5 Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi, Kelak Hidupmu Akan Bahagia

  • Bagikan
Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi
Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi via instagram.com @pon_nawasch

Bapermulu.com – Dalam pernikahan, meski sama-sama berjuang bersama. Namun, pada dasarnya lelaki akan tetap berperan sebagai imam, kepala keluarga dan nahkoda kapal. Sehingga, sebagai wanita, usahakan kamu memilih pria yang tepat, yang kamu percaya mampu untuk menjadi imam dan kepala keluarga yang baik untukmu.

Agar pernikahan yang samawa dan mencapai goal bersama, bukan hanya menjadi sebatas angan namun juga bisa terwujud. Nah, untuk membantumu dalam memilih lelaki yang dengan kualitas terbaik. Ada beberapa hal yang harus kamu pastikan saat bertaaruf atau menjalin hubungan dengan pria.

Kualitas yang diluar perasaan cinta ini, akan meyakinkanmu bahwa dia memang seorang yang tepat untuk menjadi imam di sisa waktu hidupmu, tentunya selain usahamu pula dalam memperbaiki diri, berdoa dan beristikharah untuk meminta petunjuk terbaik

1. Pria Yang Selama Menjalin Hubungan Denganmu Menghormati dan Menjaga Batasnya Denganmu.

Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi
Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi via instagram.com @pon_nawasch

Kualitas pertama yang harus kamu pastikan dari calon imammu adalah dia insyaAllah bisa menjaga nafsunya dengan hubungan yang belum halal. Ini dapat dilihat dari bagaimana caranya menjagamu selama menjalin hubungan diluar pernikahan.

Jika berpacaran, sebisa mungkin akan menghindari waktu berduaan, menjadi batasannya denganmu, tidak berani menyentuhmu secara langsung. Istilahnya pacaran akan terasa monoton, namun justru itu adalah tanda dia berusaha menjadi dirimu sebaik mungkin.

Jika posisi bertaarufan, dia pula tidak akan mau diajak bertemu denganmu berdua. Pasti mengajak teman atau keluarga untuk menghindari fitnah atau hal yang tidak diinginkan. Lelaki dengan kualitas ini, insyaAllah akan menjadi sosok yang hebat dalam menggegam komitmen dan setia.

Sebab sejak awal, dia berusaha untuk menjaga nafsunya dan mengontrol dirinya dengan komitmen, halal dulu baru bersentuhan.

2. Sholeh Dan Bertanggung Jawab. Dapat Dilihat Dari Tepat Waktunya Dia Sholat dan Selalu Mengutamakan Berjama’ah Di Masjid Daripada di Rumah

Pernahkah kamu mendengarkan sebuah cerita, ketika seorang lelaki melamar putrinya, yang ditanyakan bukan pekerjaan, penghasilan dan hal yang berbau duniawi. Tapi, justru waktu sholat shubuh di masjid. Nah, jika lelaki bisa menjawab dengan benar jam berapa sholat shubuh di masjid, tandanya dia rajin untuk melaksanakannya dan terbukti benar-benar sholeh, bukan pencitraan belaka.

Baca Rekomendasi :   Jangan Pacaran Lagi, Setelah Putus Berkali-Kali. Ini 5 Alasannya!

Nah, akan lebih baik pula, kamu memastikan kualitas ini juga ada pada dirimu calon imammu. Sebab, kamu sadar bahwa rumah tangga itu bukan hanya soal cinta, tapi soal ibadah seumur hidup berdua. Akan sulit, jika kamu menyerahkan dunia akhiratmu, pada seseorang yang sholat saja enggan dan bermalas-malasan.

3. Mencintai Keluarga Besarnya, Khususnya Ibunya. Dan Tidak Suka Berpangku Tangan Di Rumah. Suka Bantu-Bantu Pekerjaan Rumah Tangga

Kualitas selanjutnya adalah bagaimana suamimu menghormati dan mencintai keluarganya, khususnya ibunya. InsyaAllah, seorang lelaki yang berlaku baik pada kedua orang tuanya, juga akan  berlaku baik padamu setelah pernikahan.

Selain itu, dalam hal ini, kamu juga sedikit banyak harus memastikan karakter keluarga besarnya, khususnya ibunya pula. Sebab faktanya, memang sering terjadi perselisihan diantara menantu dan mertua. Sehingga bukan hanya calon imammu yang kamu nilai kepribadiannya, namun keluarga besarnya.

Selanjutnya, usahakan kamu tahu apakah calonmu ini tipe yang pemalas dalam membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau tipe yang tidak suka berpangku tangan. Bagaimanapun, masih banyak keluarga yang konservatif dengan membedakan pengasuhan anak lelaki dengan perempuan.

Ada lelaki yang sama sekali tidak suka mengerjakan pekerjaan rumah, sepenuhnya membebankan pada istrinya, dan berlaku superior. Hal ini, bisa terjadi, kemungkinan dari didikan orang tuanya, yang tidak membiarkan anak lelakinya tidak boleh menyentuh pekerjaan rumah tangga. Percayalah, hal ini akan sangat berpengaruh pada rumah tanggamu nanti

Baca Rekomendasi :   Tenang Saja, Sebuah Luka Awal Dari Kebahagiaanmu Kelak

4. Lelaki Yang Pekerja Keras, terbukti sebelum menikah sudah berusaha menyiapkan nafkah dasar untuk istrinya, yaitu sandang pangan dan papan

Pasanganmu Tak Bahagia
Pasanganmu Tak Bahagia via instagram.com @pon_nawasch

Hal ini bukan berorientasi pada lelaki yang kaya atau mapan. Namun, lelaki dengan pekerjaan apapun, tapi bekerja keras dan tidak suka berpangku tangan. Kamu bisa melihat dari apapun usaha atau pekerjaan yang digelutinya.

Jangan menjudge dari pendapatan atau penghasilannya, tapi nilailah dari kegigihannya dalam bekerja keras. Selain itu, hal lain yang bisa membuktikan bahwa dia adalah pria yang pekerja keras adalah, setidaknya sebelum menikah dia sudah menyiapkan nafkah dasar untuk calon istrinya, yaitu sandang, pangan, papan.

Meski baru mengontrak sekalipun, itu sudah membuktikan bahwa dia serius ingin membangun rumah tangga sendiri denganmu, juga menghormatimu dengan memisahkan diri dengan keluarga besarnya.

4. Tidak Menuntutmu Menjadi Apa Yang Dia Mau. Justru Mendukung Segala Potensi, Bakat dan Kemampuan Yang Kamu Punya, Meski Sudah Menikah

Kualitas lelaki ini, yang sering banyak dilalaikan oleh kaum pria. Biasanya, setelah menikah, suami menuntut istrinya untuk menjadi penurut, hanya fokus pada pekerjaan rumah tangga saja. Melepaskan mimpi dan potensi yang dimiliki dan lain sebagainya, bahkan memblok segala akses istri untuk maju. Seakan keberadaan istrinya, cukup ada di rumah, dapur dan kasur.

Memang mungkin niatnya baik. Tapi, tahukah kamu wahai para suami, bahwa hal itu sama saja menunjukkan bahwa kamu lelaki yang egois dan tidak membiarkan istrimu mandiri, serta memaksanya untuk sepenuhnya menggantungkan hidupnya hanya pada dirimu.

Padahal, masa depan itu masih sangat abu-abu. Iya, jika dia yang lebih dahulu pergi. Iya, jika sampai akhir kamu tetap setia dan bersamanya. Saat kamu sedikit goyah, maka wanitamu pun akan langsung ambruk.

Sehingga, untukmu wahai para wanita, saat ta’aruf atau pacaran. Tanyakan pada calon imammu, apakah kamu tetap boleh bekerja atau tidak, atau setidaknya, tetap mempunyai waktu untuk mengembangkan bakat dan potensimu dibidang yang kamu suka, meski sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Pastikan, rumah tanggamu sebisa mungkin membuatmu nyaman, baik menjadi istri, ibu dan menantu.

Baca Rekomendasi :   Lelaki Baik Adalah Dia Menyadari Akan Ada Hati Yang Terluka, Bila Bermain Cinta

5. Lelaki Yang Punya Niat Menikah Sebagai Ibadah dan Lillahi Ta’ala

Terakhir saat perkenalan, kamu juga menanyakan tujuan pria itu menikahimu. Apakah dia menikahimu dengan tujuan lillahi ta’ala dengan membuktikan dirinya sudah mempunyai 5 kualitas di atas, atau dengan alasan lainnya.

Sebab, hubungan yang langgeng dan samawa, harus diikuti dengan tujuan dan goal yang sama antar pasangan, yaitu mencari ridho Allah SWT dan bisa sehidup sesurga dengan pasangannya. Hal ini, insyaAllah akan menjaga baik suami dan istri dari ketidaksetiaan dan pengkhianatan, juga fokus membina hubungan berdua.

Lebih spesifik, kamu juga bisa menanyakan langsung kepadanya, soal masalah poligami dan keinginan akan hal itu. agar kamu bisa mempersiapkan diri, jika memang ada keinginan itu dari calonmu, atau memutuskan untuk meneruskan hubungan ataupun tidak.

Sebab, banyak sekali lelaki yang membenarkan perselingkuhan lalu menikah siri dengan orang lain, dengan alasan poligami. Sebagai wanita kamu harus tegas dalam mengambil tindakan terbaik.

***

Nah, itulah beberapa kualitas lelaki yang bisa kamu jadikan patokan untuk menentukan calon suami yang insyaAllah baik dunia akhirat. Selebihnya, ingat selalu bahwa jodoh adalah cerminan dirimu, sehingga kamupun juga harus memantaskan diri dan menjadikan dirimu sama berkualitasnya untuk jodohmu kelak.

Selain itu, juga selalu berdoalah untuk diberikan jodoh terbaik bagi dunia dan akhiratmu, serta beristikharah, juga tetap memohon petunjuk bila ada yang mendekati. Agar kamu tidak sampai salah memilih, yang akan merugikan dirimu sendiri akhirnya nanti.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page