Review dan Sinopsis Girl From Nowhere season 2, episode 6 “Liberation”

  • Bagikan
Girl From Nowhere season 2, episode 6
Girl From Nowhere season 2, episode 6

Pertarungan antara Nanno dan Yuri semakin menarik saja. Cara mereka untuk mengatasi dan memberikan pelajaran kepada sekolah-sekolah semakin menarik saja, setelah Sinopsis Girl From Nowhere season 2, episode 5, mengangkat tema perpeloncoan saat ospek.

Nah, Girl From Nowhere season 2, episode 6 mengangkat tema peraturan sekolah yang turun temurun dan menyusahkan siswanya. Simak yuk alur ceritanya berikut ini.

Review dan Sinopsis Girl From Nowhere season 2, episode 6 “Liberation”.

Girl From Nowhere season 2, episode 6
Girl From Nowhere season 2, episode 6

Pantanawittaya merupakan sekolah yang super disiplin. Mempunyai aturan untuk semuanya dari tahun 1982 secara turun temurun dengan jumlah peraturan 472 pasal. Episode ini, difilmkan dalam hitam putih dengan kilatan warna.

Jelas bahwa estetika monokrom dirancang untuk menekankan gagasan keteraturan dan kesesuaian, dan warna merah lipstik dan darah melambangkan pemberontakan dan siapa yang lebih memberontak daripada Nanno?

Baca Rekomendasi :   Review dan Sinopsis Girl From Nowhere Season 2 Episode 2 : True Love

****

Guru A (Patharawarin Timkul) dan Guru B (Chutima Teepanat) adalah simbol ketaatan yang sama tanpa nama. Di hari pertama di sekolah, dia sudah mulai menunjukkan pembangkangan, meski sudah diperingkatkan oleh teman sekelasnya. Namun justru dia semakin membangkang supaya yang lainnya juga membangkang.

Sehingga akhirnya, Nanno harus di hukum dengan membaca buku peraturan tersebut di lapangan sekolah yang diawasi dua siswa penegak hukum sekolah. Bukan Nanno namanya bila tak membuat keributan, dia membaca buku tersebut dengan keras-keras satu per satu. Lalu kemudian membakar buku tersebut, dengan alasan tak ada peraturan yang melarang untuk membakarnya.

Pada akhirnya dia pun kembalidi hukum ke ruang ketaatan yang sunyi dan hanya diputarkan peraturan sekolah satu per satu dengan keras. Namun sayangnya dia bisa keluar lagi dan sudah di kelas dengan pembangkangan yang lebih gila. Mulai dari mewarnai rambutnya dengan ungu sampai dengan pita rambut hijau.

Baca Rekomendasi :   20 Drama dan Film Chimon Wachirawit, Bagus Semuanya

Guru A semakin kesal dan kejam saja, dia kembali memasukkan Nanbo keruang ketaatan dan langsung memotong lidah Nanno.

***

Di Lain Pihak, Ada Siswa Baru yang Ingin Menjadi Penolong Guru A.

Secara tematis, “Pembebasan” paling jelas berkaitan dengan kemunafikan mereka yang membuat aturan dan menolak untuk mengikutinya. Tetapi juga dirancang untuk memajukan hubungan antara Nanno dan Yuri dan menciptakan persaingan yang lebih besar antara mereka berdua dan kontras antara mereka.

Ketika Nanno meninggal (lagi!), campur tangan Yuri membuat seluruh sekolah menjadi kacau. Para siswa menghidupkan dan brutal terhadap sekolah. Ini adalah momen kemenangan bagi Yuri, yang sekali lagi menyapa mayat Nanno yang tertusuk, menjelaskan bahwa agar Yuri menang di game ini.

Baca Rekomendasi :   Don't Say No The Series, Kisah Klasik Sahabat, Cinta dan Masa Kuliah

Akhirnya, para siswa yang berani, dicambuk menjadi hiruk-pikuk oleh Yuri, membunuh Guru A dan mulai saling menyerang. Intinya, orang mengira, adalah bahwa tanpa adanya aturan, kekacauan terjadi, dan itu belum tentu merupakan hal yang baik.

Ketika satu-satunya anggota sekolah yang tersisa. Kepala sekolah, menyalahkan Yuri, dia meminta pemungutan suara apakah dia harus dibunuh atau tidak, dan semua siswa secara alami berbalik melawannya. Lalu bagaimana kisah selanjutnya?

Pemeran Girl From Nowhere season 2, episode 6 “Liberation”.

  1. Kitty Chicha Amatayakul Sebagai Nanno.
  2. Nink Chanya McClory Sebagai Yuri.
  3. May Patharawarin Timkul Sebagai Miss A.
  4. Tai Chutima Teepanat Sebagai Miss B.
  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page