Bukan Kamu Yang Berkorban Yang Akan Menyesal, Tapi Dia Yang Menyia-Nyiakan

  • Bagikan
Bukan Kamu Yang Berkorban Yang Akan Menyesal
Bukan Kamu Yang Berkorban Yang Akan Menyesal

Ketika kamu sudah berkorban banya, sudah berusaha untuk setia dan sudah setulus mungkin mencintai. Namun ternyata tidak dihargai, diabaikan, dikhianati bahkan disakiti.

Percayalah, meski sekarang kamu sakit dan merasa menyesal karena telah percaya juga mencintainya. Akan ada saatnya dia yang menyia-nyiakan kamu akan menyesal dan mendapatkan karmanya sendiri.

Sedangkan, untuk yang berusaha memaafkan, melepaskan dan meraih kebahagiaan lain, kamu pasti akan bahagia dan menemukan seseorang yang lebih baik untuk saling berjuang bersama.

Tetap Bersabarlah, Meski Kebaikan dan Ketulusan Yang Kamu Terima Dibalas Buruk Olehnya. Allah Tidak Tidur dan Akan Membalasmu Dengan Kebaikan Yang Sempurna.

Bukan Kamu Yang Berkorban Yang Akan Menyesal
Bukan Kamu Yang Berkorban Yang Akan Menyesal

Meski awalnya sulit, namun belajarlah untuk mengikhlaskan dan tetap bersabar pada rasa sakit yang kamu terima. Hidup ini memang kadang tak adil. Namun ingatlah! Bahwa kamu kamu punya Allah yang Maha Adil.

Meski kebaikan, ketulusan dan kesetiaan yang kamu berikan dia balas dengan rasa sakit dan pengkhianatan. Itu sama sekali tidak akan mengurangi kebaikan hatimu di hadapan Allah. Dan pasti, Allah akan membalasmu dengan lebih banyak kebaikan yang berlipat.

Baca Rekomendasi :   Jagalah Hati Jangan Sampai Tertipu Lagi, Karena Mengobati Luka Patah Hati Itu Sulit

Tetap Bahagia dan Usahakan Untuk Menghilangkan Segala Kebencian Dalam Hatimu. Karena Pada Waktunya Nanti Kamu Akan Dibahagiakan.

Yang Tulus Tidak Melihatmu Dari Paras
Yang Tulus Tidak Melihatmu Dari Paras

Menangislah. Jika ingin menangis. Berkeluh kesahlah saat kamu merasa beban sakit dihatimu memang terlalu berat. Namun, setelahnnya kamu harus bangkit, harus berani membuka lembaran baru, harus berhenti berdiam diri atau masih terpaku pada dia yang menyakiti.

Sesulit apapun, relakan apa yang telah terjadi, dan jangan lagi peduli dengan memendam kebencian dalam hidupmu. jangan lagi peduli dengan menunggunya memperoleh karmanya nanti.

Pastikan, kamu tetap bahagia, kamu tetap bisa tersenyum tegar, kamu bisa membahagiakan orang-orang yang lebih baik dalam hidupmu. Karena nantinya, kamu pasti dibahagiakan oleh seseorang yang tepat.

Tetap Bersyukurlah. Kejahatannya Menyadarkanmu Bahwa Kamu Sedang Memperjuangkan Cinta Yang Salah. Allah Akan Hadirkan Seseorang Yang Lebih Menghargaimu.

Terhindar Dari Pasangan yang Salah
Terhindar Dari Pasangan yang Salah

Jika dia tidak segera memperlihatkan kejahatannya. Jika Allah tidak segera menyadarkanmu bahwa dia bukan orang yang baik dan kamu punya pilihan untuk pergi.

Baca Rekomendasi :   Jangan Mudah Baper Dengan Perhatian, Sebab Belum Tentu Dia Menyukaimu

Coba bayangkan, berapa lama lagi kamu harus bertahan dalam rasa sakit. Berapa lama lagi, kamu harus berdiam diri dengan terus didzalimi oleh seseorang. Jadi pengkhianatan dan kejahatannya padamu, adalah salah satu cara untuk menyadarkan kamu kembali, bahwa selama ini kamu telah memperjuangkan cinta yang salah.

Kepergiaannya setelah menyakitimu pasti akan Allah gantikan dengan seseorang yang lebih baik, yang lebih bisa menghargai perjuanganmu. Percayalah, dia yang menyia-nyiakan kamu akan menyesal.

Tetaplah Berbaik Sangka Pada Allah dan Takdirmu. Sakit Itu Hanya Awalnya Saja. Akhirnya Kamu Yang Banyak Berkorban Akan Bahagia, Sedang Dia Yang Menyakitimu Akan Menyesal dan Memperoleh Karmanya.

lelaki yang harus ditinggalkan
lelaki yang harus ditinggalkan

Allah itu Maha Baik. Allah Maha Adil dalam segala balasannya. Kamu sudah berjuang semampumu mempertahankan hubunganmu. Kamu sudah berjuang mencintai seseorang dengan tulus dan apa adanya.

Baca Rekomendasi :   Ku Hanya Bisa Mendoakan Ketika Aku Rindu Namun Tak Bisa Bersua

Bahkan kamu rela untuk banyak berkorban untuk menunjukkan bahwa cinta yang kamu miliki nyata. Semua itu, jika dia tidak membalasmu dengan baik. Maka Allah yang akan membalasmu dengan banyak kebaikan. Jadi kamu tak perlu khwatir atau berputus asa dalam hidupmu.

Yang perlu kamu lakukan adalah evaluasi diri dan tetap memantaskan diri. Dalam cintamu, kamu mungkin terlalu banyak mencintai hingga sakit, dalam hubunganmu kamu mungkin terlalu banyak berkorban hingga lupa kebahagiaanmu sendiri.

Dalam hubunganmu kamu mungkin terlalu berharap pada manusia yang akhirnya membuatmu kecewa. Evaluasilah semua itu dan semakin dekatkan diri juga hatimu pada Allah. Ingatlah, sebanyak apapun ujian yang hadir, tetaplah berprasangka baik.

Selebihnya, kembali fokus pada hidupmu sendiri dan kebahagiaanmu. Kembali fokus untuk meraih mimpi dan menggapai asamu. Kembali fokus untuk bahagia, karena orang baik pasti berakhir dengan bahagia. Sedang dia yang menyakiti akan mendapatkan karmanya sendiri.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page