Wana Wisata Jumprit, Destinasi Apik Nan Sejuk di Lereng Gunung Sindoro

  • Bagikan
Wana Wisata Jumprit
Wana Wisata Jumprit dok instagram.com @kang_faul

Masih berada di Temanggung, jika sebelumnya Bapermulu.com menyajikan destinasi wisata alam dengan nuansa air  terjun. Atau tepatnya Curug Surodipo, kali kami akan mengajak kamu untuk melihat sejenak destinasi apik Wana Wisata Jumprit.

Untuk penyuka wisata alam di hutan, sudah tentu Wana Wisata Jumprit sangat menarik untuk dikunjungi. Tempat wisata ini berada di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Perjalanan menuju wana wisata Jumprit dapat ditempuh dari ibukota kecamaatan Ngadirejo. Karena jalan menuju ke sana sudah beraspal, tentu perjalanan akan lebih nyaman dan aman.

Hutan wisata ini tak hanya menyajikan pemandangan alam yang indah dengan perkebunan dan pepohonan pinus yang indah, melainkan juga wisata religi dan budaya dalam satu tempat. Apa saja pesona yang ditawarkan tempat wisata ini? Simak ulasan berikut ini.

Keunikan Mata Air Keramat Umbul Jumprit.

Wana Wisata Jumprit
Wana Wisata Jumprit dok instagram.com @kang_faul

Daya tarik utama yang dimiliki oleh kawasan wisata Jumprit ialah sebuah mata air yang sudah melegenda. Dulu keberadaan mata air atau umbul ini dirahasiakan. Akan tetapi, sejak awal tahun 1980-an, mulai banyak yang mengunjungi tempat ini untuk berziarah ke makam Ki Jumprit dan berendam di umbul tersebut.

Baca Rekomendasi :   Bukit Kembang Arum, Wisata Alam New Zealand Versi Temanggung

Ki Jumprit sendiri merupakan salah seorang putra Raja Majapahit yaitu Prabu Brawijaya yang dikenal karena kesaktiannya. Beliau juga diyakini merupakan leluhur masyarakat Temanggung yang berada di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro. Petilasan dan makamnya berada tak jauh dari umbul dan biasanya dikunjungi oleh orang-orang yang melakukan tirakat.

Selanjutnya, pada tanggal 18 Januari 1987 pemerintah Kabupaten Temanggung menetapkan Jumprit sebagai wana wisata yang kemudian diresmikan oleh gubernur Jawa Tengah ketika itu yaitu H.M Ismail.  Tempat ini biasanya ramai pengunjung di malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon serta malam tahun baru dalam kalender Jawa yaitu 1 Suro. Pada malam 1 Suro, di sini juga diadakan prosesi Kirab Lurah.

Posisi umbul terletak di balik bangunan seperti candi yang berada di tengah rimbunnya pepohonan. Mata air yang mengairi Sungai Progo ini tak pernah mengering meskipun musim kemarau. Selain dipercaya memiliki khasiat tertentu, air umbul Jumprit digunakan oleh umat Budha dalam rangkaian upacara Trisuci Waisak di Candi Borobudur. Di samping itu, air dari umbul juga dimanfaatkan penduduk untuk kebutuhan air sehari-hari termasuk mengairi sawah dan kebun.

Baca Rekomendasi :   Wisata Alam Posong, Destinasi Berkemah Bersama Teman-teman

Aktivitas Rekreasi Seru di Wana Wisata Jumprit

Wana Wisata Jumprit yang ada di tengah hutan pinus di lereng Gunung Sindoro ini juga dikenal dengan nama Wapit. Tempat ini bisa menjadi pilihan untuk berkemah serta menikmati kesegaran udara dan indahnya pemandangan ketika matahari terbit.

Saat siang hari, di dalam hutan pun masih terasa hawa sejuk dan segar. Sepanjang perjalanan menjelajahi hutan, kamu akan ditemani suara kicauan beraneka jenis burung. Di sini juga hidup kera liar yang berjumlah antara 25 hingga 30 ekor. Populasi mereka konon tidak pernah bertambah ataupun berkurang.

Untuk pemandangan alam yang indah, pengelola tempat wisata ini juga menyajikan fasilitas bertema rekreasi keluarga dan petualangan. Fasilitas yang disediakan meliputi tempat berkemah, hutan pinus, wahana outbound seperti flying fox, panahan, dan juga trekking menyusuri kawasan wisata alam. Di sini juga terdapat Wapit Green House yang di dalamnya dikembangkan berbagai jenis tanaman seperti anggrek, strawberry, dan tomat ceri.

Baca Rekomendasi :   3 Air Terjun yang Cocok untuk Menghabiskan Akhir Pekan di Temanggung

Nah, bagi pecinta kopi, jangan lupa mampir di kafe yang ada di Wana Wisata Jumprit. Kopi yang disediakan sungguh istimewa yaitu kopi yang ditanam oleh petani lokal di Temanggung berjenis robusta dan arabika. Di sini, kamu bisa menikmati berbagai seduhan kopi ditemani berbagai jenis makanan. Tak hanya itu, sembari menikmati sejuk dan damainya hutan di pegunungan, kamu bisa mendengarkan alunan musik live di kafe ini jika datang pada malam Minggu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page