Menikahlah Dengan Orang Yang Membuatmu Semakin Dekat Dengan Tuhanmu

Menikahlah Bukan Dengan Niat Mencari Kebahagiaan. Tapi, Lillahi Ta’ala

Galau Menikah
0 37

Oleh sebab itu, dalam pernikahan atau menemukan jodoh. Kamu harus memasrahkan sepenuhnya dia pada Allah SWT. Tidak terburu-buru dalam menerima pinangan, dengan lebih memperbanyak doa dan sholat istikharah. Tidak lagi menunjuk sosok siapa dan siapa, karena belum tentu yang kamu tunjuk adalah orang yang benar benar baik untukmu.

Jodoh itu rahasia Allah dan dia adalah yang terbaik diantara banyak yang baik. Selain itu, sebaik dirinya sebaik pula dirimu, begitupun dengan sebaliknya.

Percaya saja, saat kamu sudah berpasrah, berdoa dan berikhtiar semaksimal mungkin. Maka, kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang tepat. Dia bukan hanya seseorang yang menjadi akan jodohmu, tapi juga seseorang yang bisa kamu percaya untuk kamu titipkan masa depan di dunia maupun akhirat nanti.

Bagaimanapun, Menikah Juga Adalah Ibadah Terlama Dan Seumur Hidup. Sehingga Pasangan Yang Tepat Juga Akan Senantiasa Membantu dan Membimbingmu Dalam Rumah Tangga dan Ibadah

Baca Rekomendasi :   Karma Itu Benar Adanya, Dulu Kamu Melukaiku dan Sekarang Kamu Pun Terluka

Menikah itu, bukan lagi sekedar perasaan suka dan nyaman dengan seseorang. Meski dua hal itu juga krusial. Namun, jika hubungan dibangun hanya berdasarkan perasaan tersebut, maka pondasinya belum benar benar kuat. Suatu saat akan muncul perasaan bosan dan jenuh yang akan menjadi awal keretakan.

Sehingga, untuk seseorang yang akan menikah, pikirkanlah lebih jauh soal hubungan pernikahanmu. Mantapkan hati, dan menikahlah dengan seseorang yang kamu yakin dan percaya bisa membimbingmu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Seseorang yang bersedia menjalin hubungan denganmu bukan hanya karena perasaan suka dan nyaman, tapi juga berkomitmen dan bertanggungjawab. Seseorang yang tidak hanya berusaha membahagiakanmu di dunia, namun juga fokus pada kehidupan akhirat kelak.

Dia Bukan Seseorang Yang Bisa Kamu Nilai Dari Paras Yang Rupawan Atau Harta Yang Melimpah, Bukan Pula Dari Penampilan Luarnya. Tapi, Dari Doa, Istikharah dan Usahamu Dalam Memperbaiki Diri

Sebaik dirimu, sebaik pula jodohmu, dan soal yang terbaik, sungguh hanya Allah Yang Maha Mengetahui Segala Sesuatunya.

Baca Rekomendasi :   Hai Kamu, Jangan Lupa Bahagia ya. Jika Lupa, Sini Aku Bahagiain

Jadi, berhentilah menilai seseorang hanya berdasarkan tampilan luarnya semata. Baik dari parasnya ataupun melimpahnya harta yang dimiliki. Jangan pula terburu-buru dalam mengambil keputusan, saat kamu sedang berada dalam fase terbukatakan oleh cinta. Tunggulah dengan bijak, yaitu dengan lebih banyak berdoa dan memohon petunjuk pada Sang Pemilik Kehidupan.

Sebab, seringkali yang hadir adalah mereka yang hanya akan menjadi ujian dan pelajaran berharga dalam hidup. Sedangkan yang terbaik, akan hadir sebagaimana usahamu untuk selalu memperbaiki diri dan berdoa.

Menikahlah Bukan Dengan Niat Mencari Kebahagiaan. Tapi, Lillahi Ta’ala

Hal yang mendasar yang harus kamu perbaiki dalam urusan pernikahan adalah niat. Sebab, niatmu itulah yang sebenarnya akan menjadi patokan seperti apa kelak jodohmu dan bagaimana kamu akan menjalani bahtera rumah tangga. Dengan niat, kamu akan sadar bahwa jodoh yang baik akan selalu mendapatkan seseorang yang baik.

Baca Rekomendasi :   Sendiri Itu Tak Selalu Sepi. Bahkan Mereka Bisa Jauh Lebih Happy Dari Dirimu Kok!

Maka kamu akan berusaha memperbaiki diri semaksimal mungkin, menghindari hal-hal yang akan merusak masa depan, juga menumpuk dosamu. Berhijrah untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan beristiqomah dalam menjalankannya.

Kedua, dengan niat itu pula, kamu akan menjadi lebih legowo dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Siap menerima berbagai masalah yang akan muncul, berusaha tetap berpikir dewasa, menjalani tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati, juga penuh cinta. Tidak mudah mengeluh, juga menjadikan pasangan dan keluarga sebagai prioritas utama.

Sebab untuk mendapatkan pernikahan yang SAMAWA butuh banyak perjuangan keras. Pasangan harus saling bahu membahu, saling membimbing, saling menerima setiap kekurangan dan kelebihan, juga saling berkomitmen satu sama lain.

Bahagia bukan dicari bukan hanya dengan menikah. Namun, saat kamu meniatkan pernikahanmu sungguh karena Allah. Sesulit apapun perjalanan pernikahan itu, kamu akan tetap mampu menghadapinya dengan pasangan dan cinta Tuhanmu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page