Sikapku Tak Berubah, Perasaanku Masih Sama. Hanya Mengikuti Maumu

  • Bagikan

Jika kamu tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan, maka jadilah penghapus untuk menghapus kesedihan orang lain.

Kamu mulai sering bertanya kenapa akhir-akhir ini aku mulai berubah. Apakah ada yang salah denganku? Atau justru aku yang mulai menjauh darimu karena perasaanku yang sudah mulai luntur.

Katamu cintaku tak seperti dulu, selalu menjadikanmu sebagai prioritas. Tapi kini mulai berubah, bahkan aku mulai acuh denganmu. Namun pernah kamu bertanya kembali untuk dirimu sendiri? Apakah justru sikapmu yang membuatku mulai berubah atau memang itu justru keinganmu.

Sikapku Tak Berubah, Perasaanku Masih Sama. Aku Hanya Mengikuti Kemauanmu Saja.

Jika kamu tak bisa berkaca dari sikapmu. Biarkan aku mengikuti semua kemauanmu. Kamu yang meminta untuk dijauhi meski sebenarnya aku masih mencintai. Namun aku tak ingin melihatmu bersedih lama. Biarlah perasaan ini kusimpan dan perlahan kuhapus.

Baca Rekomendasi :   Dahulu Aku Menaruh Rasa Terhadapmu. Tapi, Kini Kamu Bukan Lagi Tujuanku

Tenang saja, aku tak akan pernah mengganggu kebahagiaanmu. Karena aku sadar, jika cinta itu tak bisa dipaksakan. Satu pesanku sebagai orang yang pernah dekat denganmu, hargai pasanganmu, karena dia lah temanmu menua hingga ajal memisahkan.

Karena Aku Tak Pernah Meninggalkan Seseorang, Kecuali Dia Sendiri yang Memintanya. Entah Dari Sikap, Sifat, Cara dan Nada Bicara yang Ditujukan.

Tanda Pasanganmu Cuek
Tanda Pasanganmu Cuek

Aku paham betul, dalam hubungan rasa bosan itu pasti ada. Bukankah selalu ada yang lebih menawan dibandingkan dengan orang yang sudah lama bersama? Hal yang wajar sebenarnya, hanya saja kita tetap harus bisa menjaga rasa percaya dan setia.

Namun bila pada akhirnya salah satu ingin pergi. Bagiku tak perlu menahan, karena perasaana tak bisa dipaksakan. Jika ingin pergi, pegilah karena kakiku terlalu lelah mengejar kamu yang tak pasti.

Baca Rekomendasi :   Maafkan Aku, Jika Kebersamaan Kita Mengukir Luka di Hatimu Sayang

Karena Pada Akhirnya, Terlalu Sering di Maafkan Menjadi Menyepelekan. Terlalu di Perjuangkan Justru Lupa Menghargai.

Tersakiti Oleh Masa Lalu
Tersakiti Oleh Masa Lalu

Sekali melakukan kesalahan hal yang wajar. Dua kali masih bisa kuberikan maaf, tapi jika masih terus di ulang kembali. Berarti pilihan kita memang harus berpisah. Tak perlu ada penyesalan dan rasa bersalah di antara kita berdua. Anggap saja sebagai takdir yang harus di hadapi.

Bukan kah kamu tahu bagaimana rasanya tak dihargai? Kamu tahu persis, karena dulu kamu pernah mengalaminya. Jika sekarang kamu melakukan hal yang sama, tentu saja sudah pasti tahu akbatnya. Jadi biarkan semua berkahir tanpa harus saling menyakiti lagi.

Mulai sekarang tak ingin ambil pusing lagi. Bila ingin pergi ya silahkan. Mau bertahan ya silahkan. Karena aku percaya bahwa terbaik akan selalu bertahan.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page