Jangan Malu Terlahir Dari Keluarga Miskin, Tapi Malulah Sudah Dewasa Tapi Masih Nyusahin

Nggak Usah Malu Terlahir Dari Orang Tua Miskin, Tapi Malulah Kalau Sudah Besar Tapi Masih Nyusahin Orang Tua

berbakti kepada orang tua
1 637

Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga yang kita mau, karena memang itu adalah takdir. Jika kamu terlahir dari kedua orang tua yang kaya raya, kamu sudah sangat bersyukur karena semua kebutuhanmu akan terpenuhi dengan mudah. Namun, bagaimana jika kamu terlahir dari keluarga yang miskin?

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja harus bekerja keras siang dan malam. Yang kerjanya hanya serabutan dan sementereng demi memenuhi kebutuhan primer. Jika kamu ingin mendapatkan barang-barang baru saja, kamu harus rela menabung bertahun-tahun atau bahkan bekerja membantu orang tua untuk semua yang kamu inginkan.

Orang Tuamu Memang Keadaannya Tidak Begitu Baik Dari Segi Ekonomi, Bukan Berarti Orang Tuamu dan Kamu Tak Layak Hidup Bahagia.

Ketika orang lain menanyakan pekerjaan orang tuamu, kadang kamu merasa malu untuk menjawabnya. Apalagi dengan gayamu yang selangit, sehingga kamu takut apa yang akan dikatakan orang lain nanti. Hidupmu yang penuh gaya dibalik kesusahan orang tuamu itu seharusnya membuat malu dan menangis. Bagaiamana bisa kamu hidup seperti itu jika semuanya masih di hidupin orang tuamu.

Baca Rekomendasi :   Jangan Menyerah, Terus Berjuang Menggapai Impian Sampai Allah Mengabulkan

Hiduplah sesuai dengan keadaan ekonomi yang ada. Tak perlu mengikuti gaya hidup yang tidak sesuia standarmu karena hanya akan membuatmu semakin sulit dan kemungkinan menambah hutang. Seharusnya kamu juga membantu orang tuamu dengan menjadi orang yang lebih baik daripada mereka. Memang orang tuamu tidak mempunyai pekerjaan yang tetap bukan berarti mereka tak punya rezeki. Karena tak semua orang punya gaji tapi setiap orang punya rezeki.

Bungkam Hinaan Mereka Dengan Perubahan Lebih Baikmu, Agar Orang Tuamu Juga Bangga Denganmu.

Jika teman-temanmu dan bahkan saudara menganggap rendah kelaurgamu, kamu tak perlu membenci mereka. Jadikan hinaan dan cacian sebagai penguatmu untuk bekerja lebih keras dan membuktikan bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih sukses dari orang tuamu. Jangan hanya karena orang tuamu termasuk orang yang tak mampu, memabuatmu semakin terpuruk dan malas-malsan dengan meyakini. Bagaimana bisa hidup kami berubah, mungkin ini takdir.

Baca Rekomendasi :   Sebanyak Apapun Rezekinya, Bila Tak Mensyukurinya Pasti Akan Kurang

Kamu seharusnya membungkam semua hinaan yang pernah kamu terima dan keluargamu untuk perubahan yang jauh lebih baik. Jangan sampai kamu harus menerima penghinaan selamanya, buktikan kepada orang tuamu bahwa kamu bisa menjadi sukses dan hidup lebih mapan dan membuat orang tuamu bangga. Teruslah berdoa, Ya Allah, semoga orang tuaku bisa melihat hari kesuksesanku kelak.

Tidak Usah Merasa Rendah Diri Hanya Karena Kamu Terlahir Dari Orang Tua yang Biasa Saja, yang Penting Kamu Berbakti Kepadanya.

Jadi seperti apapun orang lain memandangmu, menghinamu, tidak usah merasa rendah diri hanya karena kamu terlahir dari orang tua yang biasa saja, yang penting kamu telah berbakti kepadanya, tidak menyakiti hatinya, dan tidak menyusahkannya.

Baca Rekomendasi :   Benarkah Curhat Pada Teman Kadang Bikin Masalah Tambah Besar?

Kamu jangan sampai mempunyai rasa rendah diri yang semakin menjadi bila kamu terlahir dari orang tua yang biasa saja atau bahkan tergolong orang yang tidak mampu. Jangan sampai kamu membentak-bentak mereka dan menyuruh mereka untuk memenuhi gaya hidupmu yang tinggi itu. Apalagi sampai membuat mereka menangis dan meminjam-minjam uang ke orang lain, itu semua demi kehidupanmu yang tak sesuai dengan keadaan ekonomi.

Jika memang kamu ingin menikmati hidup yang layak dan bisa dipandang orang lain. Kamu harus bekerja lebih keras lagi untuk mengubah keadaan ekonomimu. Kamu harus membuktikan bahwa dari keluarga yang biasa-biasa saja juga bisa hidup dengan layak. Yang pasti teruslah berusaha dan berdoa untuk kehidupanmu yang jauh lebih baik lagi.

1 Comment
  1. […] tak tahu dengan hasil perjuangannya suatu saat nanti. Dan kamu yang terlahir dari keluarga miskin. Jangan malu terlahir dari kelaurga miskin tapi malulah sudah dewasa masih […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page