Jangan Pacaran Lagi, Setelah Putus Berkali-Kali. Ini 5 Alasannya!

Kamu Pacaran Karena Ingin Membuktikan Kamu Memang yang Terbaik, Jadi Kamu Bisa Balas Dendam

Jangan pacaran setelah putus via instagram.com @javaphotography
0 74

Sejak jaman sekolah menengah atas kamu sudah mulai merasakan jatuh cinta. Dan akhirnya kamu memilih pacaran untuk merayakannya. Katamu pacaran itu bisa membuat bahagia karena saling memberikan pujian dan perhatian. Sehingga hidup terasa indah selama menjalani kasih.

Tapi setelah pacaran berkali-kali karena putus dan ganti pacar lagi. Ternyata semuanya sama saja, berakhir pada saling menyakiti. Mungkin kamu perlu instropeksi diri, apa benar kamu menjalin cinta karena sayang atau pelampiasan semata?

Selain itu, seharusnya kamu lebih baik memperbaiki diri dan menghabiskan waktumu dengan bermanfaat daripada pacaran yang akhirnya menderita lagi. Nah, berikut ini 5 alasan kamu jangan pacaran terlebih dahulu, karena kelak akan berujung pada rasa sakit hati.

1. Kamu Pacaran Karena Ingin Membuktikan Kamu Memang yang Terbaik, Jadi Kamu Bisa Balas Dendam.

Karena perasaan kamu yang sudah terlanjur di sakiti oleh mantanmu. Kamu pun tidak bisa menerima alasan kenapa dia memutuskanmu begitu saja. Bukannya menenangkan diri sejenak dan melupakan kisah kasimu.

Baca Rekomendasi :   Maaf, Kamu Aku Jadikan Sebagai Seseorang yang Aku Curigai Sebegai Jodohku

Tapi justru kamu lebih memilih pacaran dengan kekasih barumu, demi membuktikan kamu bisa mendapatkan yang lebih baik darinya. Padahal kamu tahu itu sebenarnya salah, tapi demi gengsi dan ego, kamu bisa berpura-pura sayang kepada pacarmu yang sekarang. Bukankah yang terbaik adalah dia yang bertahan, meski tahu betapa buruknya dirimu.

2. Kamu Merasa Banyak yang Hilang Karena Jomblo, Akhirnya Kamu Pun Menerima Pacar Baru Meski Tak Sesuia Dengan Kriteriamu.

Pada saat kamu di putuskan, kamu pun merasa banyak yang hilang dari kebiasaanmu. Mulai dari kebiasaan mendapatkan dan saling memberikan pujian yang manis. Menghabiskan waktu bersama dan apel malam minggu.

Setelah kamu jomblo, semua itu tak lagi kamu rasakan. Setelah ada yang mendekati lagi, kamu pun memilih menjalin kasih dengannya meski perasaanmu belum yakin bahwa dengannya hidupmu akan lebih bahagia.Seharusnya jadilah jomblo yang hebat, menanti dalam taat karen jodoh hadir di waktu yang tepat.

Baca Rekomendasi :   Mencari PenggantI Itu Mudah, Tapi Mencari Yang Setia Dan Menerima Apa Adanya Itu Susah

3. Karena Biasa Mendapatkan Perhatian, Kamu Juga Tak Bisa Lepas Dari Perhatian.

Selama pacaran, tentu saja kamu butuh perhatian dan kasih sayang yang semu. Meski kadang perhatian yang diberikan hanya basa-basi karena kekasihmu sebenarnya malas. Tapi demi memikat hatimu dia tetap melakukaknnya.

Namun karena dia sudah tak sanggup lagi denganmu, akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan denganmu. Sedangkan kamu yang masih haus perhatian, akhirnya mencari pengganti demi memenuhi kebutuhan tersebut.

4. Kamu Juga Mulai Di Gosipin Teman-Temanmu Jomblo, Lalu Membuatmu Iri Kepada Mereka yang Pacaran.

Biasanya kamu dan teman-temanmu selalu menghabiskan waktu bersama dengan pacar masing-masing. Bahkan tak jarang kalian mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Yogyakarta bersama. Masih ingatkah waktu kalian mengunjungi Pantai Wohkudu Gunung Kidul.

Baca Rekomendasi :   Berjodoh Alhamdullah, Gagal Tetap Tersenyum Bahagia

Nah setelah kamu jomblo, teman-temanmu pun tak bersedia lagi mengajakmu traveling bersama karena kamu akan menjadi pengganggu saja. Akhirnya kamu pun mulai iri dan mencari pasangan dalam waktu yang singkat.

5. Kamu Juga Ingin Menghindar Dari Pertanyaan Orang Lain Karena Kesendirianmu.

Karena biasanya jika pergi kamu selalu bersama kekasihmu itu. Untuk sementara kamu akhirnya pergi sendirian dan bahkan banyak mendapat pertanyaan. Kok sekarang sendirian? Karena sudah bosan dengan pertanyaan tersebut, akhirnya kamu pun memilih menjalin kasih.

Nah, itulah 5 alasan supaya kamu jangan pacaran lagi. Karena berujung pada rasa sakit hati.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page