Tak Bisa Mencium Belum Tentu Covid, Bisa Jadi Dianggap Cuma Teman

  • Bagikan
Di anggap sebagai teman
Di anggap sebagai teman

Belakangan berita dan info kematian akibat Covid-19 semakin sering berseliweran di timeline sosial media, terlebih jika yang meninggal itu tokoh masyarakat, pemuka agama atau orang terkenal/selebriti, atau juga anggota keluarga sendiri.

Mungkin ini akan jadi perdebatan, karena setiap orang punya alasan. Tetapi sadarkah kita jika tidak semua orang punya ketahanan mental yang cukup baik seperti Anda? Bagi sebagian orang mungkin biasa, tetapi bagi yang lain berita kematian bisa jadi mengganggu stabilitas imunitas, yang justru akan melemahkan.

Di anggap sebagai teman
Di anggap sebagai teman

Gangguan psikologis karena terlalu sering mendapat berita kematian akibat covid sedikit banyak bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap pemulihan, baik pemulihan kesehatan maupun psikis.

Baca Rekomendasi :   6 Pertanda, Kamu Sudah Cukup Dewasa Dalam Menjalin Persahabatan

Mungkin ada yang bilang, non aktifkan saja sosial media atau whatsapp selama masa isolasi atau penyembuhan, selesai. Sebab ternyata saya mendapati orang-orang yang meski sudah status negatif covid tetapi masih butuh waktu untuk pemulihan psikisnya, dan itu tidak tahu sampai kapan.

Mungkin ada baiknya kita cukup mendoakan setiap ada info sahabat, kerabat atau tokoh yang berpulang, tanpa perlu mempostingnya di sosial media. Kita ganti dengan postingan bahagia, kesembuhan pasien covid atau hal positif lainnya.

Covid-19 memang bahaya, tetapi gangguan mental dan psikologis juga berbahaya dan bisa menyebabkan penurunan imunitas. Mungkin, jika bukan keluarga atau tidak terlalu penting untuk kita share atau posting, perlu lebih bijaksana lagi.
Mohon maaf jika berbeda pandangan. Saya memandang kamu, eh kamu memandang ke yang lain.
Semoga bangsa ini cepat pulih.
Bayu Gawtama
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page