5 Fakta Dibalik Orang yang Marah Ketika Ditegur Kesalahannya

  • Bagikan
Ditegur ketika salah
Ditegur ketika salah

Pernah gak, kamu bertemu seseorang yang sebenarnya melakukan kesalahan yang merugikanmu atau orang lain. Tapi ketika ditegur malah balik marah, bahkan lebih pedas ucapannya kepadamu.

Seperti misalnya, video yang baru-baru ini viral di sosial media saat ini. Ada orang dengan seenaknya menyerobot antrian, lalu saat ditegur oleh orang lain, justru balik marah, hingga melontarkan kata yang tak seharusnya diucapkan.
Nah, hal itu benar dan sering kita temui orang-orang seperti itu dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya jika ditelisik lebih dalam ada lho beberapa fakta soal sikap aneh mereka. Di tegur karena salah kok malah dibalas marah-marah?

1. Merasa Tak Diterima Ditegur Karena Tidak Sadar Melakukan Kesalahan

Fakta, ada lho orang-orang yang tidak menyadari bahwa perbuatannya sedang merugikan orang lain. Dia tidak tahu atau parahnya merasa biasa saja dengan apa yang dilakukannya, sehingga tidak terima, jika ditegur oleh orang lain, sebab disebut melakukan kesalahan.

Baca Rekomendasi :   5 Zodiak Ini Ingin Terlihat Kuat, Padahal Hatinya Menangis

Apalagi, jika tegurannya tiba-tiba keras dan langsung menohok. Tentu saja, orang itu tidak akan begitu saja menerima, bahkan balik memarahi dan mengumpat dengan lebih keras.

Oleh sebab itu untuk menyikapi hal ini. Penting bagi kita untuk lebih peka pada lingkungan sekitar. Jika mau melakukan sesuatu, misalnya saja menyerobot antrian, lebih baik permisi atau tanya dulu. Agar orang lain tak merasa haknya diambil dan dirugikan.

2. Sadar Salah, Tapi Karena Terlanjur Malu. Marahnya Adalah Bentuk Pembelaan dan Pembenaran Diri

Selanjutnya adalah orang yang memang tahu bahwa dia salah. Tapi, untuk menutupi rasa bersalah dan rasa malunya, sebab ditegur di depan umum. Maka, biasanya dia akan balik marah untuk memberikan pembelaan dan pembenaran pada diri sendiri.

Orang seperti ini, biasanya, selalu melakukan hal yang sebenarnya merugikan orang lain. Tapi, karena tak pernah ditegur dia merasa orang lain baik-baik saja dengan sikap songongnya. Sehingga, saat tiba-tiba ada yang menegur, dia merasa tak terima. Bahkan balik marah untuk menutupi rasa malunya.

Baca Rekomendasi :   Lakukan 6 Rutinitas Ini Jika Ingin Menjadi Pria yang Sukses!

3. Egois Ingin Menang Sendiri, Lengkap Dengan Watak Dan Karakter Yang Keras

Orang yang ditegur malah balik memarahi, sebenarnya juga disebabkan karena wataknya memang keras dan egois seperti itu.

Dia terbiasa melakukan apapun menurut kehendaknya sendiri, bahkan tak peduli dengan kenyamanan orang lain. Apalagi, saat orang-orang itu juga biasanya malas menegur balik atau merasa percuma, mengingat wataknya kembali.

Sehingga, saat ada yang menegur dan itu di depan umum. Bukannya sadar dan meminta maaf, dia justru merasa harga diri dan superioritasnya di injak oleh seseorang. Sehingga amarah itu muncul karena watak keras yang dimilikinya. Bahka orang seperti ini tidak akan segan menyalahkan orang lain, sebagai pembenaran diri.

4. Kesehatan Mental Rendah dan Mudah Sekali Terpancing Emosi

Jujur saja orang yang mudah marah dan terpancing emosi. Bisa jadi, karena mempunyai kesehatan mental rendah dan sulit mengontrol emosi.

Baca Rekomendasi :   5 Langkah Menemukan Pekerjaan Impianmu, Terapkan ya!

Sehingga saat merasa ada yang memprovokasi dirinya, meski dengan cara yang sopan sedikitpun. Dia akan mudah terpengaruh dan salah paham pada maksud baik orang lain.

5. Ditegur Merasa Seperti Diatur-atur Oleh Orang Lain

Meskipun dalam keseharian kita hidup bermasyarakat. Namun, tidak semua orang mampu mengaplikasikan ilmu kemasyarakatan dan mematuhi norma dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak yang sulit diatur dan merasa bahwa ditegur itu sama dengan merusak harga diri. Mereka biasanya merasa superior dan tidak butuh orang lain. Sifat kekanakan dan egois juga masih mendominasi, jadi tidak bisa berpikir jernih dan bijak dalam menghadapi masalah sosial.

***

Intinya, orang yang salah ketika ditegur malah balik marah, adalah bukti masih rendahnya tingkat adab dan akhlak dalam bermasyarakat. Hal ini bisa diatasi dengan pembelajaran dan pembentukan karakter yang baik sedari dini.

 

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page