Jangan Memaksakan Diri Bertahan, Ketika Hatimu Selalu Terluka

  • Bagikan
Ketika Hatimu Selalu Terluka
Ketika Hatimu Selalu Terluka

Ada kalanya kamu harus berhenti dan melepaskan seseorang yang tidak bisa menghargai. Walau kamu begitu mencintainya, tapi untuk apa ketika harus mengorbankan kebahagiaan dirimu sendiri. Belum lagi dengan efek buruk yang didapatkan oleh orang-orang berharga di sekitarmu.

Sungguh tak sadarkah dirimu? bahwa selama ini kamu hanya sedang memaksakan diri, tak bisa menghargai dirimu, dan selalu menerima serta pasrah saja, jika dijadikan pelampiasan setiap kali ada masalah.

Tak pantaskah kamu untuk bahagia? Tak pantaskah kamu mendapatkan cinta yang membahagiakan? Dan tak bisakah kamu berhenti untuk pura-pura baik-baik saja, saat hidupmu jelas tak baik-baik saja?

Padahal, jika kamu bertahan, belum tentu dia tak akan pergi. Padahal jika kamu pergi, mungkin sebenar-benarnya bahagia yang akan kamu dapatkan setelah ini.

Sadarlah, Luka Itu Bukan Hanya Hadir Dari Dirinya, Tapi Dari Kebodohanmu Sendiri Karena Masih Bertahan Dengan Orang Yang Menyakiti.

Ketika Hatimu Selalu Terluka
Ketika Hatimu Selalu Terluka

Jangan salahkan siapapun, saat merasa dunia ini tak adil bagimu. Sebab kamu yang tak berani melepaskan diri. Berhentilah selalu tidur, menutup mata dan telinga pada ketidak adilan yang sedang terjadi. Saat kamu ingin bahagia, maka berusahalah mendapatkannya.

Baca Rekomendasi :   Masih Dengan Doa yang Sama, Semoga Allah Hadirkan Jodoh yang Baik dan Taat

Berhenti bertahan dengan seseorang yang hanya bisa menyakiti dan carilah kebahagiaan yang kamu impikan. Sebab luka itu hadir bukan hanya dari dirinya, tapi dari kebodohanmu sendiri. Ketidak adilan bukan karena dunia membuatmu begitu, tapi kamu sendiri yang memilih bertahan dan tidak mau melepaskan diri dari dunia yang seperti itu.

Itu Bukan Cinta, Tapi Pembodohan. Sebab Cinta Yang Benar Akan Mengajakmu Berjuang Bersama. Bukan Sibuk Menyakiti Hati dan Perasaanmu.

Mencintai Diri Sendiri
Mencintai Diri Sendiri

Jika kamu masih bertahan dengan orang yang hanya bisa menyakiti atas nama cinta. Percayalah, itu adalah sebuah kebodohan yang hebat dalam hidupmu. Cinta itu, saat kamu tak makan dia tak makan. Saat kamu sakit, dia juga sakit.

Saat kamu berjuang, dia juga berjuang. Baik itu dalam kehidupan yang sederhana, hingga penuh kesusahan, cinta yang benar tidak akan menyakiti dirimu, bahkan membuatmu bahagia dengan ketulusannya.

Sehingga gunakan akal dan pikiranmu. Benarkah itu cinta?

Baca Rekomendasi :   Yang Terbaik Tak Datang Dengan Segala Kelebihannya, Tapi Tak Pergi Karena Kekurangan

Jangan Mau Dipermainkan Oleh Perasaanmu Sendiri. Saat Kamu Terus Bertahan, Seberapa Besar Kamu Yakin Dia Akan Berubah dan Tidak Akan Pergi Juga?

Cintai diri sendiri
Cintai diri sendiri via instagram.com @popyauliaa

Kadang kamu sudah rela bertahan, sudah rela dijadikan pelampiasan hingga samsak tinju. Kamu rela bertahan atas dasar cinta dan anak-anak. Kamu sudah begitu rela dipermainkan dan tidak dihargai. Tapi akhirnya, dia juga tetap memilih pergi dan menertawakan kebodohanmu saat bertahan sebelumnya.

Saat itu, bukan hanya kamu akan terluka dan tersakiti, kamupun bisa menggila, karena baru sadar betapa bodohnya dirimu itu.

Kamu harus hati-hati, karena hati manusia itu mudah dibolak-balikkan. Hey, cinta manusia itu hanya sepanjang galah, apalagi saat bersama orang yang tidak tepat. Kamu berdoa pada Tuhan untuk membebaskanmu dari hubungan yang tidak sehat, kamu berdoa agar dia bisa berubah menjadi lebih baik.

Ya, Tuhan mengabulkannya. Dia mengabulkan dengan benar-benar membuatnya pergi agar kamu lepas dari hubungan yang tidak sehat itu, dia berubah dengan tidak lagi mempertahankan hubungan denganmu.

Baca Rekomendasi :   Patah Hati Tak Lantas Membuatmu Harus Berhenti Membuka Diri

Saat itu, tanyakan pada hatimu, setelah semua rasa sakit yang kamu terima. Apakah kamu bisa bahagia atau justru semakin terluka? Berhasilkah kamu mengalahkan perasaan cinta yang salah dalam pikiranmu?

Jadi, Berhentilah Memaksakan Diri dan Memaklumi. Saat Hubungan Itu Membuatmu Sakit Berpikirlah Untuk Pergi.

Memang hubungan itu butuh perjuangan dan penerimaan. Memang, setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi, jika kekurangan itu diluar batas wajar, mana mungkin kamu bisa menganggapnya wajar – wajar saja. Jika kekurangan itu membuatmu lebih dari sekedar sakit, bagaimana mungkin kamu bisa sembuh saat terus bersamanya.

Ada kalanya, untuk lebih baik berhenti memaklumi dan memaksakan diri bertahan. Saat sikap buruknya bukan lagi sekedar sikap buruk. Saat sikap buruk itu sudah berhubungan dengan komitmen, kesehatan mental hingga fisik. Maka berhentilah bertahan.

Bukankah lebih baik meninggalkannya demi keawarasan dan kesehatan dirimu sendiri?

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page