Banyak Hati yang Pernah Singgah. Bagiku, Kamu Yang Paling Membuat Hatiku Patah

  • Bagikan
Banyak Hati yang Pernah Singgah
Banyak Hati yang Pernah Singgah

Bapemulu.com – Bukan hanya kamu, tapi sebelumnya, ada beberapa orang yang pernah jadi cukup istimewa di hatiku. Bukan hanya kamu yang pernah menyakiti, tapi bagiku kamu yang paling membuat hatiku terjatuh begitu parah.

Hal itu terjadi, mungkin karena harapan yang kusematkan padamulah yang paling tinggi. Mungkin, karena pengorbanan paling hebat hanya padamu, kuberikan. Mungkin, karena kepergiaanmu yang paling menyakitkan dalam hidupku.

Sehingga meski pernah ada hati lainnya yang singgah, pertemuan denganmu dan hubungan itu yang paling membuatku patah dan sulit untuk move on saat kamu ternyata ditakdirkan bukan menjadi milikku.

Aku Pernah Sakit dan Patah Sebelumnya. Tapi, Hadirmu Membuat DirikuĀ  Benar-Benar Sembuh, Nyaman dan Harapan Itu Kembali Tumbuh.

Banyak Hati yang Pernah Singgah
Banyak Hati yang Pernah Singgah

Aku bukanlah tipe orang yang mampu berjalan di dunia ini sendirian. Aku selalu butuh pertolongan dan sandaran untuk bisa bertahan, butuh seseorang untuk memegang erat kedua tangan dan bersamanya membuatku merasa baik-baik saja.

Tapi, diantara semua orang yang pernah memberikan harapan itu. kamulah yang berhasil membuatku merasa paling nyaman, paling istimewa dan membuat mimpi soal masa depan terasa nyata. Kamu menyembuhkan setiap luka yang dulu pernah kurasakan, kamupun bisa membuatku begitu yakin saat bersamamu semua akan berjalan dengan begitu indah.

Baca Rekomendasi :   Ajari Aku Menyembunyikan Luka, Biar Ku Ajari Kamu Tersenyum Bahagia

Bahkan, saking bodohnya aku, rasanya begitu hampa dan sulit, ketika tidak melihat senyummu setiap pagi dan setiap waktu. Sehingga hadirmu dulu adalah salah satu hal yang paling kusyukuri, sekaligus sebisa mungkin kupertahankan, meski dengan cara yang menyakiti diriku sendiri.

Cinta Itu Pada Dasarnya Membutakan, Tapi Untukmu, Aku Bisa Melakukan Segala Hal.

Ketika Hatimu Selalu Terluka
Ketika Hatimu Selalu Terluka

Jika bersama mereka, aku masih bisa berpikir waras, masih bisa mengutamakan masa depan dan diriku sendiri dalam menjalin hubungan. Cinta itu, meski setulus mungkin berusaha aku berikan. Namun, aku masih cukup menyadari batasannya dan cukup memperjuangkan selayaknya. Sehingga saat mereka pergi dan membuat hatiku patah, aku bisa merelakan seutuhnya.

Tapi berbeda denganmu. Meski pada dasarnya cinta itu membutakan. Tapi, logikaku seakan tumpul saat menjalin hubungan itu. Bagiku, untuk mempertahankanmu, aku bisa melakukan segala hal. Aku bisa melakukan apa saja, menjadi begitu terobsesi dan selalu yakin bahwa kamu pasti akan berakhir bersamaku.

Baca Rekomendasi :   Karena Kamu Adalah Rumah Tempat Berpulang Dari Segala Riuhnya Kehidupan

Entah bagaimana, bersamamu selalu membuat merasa bahagia dan yakin kamu tulus dan mencintaiku dengan sepenuhnya. Bahkan saat aku egois dan memikirkan diriku sendiri.

Sehingga Saat Ternyata Kamu Tidak Ditakdirkan Bersamaku. Saat Itulah Aku Merasa Paling Hancur dan Tak Pernah Sehancur Ini.

Ployphach Phatchatorn Thanawat
Ployphach Phatchatorn Thanawat

Salahku memang karena terlalu meninggikan harapan bersamamu. Salahku, saat terlalu yakin bahwa usahaku pasti akan mempertahankan dirimu. Padahal, soal jodoh itu hanya Tuhan yang tahu.

Sehingga, saat kamu pergi bersama dengan luka. Kamu pergi meninggalkan janji dan harapan yang kusematkan. Kamu pergi, saat aku bukan orang cukup mampu berdiri sendirian. Aku hancur dan benar-benar patah. Sesekali bahkan muncul keinginan untuk pergi saja dari dunia ini, sesekali muncul keinginan untuk membalasmu dengan sesakit-sakitnya hatiku.

Baca Rekomendasi :   Tak Kunjung Punya Pacar? Mungkin Ini 5 Alasan Terbesarnya!

Berhari-hari aku hanya menangis, berhari-hari yang bersembunyi dari keramaian, bahkan saat orang disekelilingku berusaha menguatkan, aku tetap merasa begitu sendirian. Saat itu, tidak ada yang lebih penting dalam hidupku selain kamu kembali.

Kamu Yang Paling Membuatku Patah. Bahkan Hingga Kini, Itu Membuatku Begitu Takut Jika Takdir Mempertemukan, Sekaligus Merindukanmu Secara Bersamaan.

Jomblo Bahagia
Jomblo Bahagia

Anehnya, dulu maupun kini kamu tetap menjadi orang yang istimewa sekaligus orang yang aku benci. Rasanya, aku masih begitu berharap takdir akan mempertemukan kembali, juga merasa takut jika itu benar-benar terjadi.

Apakah aku akan menganggapmu seperti orang asing atau teman lama? Apakah hatiku tidak akan berdebar lagi? Apakah kamu masih akan peduli? Semua pertanyaan itu kadang menggelayut dalam hati.

Padahal aku sudah bahagia, tapi jujur ada sisi hati dimana aku masih merindukan sekaligus membencimu. Mungkin, karena kamulah yang membuat hatiku paling patah. Tidak semudah itu untuk melupakan dan merelakan dirimu dengan seutuhnya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page