7 Alasan Dibalik Sikap Orang Lain Yang Meremehkan Status Jomblomu

  • Bagikan
Memutuskan Pasangan
Memutuskan Pasangan

Pasti ada saja orang di dalam lingkungan kita yang mudah meremehkan orang lain. Mulai dari pekerjaan hingga masalah hubungan pribadi seperti misalnya status jomblo yang masih melekat pada dirimu.

Mereka bahkan tega membully, menghina dan menganggap sebelah mata dirimu, sebab belum menemukan yang terbaik dan masih sendiri. Padahal, kamu sama sekali tidak pernah ikut campur dengan mereka, juga menanggapi.

Nah, jika ditelisik lebih dalam ternyata ada lho alasan kenapa orang lain sampai bisa meremehkan status jomblo seseorang. Penyebabnya, bisa saja dari dirimu sendiri atau murni dari orang lain yang tak suka. Pingin tahu apa saja itu?

1. Tanpa Sadar Kamu Sendiri Yang Sering Menyombongkan Status Jomblo Yang Kamu Punya

Green Phongsathorn Padungktiwong
Green Phongsathorn Padungktiwong

Mari kita mulai dari penyebab orang lain yang tidak suka dan terkesan meremehkan status jomblomu, karena dirimu sendiri yang memulainya. Pertama, disebabkan oleh rasa sombong atas status yang kamu miliki.

Sebenarnya dalam lubuk hati terdalam, kamu juga menginginkan seseorang untuk menjadi pasangan. Namun, karena dia masih belum hadir, untuk menyenangkan diri sendiri. Kamu mulai bersikap sombong atas status jomblo yang kamu miliki.

Bahkan kebanggaan itu mulai tak wajar dan mulai mencela mereka yang sudah menjalin hubungan tapi menurutmu tak benar-benar bahagia. Semisal, kamu mulai mengomentari, dia tak cocok dengan dia karena ini dan itu. Dia tak benar-benar bahagia sebab ini dan itu. Dia dan pasangannya seharusnya seperti ini dan itu.

Baca Rekomendasi :   Hubungan Beda Agama; Lebih Mencintai Pencipta-Nya atau Ciptaan-Nya?

Tentu saja, orang lain akan jengah dan jengkel pada sikap kamu dan mulai meremehkan pula status jomblo yang kamu miliki. Kalau hal itu terjadi, jelas saja sikap remeh itu karena kesalahanmu sendiri. Sebenarnya kamu jangan merasa buruk meski lama menjomblo, karena jomblo itu bukan dosa.

2. Kamu Jomblo Tapi Suka Sekali Mengomentari dan Memberi Nasehat Pada Hubungan Orang Lain

Kerja Keras Itu Boleh
Kerja Keras Itu Boleh

Kadang orang yang belum praktik atau merasakan secara langsung kerumitan dalam hubungan. Mudah sekali menjudge atau memberi petuah dan nasehat yang belum tentu benar, tapi menyakitkan.

Orang lain meremehkanmu, karena kamu sendiri yang suka ikut campur dan mengomentari hubungan seseorang. Bahkan berani menjugde dan memberikan nasehat seolah kamu sudah sangat berpengalaman sekali dalam bidang itu. Tentu saja teman yang jengkel dengan sikapmu akan mengolok status jomblo yang kamu punya, sebagai perbandingan mereka.

3. Sok Jaim dan Menolak Pada Mereka Yang Berusaha Ingin Mendekati

Na Naphat Vikairungroj
Na Naphat Vikairungroj

Tampil apa adanya itu lebih baik, jika kamu ingin menjalin hubungan yang sehat. Jangan memancing orang lain meremehkan status jomblomu, sebab kamu sendiri yang seolah bersikap dingin, cuek dan jaim pada mereka.

Karena tanpa kamu sadari, sikap itu akan membuat orang merasa tak dihargai oleh dirimu. Sehingga mereka tak segan menghina atau memperolok status jomblo yang kamu miliki.

Bersikap saja sewajarnya pada orang lain. Saat ada yang berusaha mendekat atau tertarik pada dirimu. Gunakan cara yang baik dalam menghadapinya. Semisal, kamu jujur saja jika kamu memang tidak suka padanya. Itu lebih baik, daripada terlalu jual mahal.

4. Kamu Terlalu Meninggikan Standart Yang Kamu Miliki. Bahkan Tidak Sesuai Dengan Standartmu Sendiri

Krist Perawat
Krist Perawat

Setiap orang pasti menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Sehingga ada yang sampai membuat dan menentukan standart untuk seseorang yang akan menjadi jodohnya nanti. Tentu itu boleh dan merupakan hak kamu.

Baca Rekomendasi :   Sah-sah saja, Seorang wanita Mengajak Seorang Laki-laki Untuk Ta'aruf Duluan

Namun, akan lebih baik penentuan standart itu tetap wajar dan bersyukur, jika kamu juga bercermin diri saat menentukan standart itu.

Sudahkah kamu sebaik dia yang kamu inginkan untukmu? Sudahkah kamu memantaskan dirimu untuk standart yang seperti itu? apakah dengan standart yang kamu tetapkan, kamu bisa benar-benar bahagia dalam menjalani hubungan nanti?

5. Orang Lain Itu Yang Tidak Merasa Bahagia Dalam Hubungannya. Sehingga Suka Ikut Campur Urusan Orang Lain

Lama menjomblo
Lama menjomblo

Untuk poin ke lima ini, sudah fokus pada orang lain. Pertama, sebab mereka yang memang tidak memiliki hubungan yang bahagia, namun tidak mau mengakuinya.

Untukmu para jomblowan dan jomblowati, haruslah kamu tau, bahwa banyak diantara mereka yang sudah memiliki pasangan, ternyata masih sangat merindukan masa lajangnya. Mereka sering merasa iri pada pemuda pemudi yang terlihat keluyuran bebas dan tanpa beban, juga bahagia.

Namun, sama seperti poin pertama, mereka tak mau mengakui ketidak bahagiaan itu. Sehingga mendorong dirinya untuk ikut campur dan meremehkan status hubungan orang lain. Bahkan seolah menyombongkan diri agar terlihat bahagia dalam hubungan yang dijalaninya.

Baca Rekomendasi :   5 Hal yang Biasa di Sembunyikan Oleh Pasanganmu, Betul Tak?

6. Orang Itu Memang Tak Menyukai Dirimu dan Senang Mengolok Kekurangan Yang Kamu Punya

Kamu Hanya Tahu Luarku Saja
Kamu Hanya Tahu Luarku Saja

Ada lho orang yang membenci tanpa alasan. Senang sekali, saat melihat orang yang tidak disukainya tidak bahagia dan diejek oleh perkumpulannya. Sehingga dia akan berusaha untuk mencari tahu dan mengolok kekurangan yang kamu miliki.

Meski, kamu sama sekali tidak menganggu dirinya ataupun punya masalah sama dia. Ya sudah, kalau ketemu jenis orang toxic seperti ini. Memang tidak ada yang bisa kamu lakukan selain tutup mata dan telinga saat dia menghina atau meremehkan status bahkan pencapaian yang kamu punya.

7. Stereotype Masyarakat Pada Mereka Yang Masih Menjomblo Di Usia Tertentu

Rezeki Itu Jaminan Allah
Rezeki Itu Jaminan Allah

Selanjutnya dan alasan orang-orang meremehkan status jomblomu adalah pandangan dan stereotype masyarakat umum soal waktu dan usia pernikahan. Apalagi ketika kamu masih menjomblo di usia yang menurut masyarakat sudah sangat matang. Sehingga, status itu otomatis menjadi bahan obrolan hingga hinaan.

Jika memang keadaan seperti ini, sama seperti poin ke enam, tidak ada yang bisa kamu lakukan selain sabar dalam menghadapinya. Tetap berprasangka baik pada hidup dan takdir yang kamu miliki.

Sebab biasanya pandangan itu sudah terlanjut mengakar kuat dalam diri masyarakat pada umumnya. Berdoa dan memohon ketegaran pada Sang Pemilik Kehidupan untuk mendamaikan hati dan tidak terpancing.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page