Rasa Sakit Akan Menyadarkanmu Bahwa Bahagia Ada Di Tanganmu Sendiri

Rasa Sakit Dari Orang Terdekat Akan Mengajarimu Soal Ikhlas, Sabar, Maaf, Rela dan Tulus Yang Sebenarnya

Bahagia ada ditanganmu sendiri via pintrest.com
1 71

Sakit dan kecewa teramat dalam pasti kita rasakan, saat ternyata yang justru menyakiti, tak peduli dan meninggalkan luka adalah orang orang yang paling dekat atau terpecaya dalam hidup kita. Mereka justru orang orang yang berusaha kita bahagiakan, perjuangkan dan pertahankan sebaik mungkin dalam hidup. Tapi, malah menusuk dari belakang.

Ditambah lagi, jika rasa sakit itu hadir tanpa kejelasan yang jelas. Alasan kenapa mereka tega menyakiti, padahal kamu sudah berusaha untuk memperjuangkan mereka. Namun bersyukurlah, jangan pernah mengeluh pada kekurangan maupun rasa sakit.

Rasa Sakit Dari Orang Terdekat, Menyadarkanmu Bahwa Berharap Pada Manusia Pasti Kecewa

Kita selalu diingatkan untuk mencintai dan memperjuangkan seseorang sewajarnya saja. Alasannya sederhana, karena jika kita terlalu berharap padanya, maka saat harapan itu tak jadi nyata. Maka kekecewaan yang akan kita rasakan akan terasa amat dalam.

Baca Rekomendasi :   Tiga Bukti dan Fakta, Bahwa Dia Benar-Benar Tulus Mencintaimu

Kita memang tetap bisa berharap dan menggantungkan hidup. Namun, tidak ada yang lebih baik selain Tuhan sebagai tempat sandaran dan berserah. Percayalah meski berharap pada manusia pasti berakhir kecewa, Tapi ketika kita tidak berhenti bersandar pada Tuhan semuanya akan lebih baik dan lebih bahagia.

Rasa Sakit Dari Orang Terdekat Akan Mengajarimu Soal Ikhlas, Sabar, Maaf, Rela dan Tulus Yang Sebenarnya

Faktanya kita memang butuh ujian, cobaan dan rasa sakit untuk terus bertahan dan belajar menjadi lebih baik lagi. Lewat rasa sakit itu, lebih lebih dari orang orang terdekat yang selalu kita perjuangkan. Kita akan diajari tentang makna ketulusan.

Kita sadar bahwa ternyata tak selalu apa yang kita berikan atau korbankan, akan dibalas sama. Bisa jadi justru yang kita dapatkan adalah rasa sakit dan kekecewaan. Lewat rasa sakit itu pula, kita belajar soal sabar dan ikhlas. Saat kita berusaha menyembuhkan diri dan kembali bersemangat menjalani kehidupan, maka mau tidak mau kita harus sabar dan ikhlas pada apa yang telah terjadi. 

Merelakan apa yang harus direlakan, melepaskan apa yang pergi dan memaafkan hati maupun mereka yang telah menyakiti, agar kita bisa move on dan membuka lembaran baru.

Baca Rekomendasi :   Jangan Salahkan Wanita Yang Perasa, Karena Lelakinya Sendiri Sering Tak Peka

Rasa Sakit Dari Orang Terdekat Akan Mengingatkanmu Bahwa Bahagiamu Itu Sebenarnya Hadir Dari Dirimu Sendiri, Bukan Tergantung Dari Orang Lain.

Saat kamu menjalin hubungan dengan siapapun di sekitarmu. Pasti, harapanmu adalah kamu bisa bahagia bersama mereka. Membangun hubungan yang ideal dan Samawa hingga menua. Namun, ketika kekecewaan itu hadir, kamu diingatkan bahwa sebenarnya bahagia itu bukan berasal dari orang lain. Tapi kamu harus memperjuangkannya sendiri.

Orang lain tidak lebih dari penyemangat, pembantu hingga penonton yang hanya mendukung, melihat, hingga mengomentari segala usahamu. Sehingga, jangan pernah lagi berpikir bahwa dengan membuat suatu hubungan kamu akan bahagia dan bersyukur. Namun, jadikan hubungan yang kamu ciptakan untuk menambah semangatmu agar bisa lebih bahagia dan mensyukuri hidupmu.

Baca Rekomendasi :   Terimakasih Sudah Menjadikan Aku Sekadar Mengisi Waktu Luangmu
1 Comment
  1. […] Karena sudah mulai terbiasa dengan rasa sakit hati dan kekecewaan yang mendalam akibat termakan janji-janji manis. Membuat kamu semakin selektif memilih orang yang mendekat, atau akhirnya justru nanti sakit hati lagi? Tapi satu hal yang pasti, rasa sakit akan menyadarkan kamu bahwa bahagia ada di tanganmu sendiri. […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page