Semoga Kamu Bahagia Dengan Dia Yang Kamu Harapkan

  • Bagikan
Bahagia dengan dia yang kamu harapkan
Bahagia dengan dia yang kamu harapkan

Bapermulu.com – Sejak awal, aku sudah sedikit banyak merasa, bahwa mungkin saja kamu bukan tercipta untuk diriku. Sejak pertama kali menjalin hubungan itu, aku sudah tahu bahwa cinta memang tak selalu memiliki, dan justru lebih egois, jika aku memaksa untuk memilikimu.

Apalagi, aku percaya, bahwa ketentuan Tuhan itu indah. Jadi, ketika aku sadar bahwa hatimu bukanlah milikku. Kamu bukan ditakdirkan untuk terus bersamaku. Maka aku pergi. Aku akan menghilang dari hidupmu dan sebisa mungkin merelakanmu untuk bersama dirinya.

Aku hanya tidak ingin egois, sebab hubungan tidak bisa berjalan sendirian. Apalagi, bertahan hanya karena rasa kasihan. Mungkin, itulah yang terbaik untuk kita berdua. Akhir yang seharussnya sebagaimana, yang Tuhan takdirkan.

Aku Percaya Apa Yang Seharusnya Menjadi Milikku, Harusnya Tidak Menjadi Milik Orang Lain. Tapi Hatimu, Nyatanya Kamu Biarkan Dimiliki dan Diisi Oleh Orang Lain.

Bahagia dengan dia yang kamu harapkan
Bahagia dengan dia yang kamu harapkan

Dari dulu, aku percaya bahwa apa yang menjadi milikku, tidak akan menjadi milik orang lain. Apa yang ditakdirkan buatku, hati, jiwa dan perasaannya juga bersamaku dengan saling menerima, serta mengasihi dengan tulus.

Baca Rekomendasi :   Sudah Yakin Menuju Pelaminan? Pastiin 5 Hal Ini Dahulu Deh!

Namun, kamu berbeda. Kamu membiarkan hatimu dinyamankan serta memberi kenyamanan pada orang lain. Begitu juga dengan pikiranmu diisi oleh harapan bersama dengan orang lain. Kamu mengkhianatiku dan tetap merasa baik-baik saja setelah melakukan semua itu.

Jadi, dengan semua fakta itu. Salahkah, aku jika berpikir bahwa kamu bukan ditakdirkan untukku. Salahkah, jika aku berpikir bahwa kamu ternyata bukanlah milikku.

Yang Terbaik Tidak Akan Punya Cara Untuk Menyakiti, Apalagi Mengkhianati. Dia Di Sisi Untuk Membahagiakan dan Berjuang Bersama.

Cara Membuat Pasangan Cuek Terbuka
Cara Membuat Pasangan Cuek Terbuka

Dia yang terbaik, bukan hanya dia yang tetap berada di sisi. Tapi, juga tidak punya cara untuk menyakiti, apalagi sampai mengkhianati.

Sebab, dia sadar bahwa telah membangun suatu hubungan, punya komitmen dan tanggung jawab dalam hubungan itu. Jika memang ada suatu masalah, bukan dengan diam-diam mengkhianati. Tapi, dengan berusaha membicarakan masalah itu baik-baik dan mencari jalan keluarnya bersama.

Baca Rekomendasi :   Laki-laki yang Membuat Nyaman dan Beriman, Lebih Menarik Dari yang Tampan, Setuju?

Jadi, meski kamu tetap berada disisi, tapi mengkhianati. Jujur saja, itu sangat menyakitkan. Lebih baik kamu mengatakan secara langsung, jika ingin hubungan ini berakhir. Lebih baik kita berpisah daripada bersama tapi tidak lagi bisa berjuang sebagaimana seharusnya.

Sehingga Aku Memilih Untuk Pergi. Bertahan pun Tidak Ada Artinya Lagi. Saatnya Menyadari Bahwa Kamu Mungkin Bukan Tuhan Ciptakan Untukku.

Pria Yang Menyakiti Wanita
Pria Yang Menyakiti Wanita

Tidak masalah, biar aku saja yang pergi. Tidak mengapa, jika memang itu adalah akhir yang baik untuk kita berdua. Toh, bertahanpun, jika hanya keterpaksaan dan rasa kasihan, sama-sama tidak akan baik untuk kita berdua.

Aku rasa, sudah waktunya untuk berhenti egois dan meyakinkan diri bahwa hubungan ini adalah sebuah kesalahan. Kamu bisa berbahagia dengan apa yang menurutmu bisa membahagiakanmu.

Baca Rekomendasi :   Saat Dua Hati Menyatu, Jagalah Dia Sepenuh Hati, Karena Hadirnya Belum Tentu Kembali.

Sedang, aku pun bisa menemukan seseorang yang benar-benar bisa membahagiakan dan berjuang bersamaku.

Terimakasih karena sempat memberikan rasa dan berjuang bersama. Namun, ketika hatimu sudah mendua dan melewatkan perjuangan itu. Maka saat itulah, aku harus mengucapkan selamat tinggal.

Satu Doaku, Semoga Kamu Bahagia Dengan Dia Yang Kamu Harapkan, Dan Aku pun Juga Segera Tersembuhkan.

Bila Tak Ada Kepastian Lebih Baik Tinggalkan
Bila Tak Ada Kepastian Lebih Baik Tinggalkan

Aku akan belajar ikhlas, walau itu sulit pada awalnya. Aku akan belajar untuk merelakan dan tidak egois, dengan memilih untuk pergi dan membiarkan kamu bersama dia yang kamu harapkan.

Semoga, kamu bisa bahagia dengan pilihanmu, dan menemukan apa yang selama ini kamu cari, juga apa yang tak mampu aku beri.

Satu doaku, semoga aku tidak begitu lama terluka dan segera menemukan yang lebih baik darimu. Sehingga, bukan hanya kamu yang bahagia, aku juga bisa bahagia dengan jalan yang kupilih, yaitu mengikhlaskan kamu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page