Meski Tak Sampai Pelaminan, Setidaknya Kita Pernah Bahagia Bersama

Meski kamu adalah sebuah kesalahan. Tapi, dari kesalahan itu pula aku menjadi lebih baik lagi, dan menyadari bahwa tak semua janji mampu untuk ditepati

Tak sampai pelaminan
0 61

Jujur saja, kamu adalah salah satu dari banyaknya kesalahan yang pernah aku buat. Hadirmu telah membuatku menyesali apa yang telah kulakukan, sedikit banyak membuatku goyah dan hampir benar benar putus asa. Bahkan, jika seandainya sang waktu dapat kuputar kembali. Rasanya, ingin kupastikan bahwa pertemuan denganmu tak pernah terjadi dalam hidupku.

Namun, saat aku mulai lebih dewasa. Mulai merenungi setiap langkah yang harus kuarungi. Ternyata ada rasa tak menyesal dari pertemuan itu di sisi terdalam hatiku. Ada sedikit rasa syukur, setidaknya bukan kamulah yang menjadi akhir penantian. Ada rasa lega, bahwa hadirmu hanya sebagai pelajaran.

Sehingga, meski kamu adalah salah satu kesalahan yang kubuat dan mampir dalam perjalanan hidupku. Aku tetap mensyukuri pertemuan itu. berterimakasih, karena bagaimanapun, tanpamu, mungkin aku tidak akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi, menjadi seseorang yang kembali menyadari bahwa berharap pada manusia hanya berakhir kecewa, dan menjadi seseorang yang belajar bahwa tak semua janji memang harus ditepati.

Selain itu, tanpa luka yang kamu berikan, mungkin aku masih menjadi seseorang yang menantimu dalam kebodohan. Kini, setelah melepaskan semua itu, aku akan bisa menemukan seseorang yang lebih baik, lebih menghargai dan lebih tepat bagiku.

Baca Rekomendasi :   Benarkah Banyak Teman, Bisa Memudahkan Mendapatkan Jodoh?

Bagiku, Kamu Hanyalah Kesalahan Yang Ada Di Masa Lalu. Namun, Sesalah Apapun Itu, Aku Bersyukur Telah Mulai Memaafkan Semuanya, Termasuk Diriku Sendiri

Dulu, aku memang sangat membencimu, menganggap bahwa Tuhan tak adil, merasa bahwa hidupku hanyalah sebuah kesia siaan belaka. Apalagi, saat kamu adalah kesalahan terbaik yang pernah aku ciptakan. Yang kucintai, hingga membuat mataku buta dan tetap bertahan meski harus berulang kali tersakiti. Sungguh, benar benar menghancurkan hidupku pada waktu itu.

Namun seiring dengan waktu, seiring pula dengan sembuhnya luka yang bersemayam dalam hati. Saat kupikirkan kembali semuanya, aku menyadari, bahwa sejak awal aku lah yang salah. Salah, karena terlalu berharap, yakin dan percaya sepenuhnya padamu. Salah, karena membiarkan rasa takut akan kehilangan dan nafsu, membuatku kehilangan hal terpenting dalam hidupku.

Saat aku mencoba untuk memaafkan dirimu dan semua luka yang kamu berikan padaku. Saat itu pula, aku berusaha untuk memaafkan diri dan hatiku. Berusaha mendamaikannya, bersikap ikhlas dan legowo pada apa yang telah terjadi.

Mungkin Hadirmu Memang Hanya Sebuah Kesalahan. Namun Kuakui, Kamu Juga Membawa Banyak Pelajaran. Bisa Jadi, Rasa Sakit Darimulah Yang Benar Benar Menyadarkanku Akan Arti Hidup Yang Kujalani.

Sebelum bertemu denganmu, aku juga pernah terluka, pernah pula kecewa dan pernah merasa sakit dikhianati. Tapi, entah kenapa tak pernah sesakit ini. Rasanya, luka darimu benar-benar membawaku pada titik terlemah dan terputus asa dalam hidupku. Luka darimu benar-benar menamparku pada kenyataan hidup yang aku jalani.

Baca Rekomendasi :   Jangan Iri Pada Jodoh Orang Lain! Ingat, Jodoh Itu Cerminan Dirimu, Jadi Syukurilah!

Aku hanya bersyukur, Tuhan begitu tanggap, begitu cepat dalam memberi pertolongan. TanganNya sesegera mungkin menghampiriku, membiarkanku menangis di sujudku. Membiarkanku berkeluh kesah dan melampiaskan segala gundah yang bersemayam dalam hati dan pikiranku. Bahkan, membiarkanku mengumpatmu sampai aku merasa lelah sendiri.

Aku bersyukur, bahwa saat aku ingin bangkit kembali, membuka lembaran baru. Ternyata, aku mampu untuk baik baik saja. Masih banyak cinta, juga kasih sayang yang aku dapatkan di sekitarku, serta masih banyak pula orang-orang yang tulus memberiku semangat agar terus bangkit.

Luka darimu adalah tamparan terbaik, juga kesalahan terbaik yang pernah aku dapatkan. Bahkan, hingga membuatku sadar pada arti kehidupan, sadar bahwa mencintai manusia berlebihan itu salah, sadar bahwa aku hanyalah makhluk Tuhan yang begitu kecil dalam KuasaNya dan sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan, serta harus segera memperbaikinya.

Baca Rekomendasi :   Jangan Mudah Percaya Omongan Lelaki, Jika Tidak Mau Pada Akhirnya Kamu Terluka

Sehingga, Aku Tetap Akan Mensyukuri Hadirmu. Tetap Berpikir Positif Dan Berhenti Menyesali Apa Yang Telah Terjadi. Bagiku Kamu Memanglah Sebuah Kesalahan Di Masa Lalu, Yang Perlu Kuperbaiki Dengan Menjadi Lebih Baik, Juga Pantas Untuk Seseorang Yang Tepat Nantinya

Kamu memanglah sebuah kesalahan. Namun hanya akan semakin salah, jika aku menyimpan luka itu, menuntut karma, dan berusaha membalas semuanya. Padahal, Tuhan sudah begitu baik, dengan mengirimmu untuk memberikan pelajaran berharga dalam hidupku. Tuhan pula, begitu baik dengan segera menolongku saat aku menyadari kesalahan itu.

Sehingga memilih memaafkanmu dan diriku, memilih untuk berhenti menyesali yang pernah terjadi adalah hal terbaik yang aku lakukan. Sekarang, aku akan fokus memperbaiki dan memantaskan diri. Membuka lembaran baru, menatap hal hal yang baru dan membahagiakan orang orang yang benar benar tulus di sekitarku.

Hingga penggantimu hadir, seseorang yang tepat sebagai akhir dari pencarianku. Bedanya, aku tidak akan membiarkan diriku sendiri membuat kesalahan yang sama dan terjerumus dalam hubungan yang salah. Cukup kesalahan itu hanya denganmu, karena kupastikan aku tidak akan terluka kembali.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page