Taatilah Suamimu, Syukurilah Kebaikannya dan Bersabarlah Atas Tabiatnya

  • Bagikan
Taatilah Suamimu
Taatilah Suamimu

Suamimu adalah lelaki yang mengambil sepenuhnya tanggung jawab atas dirimu dihadapan kedua orang tuamu, saksi dan Allah SWT. Dia yang selanjutnya akan bertanggung jawab baik secara lahiriah maupun batiniah pada dirimu, bahkan dosa-doamu pula, dia yang akan menanggungnya.

Jadi layaknya seorang istri yang baik, maka taatilah suamimu selama perintahnya dalam hal yang ma’ruf, syukuri kebaikannya, usaha dan kerja kerasnya dalam memenuhi segala kebutuan dirimu.

Serta bersabarlah atas tabiatnya, kurang lebihnya dan sikap atau sifatnya yang kadang buruk di matamu. Setiap manusia pasti punya kurang lebihnya, oleh sebab itu kamu dipertemukan dengannya untuk saling melengkapi, membimbing dan menerima sepenuh hati.

Taatilah Suamimu Selagi Perintahnya Masih Dalam Hal Ma’ruf. Sebab Bagaimanapun Surga Istri Ada Di Telapak Kaki Suaminya.

Taatilah Suamimu
Taatilah Suamimu

Selama lelakimu menyuruhmu atau memerintahkanmu dalam hal ma’ruf dan tidak melanggar larang Allah, maka turutilah. Sebab memang sudah menjadi tugas suami untuk membimbing anak dan istrinya.

Baca Rekomendasi :   Biarlah Aku Sendiri Dulu, Semoga Kelak Allah Mengirimkan yang Baik dan Tulus

Misal, seperti ketika suamimu meminta agar kamu tidak terlalu sering berkumpul dengan ibu-ibu komplek, hal itu sebab dia tahu perkumpulan ibu-ibu tidak jauh dari gosip dan ghibah.

Misal, dia memintamu untuk mengenakan hijab atau pakaian yang syari, maka turutilah. Sebab itu memang perintah dalam agama. Surga istri memang berada di telapak kaki suaminya. Namun, tetap itu dibatasi dalam perintah yang ma’ruf saja. jika semisal suamimu menyuruhmu melakukan maksiat atau tindakan dosa. Maka berpisah adalah hal yang lebih baik.

Syukurilah Segala Kebaikan Suamimu. Dia Bukanlah Lelaki Yang Sempurna. Namun, Berusaha Mengutamakan Kebahagiaanmu dan Keluarga Kalian.

Kesalahan Pasangan yang Baru Menjalin Hubungan
Kesalahan Pasangan yang Baru Menjalin Hubungan

Ingatlah! Sudah berapa kali suaramu meninggi di hadapannya, beberapa kali kamu merengek akan sesuatu yang membebani pikirannya, berapa kali kamu tidak menghargai pendapatannya, dan berapa kali kamu menceritakan keburukannya pada orang lain.

Baca Rekomendasi :   Hubungan Beda Agama; Lebih Mencintai Pencipta-Nya atau Ciptaan-Nya?

Padahal, meski memang tidak sempurna. Suamimu juga berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dia bekerja dari pagi hingga malam sebagai bentuk nafkah lahiriah dirinya.

Suamimu berusaha untuk membantumu mengerjakan pekerjaan rumah, memaklumi jika kamu lelah dan fokus pada anak-anak kalian. Maka syukurilah segala kebaikan suami itu dan percayalah bahwa ketika kamu mensyukuri kebaikan suamimu. Nikmat yang kamu peroleh juga akan Allah tambahkan.

Bersabarlah Atas Tabiat Suamimu. Selama Itu Tidak Melanggar dan Tidak Melukai Fisik Dan Batin. Terimalah Dirinya Yang Legowo.

Hati Yang Terlanjur Kecewa
Hati Yang Terlanjur Kecewa

Jangan membandingkan pasangan dengan orang lain dan berhentilah berandai-andai, jika pasanganmu bisa seperti ini dan itu. Karena hal itulah, yang akan membuat dirimu tidak bisa merasakan nikmatnya menjalin hubungan dengan pasanganmu yang sekarang.

Baca Rekomendasi :   6 Bukti Bahwa Lelaki Sangat Memahami Hati dan Perasaan Wanita

Bersabarlah atas satu dua kekurangan yang dimiliki oleh suamimu. Sifat atau sikapnya yang sering membuatmu jengkel. Perlakuan ataupun pendapatannya untuk keluarga. Bersabar, lalu komunikasikan dengan secara baik baik. Sehingga kalian bisa menemukan solusi bersama, bukan memendam masalah diam-diam yang akhirnya akan menjadi penyakit hati.

Selama pasanganmu memperlakukan kamu dengan baik. Tidak melukai fisik dan batinmu, bertanggung jawab dan berusaha membimbingmu kea rah yang lebih baik. Menjaga komitmen yang kalian bangun bersama.

Maka legowolah menerima beberapa kekurangan kecil darinya. Syukur, jika kamu juga tidak ragu untuk memberikan ide agar hubungan kalian lebih baik dan semakin baik kedepannya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page