Jangan Bermain Dengan Perasaan, Apalagi Dia Tulus dan Serius Padamu

  • Bagikan
Jangan Bermain Dengan Perasaan
Jangan Bermain Dengan Perasaan

Bapermulu.com – Sungguh, bermain-main dengan perasaan seseorang adalah salah satu tindak kehajatan yang berbahaya. Orang itu, bisa begitu terluka, trauma dan depresi karena perasaannya dipermainkan, apalagi ketika dia sudah berusaha tulus, percaya dan serius pada seseorang.

Sehingga, untuk kamu yang suka sekali memainkan perasaan. Berhentilah dan jangan lakukan hal itu kembali. Sebab, hubungan itu menyangkut sisi psikologis dan emosional seseorang.

Jika tidak kuat, dia bisa saja sangat hancur oleh ulahmu. Hingga ingin membalasmu dengan kebencian yang begitu besar. Jadi, bersungguh sungguhlah dalam menjalin suatu hubungan, belajarlah untuk berkomitmen, dan jika memang belum siap, jangan menunjukkan keseriusan serta memberikan harapan.

Sebab hubungan itu bukan hanya untuk kesenanganmu sendiri atau untuk menyatukan dua insan yang memang berjodoh.

Bermain-main Dengan Perasaan Dapat Ditandai Dengan Sikap Yang Tidak Menghargai Pasangan. Saat Dia Sudah Sungguh-Sungguh Memperjuangkan, Kamu Justru Diam Diam Melepaskan

Salah satu tanda bahwa kamu sedang mempermainkan perasaan seseorang, adalah menarik ulur perasannya agar sulit lepas darimu, tapi tak sungguh-sungguh berada di sisinya. Kamu meminta diperjuangkan, dibahagiakan dan diberikan banyak cinta.

Baca Rekomendasi :   Menikah Bukan Hanya Menyatukan Aku dan Kamu Tapi Tentang Keluarga Kita Juga

Namun kamu sendiri tidak bisa menghargai apa yang kamu dapatkan dan justru diam-diam melepaskan. Tak sadarkah kamu, bahwa diperjuangkan itu bukan hal yang mudah. Dia harus berkorban banyak hal dalam hidupnya untukmu.

Jadi belajarlah untuk menghargai dirinya, jika memang kamu serius dalam hubungan itu.

Kamu Mempermainkan Perasan. Sebab Kamulah Yang Memberikan Harapan dan Menjanjikan Kebahagiaan. Namun Berakhir Dengan Meninggalkan Luka.

Jangan Bermain Dengan Perasaan
Jangan Bermain Dengan Perasaan

Jika sejak awal kamu sudah tidak cinta atau menolak cinta itu. Mungkin hal itu masih bisa dimaafkan. Tapi semua ini dimulai dengan kamu yang memberikan banyak harapan, janji dan menyakinkan dirinya akan cintamu yang nyata.

Hingga dia berpikir bahwa benar-benar dicintai lalu ikut memperjuangkan kamu selayaknya. Namun seiring dengan waktu, entah dengan alasan apapun yang terbersit dalam otakmu.

Kamu justru yang berbalik mengabaikan dirinya dan tidak menepati semua janji yang kamu sendiri ucapkan. Kamu hadir dan berhasil membuatnya yakin. Namun, alih-alih menepati, kamu justru meninggalkan dia dengan luka. Saat itu, jangan salahkan jika dia berpikir bahwa kamu adalah lelaki yang brengsek.

Padahal Dalam Hubungan Itu Dia Memperjuangkanmu Sepenuh Hati. Kamulah yang Justru Memberikan Separuh Hati. Tidak Ada Yang Lebih Sakit Daripada Cinta Yang Diabaikan.

Cintanya Menyedihkan
Cintanya Menyedihkan

Dia sudah memberikan banyak bukti, dia telah menerima kamu apa adanya, terbuka akan banyak hal dan berusaha untuk setia. Namun, justru dirimulah yang malah menurunkan perjuangan itu, memberikan separuh hatimu dan mengabaikan semua hal yang dia berikan.

Baca Rekomendasi :   Bila dia Baik Untukmu, Maka Dia Akan Bertahan Sampai Kamu Sadar

Ya, mungkin ada banyak kekurangan dari dirinya. Ada banyak hal yang membuatmu tak yakin untuk meneruskan perjuangan. Namun, selama dia juga masih berusaha untuk berubah lebih baik. Kenapa kamu tidak mau menunggunya.

Saat dia masih berusaha untuk bertahan, kenapa kamulah yang justru berusaha melepaskan. Saat dia selalu berusaha ada untukmu, kamulah yang semakin menjauh. Kamu hanya tak tahu dipermainkan itu sakit sekali.

Jadi Jangan Salahkan Ketika Hatinya Berbalik Membencimu. Menyembuhkan Diri Tak Semudah Itu. Dia Tidak Hanya Butuh Waktu Tapi Juga Pelampiasan Yang Menyakitkan.

Dampak Buruk Menikah Muda
Dampak Buruk Menikah Muda

Selamat kamu sudah berhasil membuat seseorang menjadi trauma dalam hubungannya. Selamat, kamu telah berhasil membuat orang baik menjadi pembenci. Orang tulus menjadi tega pada orang lainnya. Dia menjadi seperti itu setelah kamu khianati.

Baca Rekomendasi :   Akan Selalu Ada Yang Datang Dan Pergi, Kita Hanya Perlu Mempersiapkan Diri

Jadi, jangan salahkan jika cinta itu berubah menjadi rasa benci, doa yang selalu dia sematkan untukmu menjadi doa buruk yang akan mengintai tiap langkahmu. Dia bersabar, bukan lagi menunggumu meraih tangannya, tapi menunggu karma itu menghampirimu.

Sembuh dari trauma tak semudah itu. waktu dan kebahagiaan baru tidak akan cukup. Dia bahkan sampai menjadikan orang lain sebagai pelampiasan hatinya.

Sehingga Berhetilah Modus dan Berhentilah Memainkan Perasaan Seseorang. Sebab Setelah Membuat Dia Patah, Setiap Langkahmu Hanya Akan Diisi Oleh Doa Buruk

Dia juga tidak ingin menjadi seperti itu. namun kekecewaan yang mendalam di hatinya, membuatnya semakin buruk setiap harinya. Beruntung saja, ketika Tuhan segera menyelamatkannya. Namun tetap luka itu sulit untuk disembuhkan.

Sebelum karma itu sampai padamu, sebelum doa buruk itu dikabulkan. Lebih baik untuk berhenti memainkan perasaan seseorang, berhentilah modus dalam menjalin hubungan itu. karena pasti, ada waktu suatu hari dimana kamu jauh lebih terpuruk dari dia yang memburuk. Kamu lebih terluka dari dia yang kamu lukai.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page