tahu, Bahwa Menikah Itu Bukan Hanya Sekedar Aku Cinta Kamu dan Kamu Cinta Aku

Sungguh menikah itu bukan sesuatu yang mudah seperti halnya orang berkata “menikah saja”, banyak hal yang harus benar-benar kamu siapkan agar pernikahanmu sejalan dengan apa yang sudah Allah anjurkan. Kamu pun harus tahu, bahwa menikah itu bukan hanya sekedar aku cinta kamu dan kamu cinta aku, tapi lebih kepada aku menerimamu dan kamu pun harus menerimaku.

Baca Rekomendasi :   Pernikahan Bukan Sekadar Janji Hitam Diatas Putih, Bukan Pula Sekedar Urusan Cinta Kedua Mempelai

Karena jika hanya dasar cinta yang dijadikan sebagai asas utama pernikahan, kelak setelah ada cinta yang baru pasti akan meninggalkan cinta yang lama. Dengan dalih sudah tak ada cinta lagi. Ingat, mneikah bukan solusi untuk menyelesaikan masalah. Karena dalam pernikahan juga kelak akan ada berbagai masalah yang harus di hadapi bersama.

Sungguh Banyak Hal yang Akan Kamu Temui Selain Cinta, Maka Pastikan Kamu Benar-Benar Siap

Bagaimana kata menerima? artinya kamu sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi nanti, kamu harus berjuang untuk tetap bertahan. Apalagi ada banyak hal yang akan kamu temui selain cinta nanti, maka kesiapanmu dari jauh sebelum mantap menikah harus selalu kamu perhitungkan.

Baca Rekomendasi :   Pernikahan yang Kamu Janjikan, Nyatanya Tak Lebih Dari Sekedar Bualan

Ada Hal Baru yang Nantinya Akan Selalu Menguji Kesabaranmu Saat Bersama, Maka Siapkan Batinmu

Karena ada hal-hal baru yang nantinya akan selalu menguji kesabaranmu saat bersama, ada hal-hal unik yang akan membuatmu tercengang dari pasanganmu, maka siapkan batinmu. Ada hal yang sebelumnya baik-baik saja saat sebelum kamu bersama, maka setelah kamu dengannya ada hal yang tiba-tiba nanti “kok gitu sih?” begitulah bahasanya, sebab itulah mengapa kamu harus mampu mengkondisikan keadaan.

Jangan Lupa, Untuk Selalu Libatkan Allah Dalam Menjalani Pernikahan Kelak, Karena Disitu Kunci Besarnya

Serta jangan pernah lupa untuk selalu melibatkan Allah dalam menjalani pernikahanmu kelak, jangan pernah lupa untuk berteman dengan Allah dalam setiap saatnya. Tahu kenapa? sebab disitulah kunci besarnya agar kamu tetap baik-baik saja bersama pasangan dalam kondisi apapun dalam menjalani bahtera rumah tanggamu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page