Cinta Itu Dibuktikan Dengan Menemani Dalam Segala Keadaan, Setuju?

  • Bagikan
Menemani Dalam Segala Keadaan
Menemani Dalam Segala Keadaan

Jika ada yang salah padaku, maka temani dan bimbinglah aku. Bukan pergi setelah tahu kekuranganku dan berpikir ada yang lebih baik dariku

Aku tahu aku pasti punya kekurangan. Entah kekurangan itu dari sikap, sifat atau mungkin dari karakter yang terlanjur tertanam dalam diriku. Namun, bukan berarti karena kekurangan yang aku miliki, lalu kamu memilih untuk melangkah pergi.

Bukankah aku pun sudah menerima kekuranganmu. Bukankah aku sudah bertahan sejauh ini dengan kamu. Jadi, jika memang kamu sungguh cinta. Temani dan bimbinglah aku untuk menjadi lebih baik. Bukannya pergi, karena merasa telah menemukan seseorang yang lebih baik dari diriku.

Cinta Itu Harusnya Saling Menerima. Ketika Aku Sudah Berusaha Menerima Kamu, Bukankah Seharusnya Kamu Juga Menerima Diriku?

Menemani Dalam Segala Keadaan
Menemani Dalam Segala Keadaan

Yang kutahu cinta itu seharusnya saling menerima dan tidak menuntut pasangan. Saat pertama kali kata cinta itu terucap, kamupun meyakinkan bahwa akan menerima diriku apa adanya dan tetap berjuang bersama dalam segala keadaan.

Tak tahukah kamu, bahwa kamu juga banyak kekurangan yang fatal. Namun, aku lebih memilih menelan semua kekurangan itu, sebab masih ingin bertahan atas nama cinta.

Baca Rekomendasi :   Pernikahan Tak Selalu Hadir Dengan Keindahan, Tapi Sepaket Dengan Ujian

Jadi seharusnya, jika memang apa yang kamu janjikan itu benar, apa yang kamu ucapkan adalah sebuah kesungguhan. Setelah bersama dan tahu banyak kekurangan yang ada pada diriku.

Kamu berusaha pula untuk menerimanya dan belajar mencintainya. Sebab kamu sudah berjanji untuk menerima aku apa adanya dan aku pun sudah membuktikan dengan menerima kamu sepenuhnya.

Cinta Itu Seharusnya Bertahan dan Berjuang Sampai Akhir. Kamu Tahu Akan Ada Saatnya Aku Pun Berubah Lebih Baik Sebab Mencintaimu. Tapi, Kenapa Kamu Tak Bisa Bersabar Untuk Menunggunya?

Tak Semua Yang Hadir Berakhir di Miliki
Tak Semua Yang Hadir Berakhir di Miliki

Ah, mungkin kita memang bukanlah jodoh dan tak ditakdirkan untuk bersama. Oleh sebab itu, segala omonganmu hanya berakhir menjadi omong kosong. Janji dan harapanmu hanya menjadi tong kosong yang tak berharga.

Sebab nyatanya kamu menyerah, kamu pergi dan tidak bisa bersabar menungguku untuk berubah menjadi lebih baik. Setidaknya, seperti apa yang kamu mau atau harapkan.

Padahal akupun sedang berusaha, sayang. Padahal aku sedang berusaha setengah mati merubah diriku sebagaimana yang kamu inginkan. Walau itu terkadang membuatku tak nyaman atau merasa tak seperti diriku sendiri. Tapi, karena aku tahu kamu inginkan adalah hal yang baik, maka aku berusaha untuk mengupayakannya.

Baca Rekomendasi :   Percayalah! Semakin Kamu Baik, Semakin Allah Memberikan yang Terbaik

Jadi, kenapa kamu tidak bisa bertahan dan bersabar. Saat aku juga bersabar dan tetap bertahan, menunggu kamu juga berubah menjadi lebih baik untuk hubungan kita.

Cinta Itu Harusnya Bisa Menjaga Komitmen Yang Kita Buat Bersama. Namun, Ketika Kamu Membandingkanku Dengan Orang Lain. Melihat Orang Lain Lebih Baik Dariku. Tak Sadarkah Bahwa Hatimu Sedang Mendua?

Ketika kamu ternyata diam-diam memperhatikan orang lain yang menurutmu lebih baik dariku. Tak sadarkah, bahwa saat itu telah menjadi pintu masuk syetan untuk menjerat dirimu. Membisikkan kata-kata bahwa mungkin, hidup bersamaku adalah sebuah kesalahan. Seharusnya kamu bersama dengan dia dan dia yang tampak lebih sempurna.

Padahal di awal hubungan, kamu dan aku sama-sama telah menjalin ikatan dan janji untuk berkomitmen. Kamu bilang cinta dan akan setia hingga akhir hidupmu. Kamu berjanji tidak akan mengkhianati dan tetap menjadikan aku sebagai satu-satunya prioritas dalam hidupmu.

Baca Rekomendasi :   Menangislah Jika Bebanmu Terasa Berat, Karena Air Mata Adalah Doa Disaat Kamu Tidak Mampu Bicara

sehingga, jika sekarang kamu membandingkan aku dengan orang lain dan melihat orang lain lebih baik dariku. Tak sadarkah bahwa kamu sebenarnya sudah mengkhianati komitmen yang kita bangun dan mendua meski baru di hatimu.

Cinta Itu Memang Terkadang Berakhir Dengan Kekecewaan. Dan Untuk Kamu Yang Pergi Karena Kekurangan. Mungkin Memang Ditakdirkan Mengecewakan.

Tanda Pasanganmu Cuek
Tanda Pasanganmu Cuek

Kamu telah gagal, kita sama-sama tak bisa berhasil mempertahankan hubungan ini. Aku tak punya kuasa untuk menahanmu pergi dan kamu terlalu bodoh dengan terlalu mudah terkecoh dengan kelebihan orang lain yang baru terlihat luarnya saja.

Aku tahu, memang tak semua cinta bisa dipertahankan dan harus berakhir dengan kekecewaan.

Jadi tidak ada yang bisa aku lakukan selain mengikhlaskan dan membiarkan kamu menuruti kebodohanmu, serta mendapatkan karma sendiri suatu hari nanti. Aku sudah cukup mempertahankan dan biarlah Tuhan yang memutuskan.

Setelah bangkit dan membuka lembaran baru, aku tetap yakin, ada seseorang yang lebih baik dan bisa menerimaku apa adanya, serta berjuang sampai akhir denganku.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page