5 Alasan Menantu Lebih Dekat Dan Menjaga Sillaturahmi Dengan Mertua

  • Bagikan
Menantu dan Mertua
Menantu dan Mertua via unsplash.com

Bapermulu.com – Bukan hanya berhasil mencuri hati anaknya, usahakan kamupun juga bisa mencuri hati orang tua pasanganmu dan mendapatkan restu serta respon yang baik dari mereka.

Sebab, sekali lagi, menikah bukan hanya menyatukan hubungan dua orang, tapi juga menyatukan dua keluarga yang berbeda, sehingga untuk menciptakan keluarga yang rukun dan bahagia, restu orang tua adalah syarat utama yang harus kamu peroleh.

Begitupun, setelah berhasil menikah dengan pasanganmu. Akan lebih baik pula, kamu bisa menjaga hubungan dan sillaturahmi baik dengan mertua, juga keluarga dari pasangan. Sebab akan ada banyak kebaikan yang akan kamu dapatkan, jika tidak hanya keluargamu yang kamu utamakan, tapi juga keluarga pasanganmu.

1. Ingat Selalu Bahwa Mereka Adalah Orang Tua Pasangan Yang Berarti Juga Orang Tuamu

Ingat selalu, bahwa tanpa kedua orang tua yang melahirkan, mendidik dan merawat pasanganmu. Maka, kamu tidak akan mendapatkan dia sebagai pendamping yang baik bagi dirimu sekarang.

Orang tuanya, bukan hanya berjasa pada anak mereka yang berarti adalah pasangan kamu kini, tapi juga berjasa padamu secara tidak langsung. Sebab, tanpa didikan mereka, maka pasanganmu tidak akan menjadi seperti yang sekarang kamu terima dan lihat.

Oleh sebab itu, setelah menikah, hormatilah mertuamu seperti kamu menghormati orang tuamu sendiri. Bahagiakan pula, setelah kamu memenuhi tanggung jawabmu untuk keluargamu sebagai wujud rasa syukurmu.

Baca Rekomendasi :   Tugas Manusia Adalah Berusaha Sebaik-Baiknya. Hasilnya, Pasrahkan Saja Kepada Allah

Tak perlu tumpeng tindih dalam bersikap adil. Selama kamu mampu maka usahakan untuk peduli dan hormat pula pada orang tua dan mertua

2. Mengertilah, Mertua Adalah Orang Tua Dengan Banyak Pengalaman Hidup, Meski Kadang Kamu Berbeda Pendapat. Maksud Dari Mereka Tetaplah Baik

Biasanya hubungan menantu dan mertua menjadi renggang, karena adanya perbedaan pendapat atau salah paham, khususnya soal tugas tanggung jawab dan mengurus anak.

Mertua yang juga orang tua yang sudah punya pengalaman dan merasa sudah makan asam garam dunia lebih banyak, meminta untuk menantunya, untuk menuruti apa yang dinasehatkan. Padahal, di sisi lain, menantunya pun punya pendapat dan ilmu yang telah dicarinya sendiri.

Sebenarnya, selama tidak membahayakan, tidak ada salahnya kok untuk menuruti orang tua atau cara mereka. menantu tidak perlu terlalu kekeh menentang, asal apa yang dinasehatkan tidak berakibat fatal.

Selebihnya, coba diskusikan dengan pasangan dan orang yang lebih berilmu soal perbedaan pendapat dengan mertua itu. insyaAllah, lama-kelamaan dengan edukasi yang benar, mertua juga akan mengerti. Apalagi, maksud dari nasehat mereka sebenarnya baik, hanya saja bagimu kurang tepat.

Semua kembali pada background, cara berpikir dan pendidikan yang dialami. Jadi, tetap dihadapi dengan selow saja, ya.

Baca Rekomendasi :   Menikah Itu Ibadah, Jadi Niatkan Lillahi Ta'ala Dan Penyempurna Ibadahmu

3. Meski Ada Beberapa Hal Yang Berbeda, Sebagai Yang Lebih Muda. Pengalaman Orang Tua Atau Mertua Tetap Banyak yang Bisa Dipelajari dan Ditiru

Seperti misalnya, bagaimana orang tua mampu menjaga pernikahannya sampai tua. Mampu menyenangkan hati suami/istrinya, mendidik anak-anak yang baik sehingga bisa menjadi seperti pasanganmu sekarang.

Kamu bisa meminta petuah dan nasehat terbaik untuk menjaga kelanggengan hubungan rumah tanggamu, lewat bantuan mertuamu. Sebab, bagaimanapun meski ada beberapa perbedaan pendapat, tetaplah pengalaman mertua dalam membangun rumah tangga juga bukan hal yang bisa disepelekan.

Terbukti, lewat tangannya keluarganya bisa utuh sampai maut menjemput. Anak-anaknya bisa menjadi pasangan yang terbaik bagimu sekarang.

4. Menjadi Menantu Kesayangan Mertua Itu Banyak Sekali Untungnya. Ketika Ada Masalah Dengan Pasangan, Kamu Pasti Akan Dibela. Ketikan Minta Bantuan, Keluarga dan Mertuamu Pasti Akan Segera Membantu

Selanjutnya, banyak sekali keuntungan yang kamu peroleh ketika menjadi menantu kesayangan mertua. Pertama, saat kamu ada masalah dengan pasangan. Mertuamu kemungkinan besar akan mendukungmu dan membelamu sebab rasa sayangnya dan tahu bahwa anaknyalah yang salah.

Selanjutnya, tidak ada yang lebih kamu percaya dan mintai tolong terdekat selain orang tua atau mertua sendiri. Semisal, kamu harus menitipkan anak-anak saat pergi sebentar. Pasti orang tua atau mertuamu yang akan kamu mintai tolong.

Baca Rekomendasi :   Aku Tak Harus Memilikimu Tapi Bolehkah-ku Selalu Didekatmu~

Jadi, usahakan bukan hanya dekat, kalau bisa jadi menantu kesayangan, kenapa gak?

5. Keharmonisan Dengan Mertua Ternyata Berpengaruh Pada Keharmonisan Keluarga. Ini Sama Seperti Restu Mereka Saat Menjalani Pernikahanmu

Sudah dijelaskan di beberapa artikel sebelumnya dan diatas bahwa restu orang tua akan sangat berpengaruh pada kelangsungan hubungan pernikahanmu. Jika kamu terus bersitegang dengan mertua, akan ada saatnya nanti, kemungkinan nasib keluargamu akan dipertaruhkan. Selain itu, masalah rezeki yang seret, sebab tak dapat restu dan berkah dari orang tua.

Belum lagi, untuk menantu yang memang suka menjaga jarak dari mertua, atau mertua yang dzalim pada menantunya. Semuanya akan mendapatkan karmanya sendiri-sendiri. Saat mertua sudah baik, tapi menantunya yang kurang aja.

Siap-siap saja nanti akan dibalas oleh anak menantunya di masa depan. Sama halnya, dengan mertua yang dzalim juga akan mendapatkan balasannya sendiri.

Jadi, baik sebagai mertua maupun menantu. Berusahalah untuk sama-sama mengerti akan posisi masing-masing. Sebagai mertua, jadikan dan perlakukan menantumu seperti anakmu sendiri, begitupun untuk menantu, perlakukan mertuamu seperti orang tuamu sendiri.

InsyaAllah meski kedudukannya adalah mertua atau orang tua pasangan, doa dan berkahnya dalam menyayangi, juga menghormati tidak akan kalah dari orang tua sendiri.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page