6 Cara Memantaskan Diri, Sembari Menanti Jodoh Yang Tepat

  • Bagikan
Tetaplah Disini sayang
Tetaplah Disini sayang via instagram.com @romeography

Jodoh itu bukan hanya dinanti, tapi juga harus kamu jemput dengan usaha dan iktiar sekuat tenaga. Namun, salah, jika usaha yang kamu lakukan dalam menjemputnya yaitu dengan bergonta ganti pasangan dan meninggalkan luka di hati seseorang.

Sebab itu hanya akan memberikan dampak buruk bagi semuanya, termasuk dirimu sendiri. Mulai dari membuat seseorang trauma dan putus asa. Di beberapa kondisi juga merusak masa depannya. Selain itu, kamu juga harus bersiap menerima karma yang lebih menyakitkan di masa depan, sebagai balasan atas perbuatanmu itu.

Oleh sebab itu, selama masa penantian, jalanilah ikhtiar dan usaha memantaskan diri dengan cara yang benar. Jagalah dirimu dari hal-hal yang tidak baik dan maksiat, agar jodohmu pun terjaga untukmu.

Selain itu, tingkatkan kualitas diri agar kamu benar-benar pantas dan siap saat dipertemukan dengannya kelak. Sehingga bukan hanya mendapatkan partner hidup, kamu juga mendapatkan partner ibadah yang tepat untuk membangun keluarga yang SAMAWA.

1. Istiqomah Jomblo Sampai Halal. Percayalah, Usahamu Menjaga Diri, Akan Terbayar Dengan Jodoh Yang Juga Di Jaga Oleh Allah

Bagaimana mungkin, kamu berharap mendapatkan seseorang yang terjaga dari maksiat. Saat kamu sendiri memasukkan dirimu ke dalamnya. Senang bergonta ganti pasangan, berpikir pendek dengan tidak meyakini adanya perpisahan sebab hubungan di dasari cinta dan sayang yang cukup besar.

Hey! Lupakah, kamu, jika urusan hati itu cepat sekali berubah. Hari ini, seseorang yang begitu mencintaimu, bisa jadi akan membenci dan meninggalkanmu esok hari, dengan alasan yang masuk akal ataupun tidak. Sehingga, saat belum terikat hubungan yang halal denganmu. Maka usahakan, jangan memberikan segalanya kepadanya. Apalagi sampai merusak masa depanmu sendiri.

Lebih baik lagi, jika kamu memang serius untuk menanti seseorang yang tepat. Maka jagalah dirimu dari lembah dosa, juga istiqomahkan hati untuk jomblo sampai halal. Percayalah, saat kamu berusaha menjaga dirimu sebaik mungkin, maka dimanapun jodohmu, Allah juga sedang menjaganya.

Baca Rekomendasi :   Ya Allah, Bila Dia Bukan Jodohku, Kumohon Jadikan Aku Jodohnya

2. Menjadikan Allah SWT sebagai Raja di Hatimu. Kamu Sepenuhnya Menggantungkan Urusan Jodoh Terbaikmumu PadaNya. Tak Lagi Memaksakan Pada Seseorang Yang Baru Terlihat Baik

Meski, kita sudah berusaha menjaga hati. Tak bisa dipungkiri, kadang virus-virus cinta hadir tanpa kita ingini. Perasaan kagum dan mencintai seseorang, seringkali menyelinap. Sampai, akhirnya kita berani berharap padanya, menyebut namanya dalam doa, bahkan sesekali memaksa Allah untuk menjodohkannya dengan kita.

Padahal, dia belum tentu yang benar-benar baik, sebab di pelupuk mata hanya diperlihatkan kebaikan-kebaikannya semata. Padahal bisa jadi, hadirnya juga lagi-lagi bukan sebagai pasangan tapi sekedar ujian.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin, pasrahkan perihal jodoh sepenuhnya kepada Allah SWT. Saat berdoa, kamu tidak lagi menunjuk dia dan dia, tapi cukup meminta yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhiratmu kelak.

Selain itu, cukup jadikan Allah SWT sebagai satu-satunya raja di hatimu dan tempatmu menggantungkan hidup. Bersama dengan doa itu, insyaAllah, Allah akan mengirimkan yang terbaik sesuai dengan niat dalam hatimu.

3. Menggali Ilmu Lebih Banyak Dalam Segala Hal, Termasuk Urusan Rumah Tangga. Kamu Tahu Dan Mengerti Akan Tugas, Juga Kewajibanmu Pada Pasanganmu

Rumah tangga juga ada ilmunya, dan di dalam agama, sudah dijelaskan secara gamblang, juga sejelas-jelasnya bagaimana membentuk keluarga yang SAMAWA dan sesuai ketentuan agama bersama pasangan.

Sehingga, jika memang kamu sudah mantap untuk serius, maka lewati pula waktu penantianmu dengan mencari ilmu sebanyak banyaknya. Bukan hanya ilmu kehidupan dan agama, tapi juga ilmu dalam berumah tangga.

Setidaknya, meski belum bisa mempraktekkannya, kamu sudah tahu kiat-kiat yang diperlukan dalam membangun keluarga yang SAMAWA. Kamu sudah tahu apa saja tugas dan tanggung jawabmu sebagai pasangan bahkan saat menjadi orang tua kelak.

Sehingga, insyaAllah kamu tidak akan sampai melalaikan itu dan dapat berpikir lebih bijak, saat menghadapi masalah dalam rumah tanggamu.

Baca Rekomendasi :   Menikah Mengajari Kita, Sabar Dengan Kekurangan Pasangan dan Sebaliknya

4. Mempersiapkan Mental Yang Kuat. Ingat Rumah Tangga, Justru Adalah Pembuka Dari Banyak Masalah Baru Dan Lebih Rumit. Jika Kamu Tak Mampu Mengatasinya

Salah, jika kamu berpikir bahwa menikah adalah sumber kebahagiaan. Justru, menikah adalah sumber dari banyak masalah yang baru. Seperti, ketidak siapan menerima kekurangan pasangan, salah paham dan bentrok saat membahas sesuatu, juga hal-hal remeh yang bisa menjadi masalah yang besar.

Belum lagi, masalah finansial, keharmonisan, buah hati, hak tanggung jawab dan lain sebagainya. Bahkan seringkali, masalah bukan hanya hadir dari pasangan, bisa juga datang dari keluarga besar.

Sehingga, untuk memastikan bahwa hubunganmu tidak akan terdampak serius dari masalah itu. Pertama, benahi tujuan dan niatmu. Jangan meniatkan diri untuk mencari bahagia atau lepas dari masalah dengan pernikahan, tapi jadikan pernikahan sebagai ibadah terlama dalam hidupmu.

Kedua, jangan hanya berharap untuk diterima, tapi juga terimalah pasanganmu apa adanya dan legowo bagaimanapun dirinya. Ketiga, siapkan mental, bukan berarti kita harus menunggu dewasa untuk menikah, tapi jadikan pernikahan itu sebagai proses pendewasaan diri dengan saling membimbing dengan pasangan.

5. Meningkatkan Taraf Hidup dan Pendapatan. Pastikan, Kamu Menikah Bukan Untuk Mengajak Susah Anak Orang, Tapi Mengajaknya Berjuang Bersama

Inilah salah satu pentingnya belajar soal ilmu rumah tangga, yaitu kamu tahu dan  mengerti hak serta tanggung jawab yang dibebankan kepadamu kepada pasangan. Hal ini bukan berarti, syarat menikah harus kaya, namun setidaknya kamu sudah punya pegangan agar kapalmu tidak karam di tengah perjalanan karena kurangnya amunisi dalam hal ini adalah finansial.

Apalagi, faktanya, masalah finansial memang terbukti adalah masalah yang bisa membuat hubungan hancur dan kandas. Banyak perceraian yang terjadi, karena masalah finansial, entah suami yang lalai atau istri kurang bersyukur.

Sehingga salah satu ikhtiar yang wajib kamu lakukan, selain menambah ilmu dan mempersiapkan mental adalah mempersiapkan tabungan dan materi untuk berkeluarga nanti. Setidaknya, sandang, pangan dan papan sebagai hal dasar, sudah kamu penuhi. Sisanya, ingat selalu bahwa dalam pernikahan kamu punya tanggung jawab, bahagianya keluargamu adalah kebahagiaanmu.

Baca Rekomendasi :   Untuk Wanita Yang Hanya Bisa Diam Dan Laki-Laki Tak Kunjung Memberi Kepastian

Sehingga jangan sampai, kamu menikahi seseorang, lalu kamu ajak susah bersama. Yang benar adalah, ajaklah dia untuk berjuang bersama. Berjuang membangun keluarga yang SAMAWA di dunia maupun di akhirat kelak.

6. Tidak Tergesa-gesa Menerima Pinangan. Jika Perlu, Berikan Pertanyaan Seputar Masalah Rumah Tangga di Masa Depan. Sekaligus Istikharahkan Agar Diberi Petunjuk Terbaik Oleh Allah

Bukan karena kamu ingin segera menikah, lalu kamu memutuskan untuk terburu-buru, tanpa mengecek dahulu siapa calon yang akan menjadi pasangan hidupmu. Padahal hal ini penting dan urgent, apalagi kamu pasti mengharapkan untuk menikah cukup sekali dalam hidupmu. Sehingga jangan sampai menyesali pilihan itu dan berakhir di meja hijau.

Istikharahkan terlebih dahulu siapa saja yang hadir untuk meminangmu. Berpasrah dan biarkan Allah SWT menunjukkan yang terbaik, sebab sebagai manusia, kamu memiliki keterbatasan untuk tahu isi hati dan niat seseorang. Selain itu, dalam masa pendekatan atau ta’aruf, tidak ada salahnya kamu bertanya-tanya soal masa depan, mencari tahu latar belakang pasangan dan semua hal yang kamu butuhkan untuk meyakinkan dirimu menerima pinangannya.

Jika perlu, tanyakan hal yang lebih sensitif, seperti adakah rencana untuk berpoligami, apakah keluarga calon benar benar ridho dan memberikan restu, masalah boleh bekerja atau hanya harus mengurus keluarga, dan masalah lainnya yang menurutmu penting.

Jangan biarkan cinta dan nafsu untuk segera menikah sampai membutakan matamu, lalu membuatmu memilih pasangan yang ternyata menjadi ujian dalam hidup. Ingat, bahwa sebagai manusia kita punya banyak kekurangan, jadi biar Allah pilihkan yang terbaik lewat istikharah dan ta’aruf itu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page