Menikmati Destinasi Wisata Alam Terbaik di Tebing Panenjoan

Keindahan Tebing Panenjoan yang menawan

Tebing Panenjoan
0 180

Rutinitas harian di kota besar yang melelahkan membuat Anda jenuh dan berencana mencari referensi wisata alam terbaik. Liburan di alam yang segar akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan siap beraktivitas kembali.

Kalau Anda berencana liburan bersama teman, maka bisa memilih akhir pekan yang menyenangkan di Tebing Panenjoan. Destinasi wisata populer yang menjadi pintu gerbang kawasan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu.

Keindahan Tebing Panenjoan yang menawan

Apa yang ditawarkan oleh destinasi wisata yang mulai populer di kalangan pecinta alam ini? Tebing Panenjoan memiliki pemandangan alam dari ketinggian 250 meter dari permukaan laut yang eksotis. Wisatawan yang rela sedikit kelelahan untuk mendaki puncak tebing bisa menyaksikan hamparan sawah yang hijau. Kontur alam tiga desa bisa disaksikan secara nyata dari gardu pandang di ketinggian yaitu Desa Ciwaru, Mandra Jaya dan Mekar Sakti.

Baca Rekomendasi :   Tertarik Uji Adrenalin di Jembatan Gantung Situ Gunung?

Tak hanya hamparan sawah saja, pemandangan alam berupa deretan bukit hijau yang membentuk mangkuk raksasa alami sangat cocok menjadi latar belakang potret Anda. Bagi pecinta alam sejati, pemandangan terbaik yang ditawarkan tebing ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pastikan Anda membawa kamera untuk mengabadikan setiap keindahan yang dimiliki kawasan wisata Geopark Ciletuh ini.

Jika Anda tengah liburan ke kawasan wisata Geopark Ciletuh yang menawarkan potensi wisata Pelabuhan Ratu, maka pastikan singgah sejenak di tempat wisata ini. Morfologi bukit yang mirip tapal kuda dan mangkuk raksasa akan menghipnotis wisatawan yang ingin mendapatkan foto terbaik. Semua penat dan stress Anda selama bekerja di kantor bakal hilang sejak menikmati panorama alam di tebing ini.

Fasilitas yang dimiliki Tebing Panenjoan

Tebing Panenjoan
Tebing Panenjoan

Tergolong destinasi wisata alam baru yang masih dikelola wisata, Anda memang belum menemukan fasilitas yang lengkap di sini. Namun, pihak pemerintah dan swasta berencana membangun fasilitas wisata yang memuaskan para pengunjung kelak. Untuk saat ini, Anda bisa menikmati liburan di sekitar tebing dengan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti warung, mushola, tempat parkir, dan saung menyaksikan pemandangan alami terbaik.

Baca Rekomendasi :   Pantai Karang Gantungan, Surga Tersembunyi di Sukabumi

Lokasi dan akses menuju ke tempat wisata

Bukit Panenjoan terletak di kawasan wisata Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu atau tepat berada di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kalau Anda berencana liburan ke sini, bisa melalui kota Bandung, lanjut ke Padalarang, Cipatat, Cianjur, Sukabumi, Jalan Waluran, langsung lanjut ke Desa Tamanjaya. Setelah sampai di desa, Anda bisa mengambil jalan menuju kawasan wisata geopark.

Jalan menuju ke kawasan wisata sekitar 33 kilometer dari Desa Tamanjaya yang terus mengalami peningkatan seiring pembangunan tempat wisata kian pesat. Anda bisa memilih naik motor atau mobil pribadi dengan waktu tempuh sekitar 8 jam dari Bandung. Perjalanan Anda yang cukup lama bakal terhapus setelah tiba di kawasan tebing yang menawarkan pemandangan alam menggoda mata.

Baca Rekomendasi :   5 Fakta Menarik Pantai Pangumbahan di Sukabumi

Kini Geopark Ciletuh telah menjadi kawasan wisata geopark nasional yang menarik wisatawan dari mana saja. Biaya menikmati destinasi wisata sangat murah meriah bila Anda memakai kendaraan pribadi. Biaya parkir hanya 5 ribu rupiah saja untuk mobil dan 3 ribu rupiah untuk motor tanpa tambahan biaya administrasi lain. Sangat terjangkau kantong, bukan?

Yuk, segera agendakan jadwal liburan Anda menuju ke Tebing Panenjoan di Sukabumi! Ajak teman atau pasangan tercinta untuk berkencan dan menikmati pemandangan alam di kawasan geopark nasional ini. Tidak menutup kemungkinan Geopark Ciletuh bakal menjadi daya pikat utama Jawa Barat dalam menarik kunjungan wisatawan dari luar negeri kelak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page