Meski Sayang, Jika Hubungan Toxic, Pikirkanlah Untuk Meninggalkan

Tidak Salah, Jika Kamu Mau Bertahan Pada Hubungan Yang Toxic. Karena, Bisa Jadi Ada Kemungkinan Pasanganmu Akan Berubah. Namun, Jangan Sampai Anak Anak Atau Orang Lain Menjadi Pelampiasanmu Saat Kamu Merasa Lelah.

Hubungan Toxic
0 136

Hubungan toxic adalah salah satu hubungan yang bila dilakoni dalam jangka panjang, akan mampu menggerus rasa syukur kamu, membuat pikiran dan hatimu semakin galau, stress hingga depresi. Biasanya hubungan ini terjadi, saat pasangan mempunyai kebiasaan atau habit yang merusak hubungan itu sendiri, seperti selingkuh, KDRT atau tak bertanggung jawab pada keluarga.

Tentu saja, jika hal itu terjadi secara terus menerus, maka hasilnya akan merugikan kamu sendiri, anak anakmu, keluarga terdekatmu dan semua orang yang menyayangimu. Oleh sebab itu, meski sedalam apapun perasaanmu, meski kamu masih sayang kepadanya.

Mulailah untuk berpikir berbagai kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi dan mulai pula, menyiapkan bekal diri. Akan ada saatnya kamu sudah sangat lelah untuk bertahan dan ingin meninggalkannya. Akan ada saatnya kamu begitu muak untuk terus terusan pura pura bahagia dan ada saatnya kamu merasa bahwa pergi jauh darinya adalah pilihan terbaik.

Tidak Salah, Jika Kamu Mau Bertahan Pada Hubungan Yang Toxic. Karena, Bisa Jadi Ada Kemungkinan Pasanganmu Akan Berubah. Namun, Jangan Sampai Anak Anak Atau Orang Lain Menjadi Pelampiasanmu Saat Kamu Merasa Lelah.

Hubungan Toxic
Hubungan Toxic

Banyak orang yang bertahan pada suatu hubungan yang sebenarnya toxic atau tidak sehat untuk dirinya karena berbagai alasan. Mulai dari anak anak, tidak punya sanak keluarga, bergantung sepenuhnya kepada pasangan atau bisa jadi karena masih begitu cinta dan sayang. Itu sepenuhnya adalah hak setiap orang, sehingga tidak salah pula, jika kamu masih mau terus bertahan.

Baca Rekomendasi :   Tuhan, Kumohon Bukakan Mata Hati Kami Agar Rasa Ini Segera Bertemu

Apalagi, setiap orang memang bisa berubah, dan Tuhan Maha Membolak balikkann hati manusia, jadi selama kamu merasa dirimu masih mampu bersamanya. Maka, lanjutkanlah.

Namun, setiap pilihan tentunya punya resiko sendiri sendiri. Saat, kamu tetap memilih bertahan pada hubungan yang toxic, kamu yang harus lebih banyak berjuang dan bertahan sendiri, kamu harus menelan rasa sakit sendiri, kamu harus menerima jika pasanganmu tak peduli, menduakan atau melakukan kekerasan padamu dengan berbagai alasannya. Jangan balik, justru melampiaskan kekesalanmu dan kebencianmu pada anak anakmu atau orang yang berada disekitarmu. Jika kamu tidak bisa mendapatkan kebahagiaan dari pasanganmu, jangan pernah membenarkan dengan menjadikan orang lain samsak tinju sebagai wujud pelampiasanmu.

Sesayang Apapun Kamu Kepadanya. Jika Dia Hanya Menjadi Toxic dan Benalu Dalam Hidupmu. Maka, Akan Ada Saatnya Kamu Yang Pergi Karena Lelah Bertahan Atau Dia Yang Pergi Karena Merasa Tak Lagi Membutuhkanmu

Sebagai manusia, kita memang tidak tahu seperti apakah masa depan akan terjadi dan kemanakah arah takdir membawa diri ini. Namun, ada satu hal yang pasti dalam kehidupan, yang harus dan wajib kamu sadari yaitu fakta bahwa disetiap pertemuan, pasti akan ada perpisahan.

Baca Rekomendasi :   Awalnya Kita Hanya Sebatas Teman, Namun Kini Berubah Menjadi Deman

Bisa jadi, sekarang saat kamu masih berusaha bertahan, percaya dan yakin bahwa meski awalnya dia adalah seorang yang toxic dan menjadi benalu dalam hidupmu, akan ada saatnya dia menjadi seorang pahlawan atau orang yang bertanggung jawab untukmu dan keluargamu. Kamu boleh saja berangan-angan seperti itu. Karena itu mungkin saja bisa terjadi, tapi juga bisa jadi tidak terjadi.

Bisa saja, sebelum perubahan itu, Tuhan sudah mengambil peran dengan memisahkan kalian berdua, baik dengan kematian, dia yang mengkhianatimu lalu lebih memilih orang lain, atau kamu yang sudah sadar dan lelah untuk bertahan bersamanya. Saat kamu dipertemukan dengannya dulu, akan ada waktu kamu dipisahkan olehnya nanti.

Oleh sebab itu, kita kembali selalu diingatkan, bahwa jangan pernah berharap pada manusia, jangan pernah menggantungkan hidup dan kebahagiaanmu pada orang lain. Cukup Tuhan saja. Karena, jika perpisahan itu terjadi sebelum dia berubah, maka kamu lebih merugi lagi, bagaimana kamu yang setengah mati berusaha bertahan, bekerja keras untuk terbinanya hubungan, bahkan rela dijadikan samsak tinjunya sesekali, akhirnya tetap ditinggalkan juga. Ternyata, dia hanya hadir sebagai pelajaran bagimu, bukan akhir pencarianmu.

Sehingga, Mulailah Berpikir Jernih dan Dewasa. Cinta Itu Bisa Datang Dan Pergi. Saat Kamu Menyadari Hubunganmu Toxic, Saat Kamu Sudah Berusaha Memberi Kesempatan, Namun Pasanganmu Tak Berubah. Siapkan Dirimu dan Bekalmu Agar Tidak Lagi Menggantungkan Hidup dan Hatimu Padanya.

Jadilah lebih baik, selama kamu masih diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan. Karena hidup ini tidak lebih dari lading ujian, yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban. Boleh, jika kamu ingin memberikan kesempatan lagi dan lagi pada pasanganmu. Namun, kamu sendiripun, juga harus memulai untuk menyiapkan bekal dan diri, jika sewaktu waktu dia benar benar pergi, atau kamu yang sudah begitu lelah.

Baca Rekomendasi :   Suami Yang Baik Adalah Anugreh Bagi Istri, Kenali Fakta dan Buktinya!

Apalagi, kamu tahu hidup ini adalah pilihan dan apapun pilihan pasti selalu ada resiko yang harus kamu hadapi. Namun, setidaknya, kamu tahu apa yang lebih baik dan bagaimana cara untuk meminimalisir resiko yang ada. Jika kamu bertahan karena anak anakmu, pikirkanlah, apakah mereka bahagia setiap hari melihat dirimu tersiksa dan apakah mereka bahagia saat kamu menjadikan mereka pelampiasan kebencianmu. Jika kamu bertahan, karena menggantungkan hidupmu padanya, maka apa gunanya tubuh dan akal pikiran yang sempurna yang Tuhan berikan padamu?

Jangan jadi egois dan zalim pada dirimu dan anak anakmu. Kamu tahu kamu berhak mendapatkan kebahagiaan dan dibahagiakan. Dan terbukti, banyak yang memilih pergi dari hubungan yang toxic dan benar benar bahagia menjalani hidupnya atau menemukan yang lebih baik. Percayalah, kamu tak pernah berjuang sendiri, ada Tuhan bersamamu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page