Menikah Itu Bukan Hanya Soal Cinta, Tapi Ibadah Bersama

  • Bagikan
Yang Terbaik Adalah Dia Yang Bertahan
Yang Terbaik Adalah Dia Yang Bertahan via instagram.com @javaphotography

Bapermulu.com – Saat masih remaja dan baru mengenal cinta. Mungkin, kamu akan berpikir bahwa cinta adalah segalanya. Menurutmu pula, hubungan yang harmonis bisa terjalin, juga karena adanya cinta yang kuat di dalamnya.

Saat itu, kamu masih terlalu polos, masih percaya bahwa cinta tak akan pernah mengkhianati dan meninggalkan. Cinta juga tak akan sanggup memberikan luka. Dan menikah adalah wujud agung dari penyatuan antara cinta dan kebahagiaan.

Barulah, saat kamu semakin dewasa, semakin banyak mendapatkan luka dan kecewa karena pengkhianatan cinta, juga semakin banyak pelajaran hidup yang kamu terima. Kamu bukan lagi memandang cinta sebagai solusi dari segala masalah pernikahan.

Kamu sadar, menikah dan bahagia bukan hanya soal cinta dan tidak bisa dipertahankan hanya dengan cinta. Tapi, sejatinya menikah itu butuh tanggung jawab dan komitmen.

Menikah itu pula adalah cara Allah mempertemukan kamu dengan pasangan hidup untuk menemanimu beribadah hingga akhir, yaitu saat kematian menjemput kelak.

Semakin Dewasa, Kamu Tak Hanya Lagi Butuh Orang Yang Hanya Mencintaimu. Tapi yang Mau Diajak Saling Membimbing Untuk Menjadi Lebih Baik

Ketika kamu menyadari bahwa menikah adalah ibadah hingga akhir. Maka, kamu tidak lagi akan menginginkan pasangan yang tampan/cantik dan kaya semata.
Kamu menginginkan seseorang yang mau saling membimbing bersama ke arah yang lebih baik.

Baca Rekomendasi :   Lelaki Itu Seharusnya Memperbanyak Modal Bukan Modus dan Gombal Doang

Mau diajak berubah dan berjuang di untuk memperoleh ridho Allah SWT. Bukan lagi, cinta atau keduniawiaan yang membuat kuatnya hubungan rumah tanggamu.Tapi karena keinginan untuk mencapai surga Allah bersama.

Ketika Kamu Sudah Dewasa, Kamu Sadar Bahwa Menerima Kurang Lebih Pasanganmu Adalah Tanda Keikhlasanmu Dalam Menjalin Hubungan Bersamanya

Setelah menikah, keikhlasanmu dalam menerima kurang dan lebih pasanganmu, adabmu dan perlakuan baik yang kamu berikan pada pasangan, juga sepenuh hati mencintainya karena Allah. Semua itu menunjukkan bahwa kamu ikhlas menerima dirinya sebagai pasangan hidup dan akhiratmu kelak.

Memang, awalnya pasti ada banyak godaan di pelupuk mata yang berusaha menggoyahkan komitmen yang kamu bangun. Ada rasa kaget, ternyata pasanganmu tak sesempurna sebelum kamu menikahinya. Bahkan, mungkin ada rasa kecewa yang menghinggapi hatimu.

Namun, saat kamu ikhlas, kamu melihatnya sebagai seseorang yang juga menerima kamu apa adanya dan mau berbagi denganmu dalam susah senang, juga segala keadaan. Maka, kamu akan tetap bersyukur memilikinya dan menjadikannya sebagai pendamping hidup.

Baca Rekomendasi :   5 Cara Mengatasi Rindu Yang Menggebu, Saat Yang Di Nanti Tak Ada Di Sisi

Semakin Dewasa, Kamu Akan Sadar Bahwa Dalam Menikah Sekalipun. Cinta Yang Utama Tetap Hanya Pada Pemilik Kehidupanmu. Sedang, Untuk Pasanganmu, Cintai Sewajarnya, Perjuangkan Pula Selayaknya

Semakin dewasa dan semakin bijak hatimu dalam melihat kehidupan. Maka kamupun akan meng-orientasikan cinta yang kamu punya sebagai bentuk ibadahmu. Kamu memang mencintai dan menerima pasanganmu sepenuh hati, tapi seutuhnya cintamu hanya milik Allah. Kamu memang memperjuangkannya dengan sekuat tenaga, namun lagi dan lagi menjadikannya pula sebagai bentuk ibadahmu.
Kamu memang ingin membahagiakan pasanganmu, namun kamupun juga mampu merelakannya dengan ikhlas untuk dipertemukan kembali nantinya.

Semakin Dewasa Dirimu. Kamu Sadar Bahwa Menikah Itu Butuh Komitmen dan Tanggung Jawab Dunia Akhirat.

Jika dulu, kamu berpikir menikah itu hanya untuk menjagamu dari nafsu. Semakin dewasa akan sadar bahwa pernikahan itu berat. Ada tanggung jawab besar dan komitmen yang harus kamu jaga sepenuhnya dalam pernikahanmu.

Ada anak-anak dan pasangan yang harus kamu bahagiakan pula sepenuh hatimu. Apalagi, dengan semua pertanggung jawaban pernikahan yang nantinya akan ditagih Allah di akhirat kelak.

Baca Rekomendasi :   Jangan Peduli Kepada Mereka yang Hanya Menjelek-jelekkanmu

Sehingga kamu akan berusaha menahan diri dari nafsu yang salah. Sebisa mungkin hanya fokus pada keluargamu dan kebahagiaan mereka, juga selalu menjaga komitmen untuk setia dan mendampingi pasangan hingga akhir.

Semakin Dewasa, Kamu Mengerti Bahwa Nikmat Hidup Adalah Bisa Bersama Pasangan Di Dunia. Dan Bisa Dipersatukan Kembali Dengan Dia Yang Kamu Cinta Di Akhirat

InsyaAllah, dalam rumah tangga yang Samawa, bukan hanya akan menjadikan hubungan rumah tanggamu menjadi lebih harmonis. Namun, juga rasa cintamu pada pasangan, akan tumbuh lebih besar setiap harinya.

Dan sungguh pula, menjadi suatu kenikmatan, saat di dunia kamu diberikan kesempatan untuk bisa hidup bersamanya. Lalu di akhiratpun bisa dipersatukan kembali dengan pasanganmu.

Dia yang menerima dirimu apa adanya dan mau hidup susah senang bersama. Dia yang menjadi pendampingmu dalam mengurus anak-anak, temanmu dalam ibadah dan terus menggegam tanganmu hingga akhir perjalanan.

Semakin dewasa, kamu akan sadar, bahwa kenikmatan terindah adalah dipertemukan dengan pasangan yang tepat, berakhir dengan bersamanya dan dipersatukan kembali di surga Allah kelak dengannya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page