5 Cara Menghadapi Pasangan Dengan Emosi yang Tak Stabil

  • Bagikan
Cara Menghadapi Pasangan Dengan Emosi yang Tak Stabil
Cara Menghadapi Pasangan Dengan Emosi yang Tak Stabil

Jengkel dan kesal pastinya, saat kamu mempunyai pasangan yang punya emosi yang tidak stabil. Pasangan yang sedikit sedikit marah, ngambek, cemburuan, dan uring-uringan tidak jelas sendiri. Setiap kali ditanya kenapapun, dia lebih senang diam tanpa memberikan kejelasan masalahnya dimana. Sehingga kamu sering stress dan tertekan menghadapinya.

Mau berpisahpun, kamu tak tega dan masih sayang pada pasanganmu itu. Jadi sebisa mungkin tetap ingin bertahan, meski sebenarnya sering kesal sendiri. Kalau sudah begitu kamu sebagai pasangan jadi serba salah harus melakukan apa. Karena di situasi tersebut apa yang kamu lakukan semuanya nampak keliru buat dirinya.

Nah, tetap tenang dan jangan terpancing emosi dulu, ya. Jika kamu tetap ingin bertahan. Lebih baik gunakan 5 tips di bawah ini untuk membantumu

1. Sebisa Mungkin Jangan Ikut Terpancing Emosi Menghadapinya.

Cara Menghadapi Pasangan Dengan Emosi yang Tak Stabil
Cara Menghadapi Pasangan Dengan Emosi yang Tak Stabil

Meskipun jengkel dan kesal, usahakan agar kamu tidak terpancing saat emosi pasanganmu tidak stabil. Tetap tenangkan diri dan dinginkan hati saat menghadapinya. Apalagi, kamu juga sudah cukup lama mengenal pasanganmu dan tahu bisa jadi emosi tidak stabil itu karena adanya trauma atau pengaruh hormon, seperti menstruasi dan kehamilan.

Baca Rekomendasi :   Calon Ayah! Berbuat Baik Pada Istri Yang Hamil Sama Dengan Berbuat Baik Pada Titipan-Nya Juga

Jadi, sebisa mungkin jangan sampai ikutan emosi dan marah-marah. Sebab jika kamu melakukannya masalah yang sebenarnya sepele bisa menjadi lebih runyam. Pertengkaran yang bisa diselesaikan lebih cepat, justru jadi drama yang tidak selesai-selesai nantinya.

2. Jangan Menghakimi Pasangan, Cari Tahu Dulu Penyebab Emosi Pasangan Tidak Stabil.

Plan Rathavit Kijworalak
Plan Rathavit Kijworalak

Tips kedua adalah jangan dulu menghakimi pasanganmu atau menarik kesimpulan dan persepsi sendiri. Sebab bisa saja, pasanganmu emosi, karena kamu yang salah. Tapi, kamunya tidak sadar atau tidak peka pada masalah itu. Intinya menyepelekannya begitu saja.

Selain itu, cari tahu juga penyebab kemarahan pasanganmu. Apakah mungkin sudah karakternya? Jika memang karakternya, maka sebisa mungkin kamu harus belajar menerima kekurangannya tersebut. Apakah dia punya trauma yang membuatnya mudah marah dan tidak percaya?

Jika iya, maka bantulah pasanganmu untuk sembuh dan berusaha untuk meyakinkan bahwa kamu adalah orang yang bisa dia percaya. Atau mungkin kamu melakukan kesalahan dan tidak peka? Jika iya, segera perbaiki kesalahanmu dan belajarlah untuk menjadi orang yang peka. Supaya pasanganmu tidak perlu marah-marah untuk membuatmu sadar.

Baca Rekomendasi :   Jodoh Memang Gak Akan Kemana, Tapi Kalau Tidak Diusahakan Juga Tidak Akan Berjumpa

3. Komunikasikan Dengan Tegas Pada Pasangan.

Lubang Sewu Erorejo
Lubang Sewu Erorejo via instagram/ardianz_official

Tips selanjutnya adalah berusaha untuk menjalin komunikasi dengan pasanganmu. Saat pasangan marah-marah tidak jelas. Tidak masalah untuk memberi ketegasan bahwa kamu tidak menyukai sikapnya yang seperti itu. Mintalah dia secara baik-baik untuk mengatakan apa masalahnya dan apa salanya, sehingga emosi pasanganmu muncul.

Jika tidak ada masalah apapun, tapi pasanganmu uring-uringan. Jangan ragu untuk memberikan ketegasan bahwa kamu tidak suka caranya. Jangan pernah memendam perasaanmu sendiri maupun jangan takut untuk menyampaikan apa yang kamu suka dan tidak suka dari pasanganmu termasuk sikapnya.

Percayalah, komunikasi dan ketegasan itu akan membuat pasanganmu mengerti, jika dia memang ingin hubungan tetap bertahan. Sebab dia tahu sikapnya itu juga membuatmu tidak merasa nyaman.

4. Sesekali Mementingkan Diri Sendiri Bukan Hal Yang Salah.

Jangan Menjadikan Mantan Sebagai Teman
Jangan Menjadikan Mantan Sebagai Teman

Terkadang pasangan yang tidak jelas seperti itu bisa kamu berikan pelajaran dengan bersikap lebih egois. Kamu bisa menjauh darinya sementara waktu untuk memberikan efek jera padanya. Selain itu juga bisa menjadi waktu untuk menenangkan dirimu sendiri, dan waktu untuk dirinya intropeksi diri.

Baca Rekomendasi :   Jangan Terkecoh Rayuan Mautnya Karena Tidak Semua Lelaki Baik Punya Niatan Baik

Apalagi ketika kamu sudah berusaha mengajaknya berkomunikasi, tapi gagal. Kamu sudah berusaha mencari tahu masalahnya, namun tidak menemukan kesalahan yang kamu lakukan. Tidak masalah untuk menjauh sementara, karena itu juga penting untuk ketenangan batinmu.

5. Jika Tetap Ingin Bertahan. Jangan Menyerah Untuk Membimbing Pasangan Menjadi Lebih Baik Bersama.

Jangan Terbuai Rayuan Janji Manis Pria
Jangan Terbuai Rayuan Janji Manis Pria

Setelah dia mendapatkan efek jera dari sikapmu dengan membiarkannya sendiri dulu. Setelah dia sadar dan minta maaf karena emosinya yang suka meledak-ledak dan ingin berbaikan dengan kamu. Maka jika kamu memang ingin bertahan dengannya, berusahalah memaafkan dirinya. Namun, tetap berikan ketegasan dan selalu menasehati, bahwa kamu tidak menyukai sikapnya yang seperti itu dan emosinya yang tidak terkendali.

Jangan menyerah untuk membimbing pasanganmu menjadi pribadi yang lebih baik bersama selama kamu masih mampu. Bantulah dia untuk menjadi orang yang lebih positif dan mampu mengendalikan diri. namun, jika ada masa dia tidak berubah dan kamu menyerah. Tidak ada yang menyalahkanmu, jika kamu memutuskan untuk mengakhir hubungan dan pergi.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page