Kenapa Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan? Ini Penjelasannya

  • Bagikan
Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan
Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan

Setiap umat manusia pastinya akan selalu dirayu setan untuk melakukan perbuatan dosa yang dapat menjerumuskan kita kedalam api neraka.  Setan akan selalu datang dan menyerang ke titik terlemah yang ada di dalam diri kita.

Saat diri kita lemah keimanannya dan jauh dari Allah ta’ala. Maka setan akan dengan mudah menarik kita ke dalam golongan calon penghuni neraka. Salah satu perbuatan dosa yang paling dibenci oleh Allah ta’ala adalah fitnah. Tentunya fitnah dilakukan lewat lisan saja, tetapi efek dari perbuatan ini sangatlah besar dan bisa membuat kamu mengalami perlakuan yang tidak baik dari orang lainnya.

Bahkan dalam ajaran islam, fitnah dinilai lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu apa makna sebenarnya dari fitnah di dalam ajaran islam?

Mengapa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan? Sebagai umat muslim yang beriman, kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah subhanahuwata’ala. Hal ini untuk menghindari diri kita dari bujuk rayu setan untuk melakukan perbuatan dosa.

Jika diri kita membiarkan hati kosong dan tidak beriman kepada Allah ta’ala. Maka setan akan dengan mudah membujuk kita. Salah satu perbuatan yang tidak sengaja dilakukan tetapi merupakan dosa besar adalah fitnah.

Saat ini banyak orang yang menganggap bergosip adalah hal yang biasa. Membicarakan keburukan orang sudah menjadi hal yang wajar. Padahal dalam obrolan tersebut kita tidak tahu apakah kejelekan yang dibicarakan benar ataukah tidak. Hal ini bisa menimbulkan fitnah.

Dalam ajaran islam sendiri Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. 

Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan
Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan

Hal ini pun dijelaskan dalam alquran,

Dan bunuhlah mereka dimana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir (QS Al-Baqarah ayat 191)

Namun ada beberapa ulama yang menafsirkan bahwa fitnah yang ada pada ayat tersebut merupakan perbuatan Syirik.  Ulama tafsir terkemuka Imam Ath thobari menyatakan, way dimaksud fitnah disini adalah perbuatan Syirik.

Baca Rekomendasi :   5 Golongan Orang yang Rajin Shalat Tetapi Masuk Neraka

sehingga dikatakan syirik lebih besar dosanya dari pembunuhan. Imam Ath thobari juga menjelaskan bahwa asal makna dari fitnah adalah al-ibtila dan Al-Ikhtibar yaitu ujian atau cobaan. Sehingga maksud Ayat tadi kata beliau adalah,

Menguji seorang mukmin dalam agamanya sampai ia berbuat Syirik kepada Allah setelah sebelumnya berislam, itu besar dosanya kepada memberikan bahaya dengan membunuhnya sedangkan tetap terus berada dalam agamanya.

Maka dari itu jauhilah perbuatan fitnah dalam bentuk apapun, karena bisa membuat kita menjadi penghuni neraka.

Bagaimanakah cara menghindari fitnah?

Di jaman modern ini, sudah banyak orang yang termakan oleh fitnah. Dengan adanya berita bohong atau hoax yang beredar. Kita bisa menjadi kehilangan arah. Bahkan saat menyebarkan berita tersebut tanpa tahu kebenaran aslinya. Diri kita sama saja sudah melakukan fitnah.

Sungguh perbuatan yang sangat kejam bila kita menyebarkan berita tidak benar tentang seseorang. Hal ini terdengar sepele tapi merupakan dosa yang sangat besar. Jika banyak orang yang percaya akan fitnah tersebut, pandangan orang lain terhadap korban yang difitnah pun akan berbeda. Ini bisa membunuh secara karakter dari sang korban.

Salah satu cara menghindari fitnah adalah selalu cek kebenaran dari berita atau informasi tentang apapun. Hal inipun sangat penting agar kita tidak salah menilai keadaan atau menilai orang lain yang sedang dibicarakan.

Cara tersebut juga dijelaskan dalam alquran,

Baca Rekomendasi :   Orang Tua Tidak Selalu Benar! Islam Wajibkan Anak Melawan Orang Tua Jika

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 16

Caranya menjelaskan tadi sangatlah ampuh untuk menjaga diri kita dari perbuatan memfitnah orang lain. Jika kita bisa melakukannya maka diri kita selamat dari dosa fitnah yang amat besar. Bila kita tidak ingin mendapatkan fitnah dari orang lain, maka diri kita bisa berdoa kepada Allah ta’ala untuk memohon perlindungannya.

Doa tersebut dijelaskan dalam alquran,

Ya Tuhan kami. Semoga engkau tidak menjadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang dzalim (buruk amal perbuatannya), dan pastinya Engkaupun berkenan menyelamatkan kami dengan rahmat-Mu dari (tipudaya) orang-orang yang kafir (mengingkari dan memusuhi ajaran ajaran -Mu. Quran Surat Yunus ayat 85-86

Semoga kita menjadi hamba yang selalu terhindar dari fitnah yang amat kejam.

Azab bagi pelaku fitnah.

Jangan sekali-kali berani berbuat fitnah atau menyebarkan fitnah kepada orang lain. Hal ini sangat dilarang dalam ajaran islam, tentunya agar berdampak buruk bagi korban yang difitnah. Kitapun akan mendapatkan dosa yang amat besar juga menjadi pelaku fitnah.

Pelaku fitnah akan diberikan kesulitan didunia maupun diakhirat. Hal ini pun dijelaskan dalam alquran,

Siapapun gemar menceritakan atau menyebarluaskan kecelekaan saudara Muslim kepada orang lain diancam dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat. Quran Surat An-Nur ayat 19

Di akhirat nanti, kita akan mendapatkan siksaan yang amat pedih. Kita tidak akan bisa merubah apapun di akhirat nanti. Berbagai azab dan siksaan yang amat pedih akan diberikan kepada pelaku yang sering memfitnah orang selama di dunia.

Seperti yang diterangkan dalam Alquran,

Baca Rekomendasi :   Ustadz Khalid Basalamah: Dahsyatnya Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat

Wahai orang-orang beriman jauhilah banyaknya prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, janganlah kalian mencari-cari kesalahan, jangan menggunjing sebagian terhadap sebagian, apakah engkau senang jika makan daging bangkai saudaranya? Maka kalian membencinya, dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Menerima Taubat dan Maha Penyayang. (Quran Surat Al Hujurat ayat 12).

Bertaubatlah para pelaku fitnah.

Setiap manusia pasti pernah melakukan perbuatan dosa. Hal ini dikarenakan memang manusia adalah tempatnya lalai dan juga salah. Bahkan kita pernah melakukan perbuatan dosa secara tidak sadar. Hal yang kita anggap sepele ternyata merupakan dosa yang amat besar.

Membicarakan keburukan orang dan menyebarkannya merupakan perbuatan fitnah. Banyak orang yang menganggap perbuatan dosa besar itu hal yang biasa.  Azab yang amat pedih akan menunggu mereka di dunia maupun di akhirat nantinya.

Namun para pelaku tersebut, masih bisa terhindar dari azab yang telah menunggunya dengan cara bertaubat kepada Allah ta’ala. Sebesar apapun dosanya, jika memang niat sungguh-sungguh dalam hatinya ingin bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya lagi . Maka pintu maaf dari Allah Ta’ala akan selalu terbuka untuknya.

Hal ini pun diterangkan dalam Alquran

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-qur’an Aurat An-Nisa’ ayat 110).

Maka dari itu, Dekatkanlah diri kepada Allah ta’ala dengan selalu bertakwa kepadanya. Jika memang kalian sudah melakukan banyak perbuatan dosa maka bertaubatlah.  Karena Pintu Taubat dan ampunan dari Allah ta’ala selalu terbuka untuk setiap umatnya.

Nah, itu lah penjelasannya yang disalur Bapemulu.com dari akun Youtube Magenta Islam. Kenpa Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan. Kamu juga bisa menonton vidionya di bawah ini.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page