Mengapa Allah Merahasiakan Kematian? Begini Penjelasannya

  • Bagikan
Allah Merahasiakan Kematian
Allah Merahasiakan Kematian

Intinya, kematian pasti akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa, tidak terkecuali manusia. Hanya saja tidak satupun diantara kita yang bisa mengetahui kapan ajal menjemput. Semua itu hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang maha mengetahui. lantas Mengapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan kematian?

Apakah ada tujuan tertentu Allah merahasiakan kematian? Bagaimana jika kematian tidak dirahasiakan sang Ilahi? Setidaknya ada empat hal, Mengapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan kematian manusia?

1. Agar manusia tidak cinta pada dunia.

Allah Merahasiakan Kematian
Allah Merahasiakan Kematian dok islam populer

Manusia perlu menyadari bahwa dunia ini adalah tempat persinggahan. Cinta dunia akan menyebabkan seseorang melupakan akhirat, yang mana itu merupakan kehidupan yang abadi. Terlalu Cinta dunia bisa menyebabkan seseorang malas berbuat kebajikan, sebab sifat ini akan mendorong orang untuk menjadikan dunia sebagai orientasi hidup.

Bahkan yang paling parahnya lagi, sampai lupa kalau akan mengalami kematian dan akan menjalani kehidupan kekal di akhirat kelak. Di dalam sebuah hadits dijelaskan, kerugian bagi orang yang terlalu cinta dunia Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.

Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah memberikan kekayaan dalam hatinya, mengumpulkan semua usahanya, dan dia akan dihampiri dunia walaupun dia enggan. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah menjadikan kefakiran didepan matanya, dan mencerai-beraikan usahanya dan tidak dibagikan dunia kepadanya, kecuali yang sudah ditakdirkannya HR. At Tirdmidzi.

Orang yang cinta dunia, akan membutakan hati dan berani melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Misalnya merampok, judi, korupsi, dan berzina. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda.

Tiadalah cinta dunia itu menguasai hati seseorang, kecuali dia akan diuji dengan tiga hal, yakni cita-cita tak berujung, kemiskinan yang takkan mencapai kecukupan dan kesibukan yang tidak lepas dari kelelahan. (HR Ad-Dailami).

Dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan datangnya kematian. Tentu saja orang akan lebih mempersiapkan diri. Bersiap untuk menghadapi kematian kapanpun, sebab tidak ada yang tahu kapan dan dimana kematian akan menjemput.

Baca Rekomendasi :   Ngeri! 3 Dosa Ini Terus Mengalir Meski Sudah Meninggal

2. Agar manusia ikhlas dalam beramal.

Andai saja, manusia mengetahui hari kematiannya. Maka bisa saja melakukan amal ibadah hanya karena tahu umurnya sudah mendekati kematian. Ikhlas melakukan segala sesuatu, merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam.

Perlu diketahui bahwa ikhlas adalah perkara terpenting dalam amalan hati, yang hal tersebut sangat erat hubungannya dengan iman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab majmu’ al-fatawa menjelaskan bahwa amalan-amalan hati adalah termasuk pokok-pokok dari keimanan dan tongkat-tongkat Agama Islam.

Misalnya mencintai Allah dan rasul-nya, bertawakal kepada Allah SWT, mengikhlaskan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah ta’ala semata. Bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan berlaku sabar di atas hukum-hukumnya.

Semua amalan ini, wajib atas seluruh makhluk berdasarkan kesepakatan para imam agama. Perlu juga diketahui bahwa ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya amal. Di dalam al-qur’an Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). QS Al-Bayyinah ayat 5

Ibnul qayyim dalam kitab badai’ul pawai, juga menjelaskan keagungan amalan-amalan hati. Ia berkata bahwa amalan-amalan hati adalah hal pokok. Adapun amalan anggota badan adalah pengikut dan penyempurna.

sesungguhnya niat sedudukan dengan roh, adapun amalan sedudukan dengan jasad. Sehingga apabila roh telah terpisah dengan jasad, maka binasalah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

Baca Rekomendasi :   dr. Zaidul Akbar : Cukup Atasi Virus Dengan Sunnah Nabi

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” Quran Surah Ali Imran ayat 185.

Dalam kehidupan manusia, punya rasa ikhlas dalam ibadah dilakukan karena tahu akan menghadapi kematian. Dengan dirahasikannya kematian, manusia akan melakukan amal ibadah secara ikhlas. Bukan karena mengetahui bahwa ajalnya sebentar lagi akan menjemput.

3. Supaya Manusia Tidak Bermaksiat.

Menghindari perbuatan maksiat juga termasuk salah satu alasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan kematian. Bisa dibayangkan apabila orang mengetahui jatah umurnya masih panjang, seseorang mungkin tidak akan berhenti melakukan maksiat.

Seseorang juga akan berhenti berbuat maksiat apabila mengetahui bahwa umurnya tidak lagi panjang. Maka bila kematian dirahasiakan, bisa membuat manusia untuk segera berhenti bermaksiat. Mengingat bahwa ada kehidupan setelah kematian, akan menanggung segala perbuatan maksiat yang pernah dilakukan selama hidup didunia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang perbuatan maksiat, baik yang ditujukan terhadap diri sendiri, orang lain, terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala dan terhadap utusannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Perbuatan maksiat yang menyebabkan datangnya kehinaan pada diri pelakunya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas. QS Ali Imran ayat 112.

Dapat direnungkan, bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan kehinaan kepada mereka berbuat maksiat dimanapun mereka berada. Sesungguhnya perbuatan dosa, maksiat, dan mengabaikan perintah Allah subhanahu wa ta’ala sudah melampaui batas. Semua perbuatan maksiat dan segala macemnya mengandung dosa akan mendapat balasan setelah kematian.

Baca Rekomendasi :   4 Golongan Manusia yang Diharamkan Masuk Surga

Apabila manusia mengingat mati tanpa perlu tahu kapan kematian itu datamg akan merasakan takut melakukan perbuatan maksiat. Dengan mengingat kematian manusia akan lebih berkonsentrasi pada kehidupan akhirat. Apalagi kematian yang tidak tentu kapan dan dimana datangnya.

Orang mukmin pasti takut jika kematian menjemputnya pada saat sedang bermaksiat. Dengan begitu, manusia akan menghindari perbuatan maksiat demi mendapatkan Khusnul Khotimah.

Orang yang cerdas tahu betul bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal. Manusia mengingat kematian akan memendekkan angan-angannya, akan lebih banyak berbuat kebaikan atau betul bahwa kaya, miskin, fisik, jabatan dan lain sebagainya tidak ada gunanya. Sebab pada akhirnya jasad manusia akan kembali dan menyatu ke tanah.

Di dalam al-qur’an Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberi peringatan kepada manusia mengenai kematian. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

Katakanlalah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang kamu kerjakan.” Quran Surah Al-Jumu’ah ayat 8

Mengingat kematian termasuk digolongkan orang yang cerdas. Sebab orang cerdas memahami bahwa setiap makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mati, dan akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.

Untuk selenkapnya mengenai penjelasan Mengapa Allah Merahasiakan Kematian? Begini Penjelasannya. Kamu bisa menonton vidio di bawah ini, karena sumber artikel ini, Bapermulu.com mengutip dari islam populer.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page