Untukmu yang Kini Menjadi Istri Orang, yang Memilih Berpisah Denganku Tanpa Kata Putus

Pacaran Bertahun-Tahun, Nyatanya Tak Bisa Menjadikan Kita Sebagai Pasangan Suami Istri. Kita Memang Hanya Bisa Berusaha, Toh Masalah Jodoh Tetap Tuhan yang Mengatur.

Istri orang lain via pinterest.com
0 29

Teruntuk kamu yang pernah menjadi bagian hidupku bertahun-tahun. Berat rasanya aku ingin menceritakan semua ini, tapi mau bagaimana lagi. Kadang curhat menjadi solusi terbaik ketika dunia sedang tidak berpihak bukan?

Bukan untuk mengingat kisah bahagia yang pernah kita lewati selama kurang lebih tujuh tahun. Melalui ribuan kilometer jarak yang pernah kita lalui bersama dengan sabar dan modal percaya. Pada akhirnya pertemuan terakhir kita di stasiun Semarang menjadi terakhir kalinya, sebelum kamu memilih menikah dengan dia orang yang kamu jadikan kekasih dibelakangku tanpa aku tahu sama sekali.

Pacaran Bertahun-Tahun, Nyatanya Tak Bisa Menjadikan Kita Sebagai Pasangan Suami Istri. Kita Memang Hanya Bisa Berusaha, Toh Masalah Jodoh Tetap Tuhan yang Mengatur.

Sinopsis Love Beyond Frontier
Pacatan bertahun-tahun

Hay sayang, (eh mantan). Masih ingatkah kamu bagaimana kita melalui hubungan asmara ini. Dari kita yang masih berstatus Mahasiswa, dimana tugas kuliah sudah menjadi bagian hidup yang tak pernah dipisahkan. Semuanya kita lalui dengan harapan suatu saat mendapatkan pekerjaan yang layak. Klise memang, tapi kenyataannya tanpa pekerjaan yang layak bagaimana bisa kita bahagia dengan segala tuntutan kebutuhan hidup yang semakin banyak.

Baca Rekomendasi :   Cintai Diri Sendiri Terlebih Dahulu Sebelum Berani Mencintai Orang Lain

Katanya memang cinta bisa menentramkan segalanya. Tapi aku percaya, sebesar apapun cinta itu, jika suatu saat keadaan ekonomi selalu mencekik, pasti masalah demi masalah akan selalu ada dan bisa jadi karenanya juga akan terjadi perpisahan yang tak diinginkan.

Namun sayangnya, Semua Rencana yang Telah Kita Bicarakan Dengan Apik. Kandas Begitu Saja, Ketika Rasa Sayang dan Setiamu Mulai Luntur.

Istri orang lain
Kamu mendua bersama dia yang menajdi pendamping hidupmu

Dibentangi ribuan kilometer, awalnya semua berjalan dengan lancar. Tak ada rasa kecurigaan sama sekali tentang dirimu yang akan mendua dengan diam-diam. Semuanya bisa kamu lakukan dengan apik bak artis sinetron. Aku tak pernah mengira jika kamu bisa melakukan semua ini tanpa ada rasa bersalah dan dosa sama sekali.

Baca Rekomendasi :   Menikah Bukan Hanya Menyatukan Aku dan Kamu Tapi Tentang Keluarga Kita Juga

Bukannya aku menyesali perbuatanmu, hanya saja apa salahnya mengungkapkannya jika memang kamu sudah tak ingin bersama lagi. Setidaknya tak ada hati yang tersakiti separah ini? Perkara Move-on memang bukan hal yang sulit, untuk menghilangkan perasaan ini yang sudah terlanjur cinta begitu dalam untukmu memang tak semudah menghapus fhoto-fhoto kebersamaan denganmu. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, semua akan baik-baik saja.

Nyatanya, Di Hari Pernikahanmu Pun Kita Masih Berstatus Pasangan Kekasih. Selamat ya, Kamu Bisa Bersandiwara Seapik Ini.

Pernikahan
Pernikahan

Bagaimana perasaanmu jika kamu yang ada di posisiku? Kamu memang tak pernah memikirkan semuanya. Yang penting bagimu adalah bahagia dengan cara apapun, sedangkan aku harus menata hati yang sudah terlanjur sakit. Namun, menyesali semuanya bukanlah hal yang tepat karena memang hidup harus tetap berjalan tanpamu.

Setelah kamu memilih bahagiamu dengan cara yang berbeda dariku. Aku hanya bisa diam-diam mengucapkan selamat atas pernikahanmu dan rasa ingin tahuku tentang kepada siapa hatimu kau labuhkan justru menggebu. Apakah dia benar-benar jauh lebih baik dariku, lebih mapan dariku atau hanya memang sudah ada benih cinta lain yang terlanjur kalian tanam.

Baca Rekomendasi :   Untuk Apa Mempertahankan Ia yang Telah Membuat Hidupmu Berantakan!

Pada Akhirnya, Memasrahkan Semuanya Kepada Allah Adalah Jalan Terbaik. Bukankah Semua Ujian Ini Proses Pendewasaan Diri?

Berdoa kepada Allah
Berdoa kepada Allah

Pada akhirnya aku sadar, bahwa sekuat apapun kita mencoba untuk menjaga orang yang di sayang. Bila pada akhirnya, Allah tak menakdirkan untuk bersama, semua akan berakhir begitu saja. Mungkin banyak yang harus kubahagiakan terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapatkan yang terbaik untuk hidupku.

Yang aku yakini, bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Jika memang bukan kamu yang menjadi pasanganku, kelak akan ada dia tulang rusukku yang sedang menunggu untuk dipertemukan. Hanya masalah waktu saja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page