Tidak Lagi Tersakiti Oleh Masa Lalu Adalah Kedamaian Yang Kudamba

  • Bagikan
Tersakiti Oleh Masa Lalu
Tersakiti Oleh Masa Lalu

Bapemulu.com – Jika ada hari dimana aku benar-benar merelakan apa yang telah terjadi dan mensyukuri apa yang kuperoleh hari ini. Itu adalah hari dimana diriku bisa benar-benar merasa damai dan tenang.

Jika ada hari dimana, masa lalu bukan lagi hal yang menyakitkan untuk dikenang. Aku tidak lagi memendam benci dan marah pada siapa-siapa, bahkan bisa menjadikannya sebagai hal yang mampu ku lupa dan kujadikan pelajaran, aku yakin pasti bisa merasakan yang namanya bahagia.

Sebab, jauh di dalam lubuk hati, ternyata aku masih belum mampu menatap masa lalu dan menghadapinya. Aku cenderung berlari dan menghindari apa yang telah terjadi, hingga masih mendoakan hal buruk segera datang menghampiri mereka. Kenyataannya, aku masih sakit, sebanyak apapun aku berusaha tersenyum hari ini.

Jadi benarlah! tidak lagi tersakiti oleh masa lalu adalah kedamaian yang masih kudamba dan kutunggu. Ternyata sampai hari ini, aku masih belajar untuk merelakan dan mengikhlaskan semuanya.

Tidak Lagi Terbebani Dari Kenangan Masa Lalu, Masih Menjadi Hal Yang Kuusahakan.

Tersakiti Oleh Masa Lalu
Tersakiti Oleh Masa Lalu

Saat kenangan masa lalu menghampiri, ternyata aku masih menangisinya. Saat aku menuliskan kisah atau tulisan tentang luka itu, ternyata mataku masih menitikkan air mata.

Baca Rekomendasi :   Bu, Bukan Aku Tak Menyayangimu, Tapi Aku Memilih Berjuang Bersama Pujaanku

Seolah semua kejadian menyakitkan itu baru saja terjadi kemarin dan belum ada kesempatan untukku tersembuhkan. Sehingga aku menyadari, bahwa sampai hari ini pun, ternyata aku masih mengusahakan, belajar dan berjuang untuk lupa serta merelakan. Aku berharap aka nada saatnya hatiku tak lagi menangis dan terbebani lagi oleh masa lalu di suatu hari nanti

Tidak Lagi Mendoakan Hal Buruk Terjadi Pada Mereka Yang Pernah Menyakiti. Masih Berusaha Untuk Aku Tekan Sekuat Mungkin.

Saat Perjuangannya Tak Dihargai
Saat Perjuangannya Tak Dihargai

Kau tahu, kadang aku takut pada diriku sendiri. Takut, jika saat luka itu masih terasa, doa yang kuharapkan masih berupa keburukan. Entah, agar mereka merasakan hal yang sama seperti yang pernah kurasakan. Entah, mereka juga terluka dan terkhianati lalu begitu menderita dengan kesendiriaannya.

Dulu, saat awal luka itu masih sangat basah. Doa itu ibarat dengungan mantra yang setiap saat kulontarkan. Aku begitu membenci siapa saja, bahkan hidupku sendiri dan Tuhan. Sehingga menuntut keadilanNya setiap saat dan waktu.

Baca Rekomendasi :   4 Cara Menghindari Toxic relationship, Hidupmu Damai Dengan Pasangan

Sehingga, kini aku sangat berharap, bahwa sekarang aku bisa melepaskan semua kebencian itu dan berhasil menekan atau menghilangkannya dari hati dan pikiranku.

Tidak Lagi Lari Dari Apa Yang Telah Terjadi. Tapi Memperbaikinya Dan Merelakan Sepenuh Hati.

Memilikimu Adalah Kesempurnaan Yang Selama Ini Kucari
Memilikimu Adalah Kesempurnaan Yang Selama Ini Kucari

Seperti pengecut, aku suka sekali lari. Lari dari masa lalu dan setiap masalah yang ditimbulkan darinya. Bahkan sampai hari ini, untuk menengok tempat dimana aku pernah terluka, aku selalu menghindarinya.

Sehingga aku berharap, akan ada saatnya aku baik-baik saja saat kembali ke sana. Akan ada saatnya aku mempertanggung jawabkan kesalahan yang kubuat di masa lalu. Memperbaiki dan merelakan pula semua yang telah terjadi.

Sebab sadar, ada beberapa hal yang harus kuulang kembali dan kuperbaiki sebagai bentuk penyesalan atas dosa di masa laluku.

Tidak Lagi Melihat Orang-Orang Itu Dengan Kebencian dan Kekecewaan. Tapi Sebagai Orang Asing Yang Bukan Siapa-Siapa Dalam Hidup.

Andrew Kittikorn Inkaew
Andrew Kittikorn Inkaew

Aku ingin ada hari dimana, aku tidak lagi melihat mereka dengan kebencian atau kekecewaan sebagaimana luka yang pernah ditinggalkan. Cukup teman lama atau orang asing saja.

Sehingga apapun yang mereka lakukan, apapun yang terjadi pada mereka, aku tidak lagi peduli atau berharap aneh-aneh.

Baca Rekomendasi :   Terima Kasih Masa Lalu, Karena Darinya Kamu Bertemu Dengan Yang Lebih Baik

Tidak Lagi Melihat Hari Ini Sebagai Kemalangan Tapi Rasa Syukur. Sebab Aku Benar-Benar Bahagia Pada Apa Yang Kuperoleh Hari ini.

Ada yang mengatakan bahwa aku pura-pura bahagia. Benar, mungkin itu memang benar. Sebab, meski aku tersenyum hari ini, ternyata masih ada sisi hatiku yang masih terluka.

Tapi, bukankah aku memang selalu berpura-pura bahagia? Saat kalian menyakiti dulu aku masih bisa tersenyum menyapa. Jadi, aku sudah terbiasa melakukannya dan tidak merasa terbebani oleh itu.

Namun, aku juga berharap ada hari dimana aku benar-benar bisa bahagia. Benar-benar legowo menerima apapun yang aku peroleh hari ini dan mensyukurinya. Tidak lagi membenci apapun, sebab aku sudah menerima banyak cinta yang membahagiakan.

Aku hanya perlu tetap berusaha lagi, belajar lagi, dan merelakan lagi. Aku percaya, Tuhan tidak akan membebankan perasaan yang  bukan milikku padaku, dan tidak akan menguji diriku di luar batas kemampuanku.

Jadi meski sekarang, kadang aku masih pura-pura bahagia, jujur saja aku menikmatinya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page