Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT, Siapakah Mereka?

  • Bagikan
Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT
Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT

Shalat adalah tiang agama. Bagi mereka yang beriman, salat adalah hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan sakit sekalipun. Rajin menjalankan sholat tentu merupakan hal yang sangat baik dan mulia. Namun hal tersebut tidak lantas menjamin seseorang menjadi hamba yang dekat dengan Allah subhanahuwata’ala.

Lalu siapa sajakah orang yang rajin shalat namun jutsru jauh dari Allah subhanahuwata’ala?

Dalam suatu hadits Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya pertama kali yang dihisap (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak merupakan shalatnya. adalah shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya. (Hadits Riwayat Tirmidzi).

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk rutin mendirikan shalat. Namun untuk mendapatkan ridho dan surganya, tidak hanya dengan rajin menjalankan sholat. Hal itu hanya dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak sebatas sebagai rutinitas harian.

Serta tetapi barengi dengan menjaga akhlak, serta hubungan dengan sesama manusia agar tidak menjauhkan kita dari Allah subhanahuwata’ala sang pencipta alam semesta.

Berikut ini daftar orang yang rajin Shalat namun justru jauh dari Allah ta’ala.

1. Orang yang lalai dalam shalat

Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT
Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT

Pada hari kiamat nanti, ada banyak orang yang membawa salatnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemudian mereka mempersembahkan salatnya kepada Allah, lalu salatnya dilipat-lipat seperti di lipatnya pakaian yang kumal.

Kemudian dibantingkan ke wajah mereka, Allah tidak menerima shalatnya bahkan ada yang celaka dengan shalatnya. Seperti yang terdapat dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat al-ma’un ayat 4-5.

Maka Celakalah bagi orang-orang yang shalat yaitu orang-orang yang melalaikan shalatnya

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda,

Akan datang pada manusia (umat Muhammad) suatu zaman, banyak orang yang merasakan dirinya shalat, padahal sebenarnya tidak shalat. HR Ahmad.

Perintah shalat adalah untuk mengingat Allah subhanahuwata’ala. Dikatakan dalam surat an-nisa ayat 43 yang artinya.

Baca Rekomendasi :   dr. Zaidul Akbar : Cukup Atasi Virus Dengan Sunnah Nabi

Sehingga kamu mengetahui akan apa yang kamu ucapkan

Karena itu dalam mengerjakan shalat tidak boleh lalai. Yang dimaksud lalai adalah tidak mengetahui maksud apa yang dibaca dan apa yang dikerjakan. Apalagi jika kurang memperhatikan syarat rukun dan ketentuan-ketentuan shalat lainnya. Maka yang diperoleh hanyalah payah dan letih.

Rasulullah menyatakan

Berapa banyak orang yang shalat, keuntungan yang diperoleh hanyalah payah dan letih. HR Ibnu Majah.

Jadi meskipun merasa dirinya Shalat tapi hakekatnya tidak shalat dan ia tidak akan mendapatkan hikmah Allah ta’ala. Shalatnya pun tidak menambah dekat kepada Allah tapi justru sebaliknya. Rasulullah menegaskan,

barangsiapa yang shalatnya tidak dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar maka tiada bertambah baginya kecuali semakin jauh dari Allah. HR Ali Ibnu Ma’bad.

2. Orang yang suka menggunjing orang lain.

Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan
Fitnah Lebih Kejam Daripada Pembunuhan

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Apakah yang memasukkan anda ke dalam saqor (neraka)? Mereka menjawab, Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kita tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan merupakan kita membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan merupakan kita mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kita kematian. Maka tidak bertujuan lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang membagikan syafaat. Quran Surat Al Mudatsir ayat 42-48.

Di dalam ayat tersebut salah satu penyebab orang masuk neraka merupakan karena suka membicarakan ketidak lebih baik kan orang lain. Orang yang mendirikan shalat namun suka membicarakan kejelekan orang lain maka ia akan ditempatkan didalam neraka saqor.

Allah melarang kita untuk membicarakan aib orang lain. Allah berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Quran surat al-hujarat ayat 12)

3. Orang yang acuh pada sesama.

Allah berfirman,

Baca Rekomendasi :   Saat Jasad Dikuburkan, Kemanakah Roh Manusia?

“Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat orang-orang yang merendahkan dirinya-karena kebesaran-Ku, menahan dirinya dari hawa napsu karena Aku, yang mengisi sebagian waktu siangnya untuk berdzikir kepada-Ku, yang melazimkan hatinya untuk takut kepada-Ku, yang tidak sombong terhadap makhluk-Ku, yang memberi makan pada orang yang lapar, yang memberi pakaian pada orang yang telanjang, yang menyayangi orang yang terkena musibah, yang memberikan perlindungan kepada orang yang terasing. Kelak cahaya orang itu akan bersinar seperti cahaya matahari. ….”.

Di dalam hadits yang lain, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan, bahwa salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ialah bersifat dermawan dan senang membantu orang lain terutama pada orang yang sedang kesulitan.

Rosulullah bersabda,

Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat dengan syurga, sedangkan orang yang bakhil atau pelit, jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan neraka.

4. Orang yang riya.

Sebab pertama yang ternyata mampu menjerumuskan seorang ahli ibadah tetap mendapatkan azab bahkan menjadi penghuni Neraka adalah karena mereka Ria. Hal tersebut terjadi apabila semua amalan sholeh yang dilakukannya selama di dunia itu bukan untuk mencari Ridha Allah, melainkan dilakukan karena ingin Riya atau pamer dan mengharap pujian dari manusia.

Allah ta’ala berfirman

Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. Quran Surat An-nisa ayat 142.

Oleh karena itu sahabat beriman, sebaik-baiknya amalan adalah amalan yang dilakukan ikhlas dan murni lillahi taala. Hanya demi Allah, dan cukuplah kita berharap ada Ridho dan balasannya atas apa yang telah kita lakukan. Karena Allah subhana wa taala adalah seadil-adilnya pemberi balasan.

Baca Rekomendasi :   5 Janji Allah Bagi Orang yang Memelihara Kucing

Menjaga hati dan niat merupakan hal yang harus kita jaga. Dalam melakukan apapun agar semua amalan tersebut tidak berujung sebagai cambuk bagi kita, yang membuat kita menjadi Ria kepada sesama.

5. Orang yang suka berdusta.

Berdusta merupakan salah satu dosa besar dan diancam siksa yang pedih di akhirat kelak.  Di zaman semacam ini, kebohongan tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan di kalangan masyarakat. Padahal sekecil apapun suatu kebohongan akan tetap dianggap sebagai dosa besar.

Meskipun ada seseorang yang rajin sholat dan beribadah, namun jika lisanya suka berbohong maka shalat dan ibadahnya akan sia-sia semata. Karena kebohongannya itu akan menghapus amal-amalnya. Jika ia mati dalam keadaan tidak bertaubat kepada Allah, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong. Quran surat An-nahl ayat 105.

Berbohong menunjukkan salah satu ciri dari golongan orang-orang yang munafik. Untuk itulah mengapa kita sebagai umat Islam wajib menjauhi yang namanya tindakan dusta. Karena itu dapat menyusahkan kita baik di dunia dan di akhirat.

maka Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang rajin salat dan dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga kita bisa mendapatkan Ridho serta menetap dalam surganya kelak.

Nah, itulah pemabahasan mengenai Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT, Siapakah Mereka?.

Oh iya, artikel ini merupakan saduran dari vidio berikut ini dengan judul yang sama yaitu Rajin Shalat Namun Justru Jauh Dari Allah SWT, Siapakah Mereka? Silahkan tonton langsung ya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page