Jika Ingin Pergi, Pergilah, Karena Kakiku Terlalu Lelah Mengejar Kamu Yang Tak Pasti

Bukannya Aku Tak Ingin Berjuang, Namun Saat Dirimulah Yang Justru Melangkah Pergi, Berikan Aku Alasan Yang Pasti Untuk Tetap Mengejar

Tanda Pasanganmu Tak Ingin Mengakhiri Hubungan
0 49

Bukannya tak ingin berjuang, bukannya tak ingin berusaha mempertahankan. Namun, jika kamu sendirilah yang terus berusaha menghindar, yang seakan ingin pergi dan mengakhiri semua ini, yang memintaku untuk berjuang dan berkorban sendiri. Maka lebih baik pergilah saja. Pergi sejauh mungkin dan jangan pernah memperlihatkan dirimu lagi dihadapanku.

Karena aku juga sudah terlanjur lelah, baik lelah fisik maupun batin dalam segala upayaku bertahan denganmu. Aku juga butuh dibahagiakan dan diperjuangkan. Aku juga butuh dihargai dan diakui dalam hubungan yang kita jalani ini.

Kamu yang memintaku bertahan dengan menjanjikan harapan bahagia, namun justru dirimu sendiri yang melupakan janji itu dan membiarkan aku berjuang sendirian dalam ketidak pastian. Sekalagi lagi kukatakan, jika kau ingin pergi, silahkan. Aku tak lagi ingin menahanmu disini.

Pergi, Pergilah Saja. Jangan Menarik Ulur Hatiku Seperti Layangan. Aku Butuh Kepastian Dan Bukti, Bukan Lagi Janji Manis dan Harapan Yang Sepertinya Tak Akan Jadi Nyata

Baca Rekomendasi :   Teruntuk Kekasih Halalku, Selama Nafas Masih Dibadan. Kukan Setia Bersamamu

Aku bukan anak kecil lagi, yang sekali kamu janjikan, akan langsung percaya, meski aku tahu itu hanya kebohongan semata saja. Aku bukan lagi seseorang yang dulu sempat bucin sama kamu, yang pasti melakukan apapun untukmu. Dan mempercayai semua ucapanmu.

Sekarang, aku sudah mengerti bahkan sudah cukup dewasa untuk memahami, bahwa kamu hanya sedang menarik ulur hatiku semata. Saat aku marah dan ingin menyerah, kamu hadir seolah memberi harapan lagi. Namun, tak kunjung merelealisasikannya semua janji yang pernah kamu ucapkan.

Disitulah aku sadar, bahwa kamu hanya enggan pergi, meskipun sebenarnya kamu tak pernah menganggapku di sisi. Lalu, di sini dan dalam hubungan ini, aku mempertanyakan apa artinya diriku dalam hidupmu. Pada akhirnya aku sadar, maafkan yang pergi dan menyakitimu, kelak Tuhan memberikan yang terbaik.

Pergi, Pergilah Saja. Aku Sudah Cukup Berjuang dan Mempertahankan Dirimu. Kini, Saatnya Aku Diperjuangkan dan Memperjuangkan Seseorang Yang Lebih Pantas Bagiku

Untuk apa lagi memperjuangkan seseorang yang bahkan sudah tak punya rasa dalam hubungan ini. Untuk apalagi mempertahankan seseorang yang sebenarnya ingin pergi dalam hidupku. Aku tidak akan lagi menahanmu, mengemis cintamu atau menangis agar kamu tetap berada di sini.

Baca Rekomendasi :   Bosan Menjomblo? Ini 5 Cara Ampuh Menarik Perhatian Pria

Sudah cukup rasanya aku berjuang dan memberikan cintaku setulus mungkin padamu. Dan aku sadar, aku sama sekali tidak bisa memaksakan hati dan dirimu tetap menjadi milikku. Justru, itu semua akan membuatku semakin sakit dan lupa rasanya untuk bersyukur.

Mungkin, memang bukan kamu seseorang yang pantas untuk aku perjuangkan dan memperjuangkan diriku. Mungkin, hadirmu memang hanya sebagai salah satu ujian juga pelajaran untukku. Maka pergilah, aku pasti akan menemukan seseorang yang lebih baik untukku, yang benar benar Tuhan hadirkan sebagai akhir dari pencarian cintaku.

Pergi, Pergilah Saja, Karena Aku Tidak Butuh Cinta Karena Kasihan Atau Keterpaksaan. Apalagi Hanya Menjadi Pelampiasan

Bisa jadi, aku yang salah karena yang terlalu berharap padamu. Berpikir bahwa rasa yang kupunya, juga sama seperti rasa yang kamu punya untukku. Hingga akhirnya, aku sadar, bahwa hadirmu bukan semata karena benar benar tulus kepadaku.

Baca Rekomendasi :   Kita Berpisah Bukan Karena Tak Cinta, Tapi Jodoh Yang Tak Berpihak Pada Kita

Entah, mungkin kasihan, melihatku telah berkorban banyak untukmu, sehingga kamu enggan pergi, namun juga enggan berjuang kembali. Mungkin, kamu terpaksa bersamaku, karena berpikir aku bisa menjadi tempat pelampiasan untukmu. Menjajali hatiku, sambil menunggu yang terbaik menurutmu hadir, lalu meninggalkanku tanpa alasan yang tak pasti.

Ah, sebelum itu terjadi dan aku semakin terluka. Maka lebih baik aku berhenti berjuang dan berharap padamu. Bagaimanapun, aku bisa merasakan ketulusan seseorang. Aku bisa membedakan cinta yang pantas dan bukan. Dan jujur saja yang kulihat dirimu, serasa seperti pelampiasan semata.

Jadi pergilah saja, aku tidak akan mengejar atau menghalangi langkahmu lagi. Mungkin di luar sana, kamu bisa menemukan kebahagiaan yang nyata untukmu. Dan aku, juga akan mendapatkan seseorang yang benar benar pantas dan terbaik bagiku.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page