Cinta Itu Mengikhlaskan Yang Pergi dan Menerima Yang Ditakdirkan

  • Bagikan
Cinta Itu Mengikhlaskan
Cinta Itu Mengikhlaskan

“Ikhlas dalam cinta itu ada dua hal. Pertama ikhlas merelakan seseorang yang pergi. Kedua, ikhlas menerima siapapun yang ditakdirkan oleh Tuhan”

Ada saatnya kamu harus berhenti menyebutnya dalam doa dan harus rela melepaskan dia yang tak memilih bersama. Ada saatnya kamu belajar mencintai dan menerima pilihan Tuhan dalam hidupmu.

Semua itu butuh keikhlasan dan penerimaan tingkat tinggi. Semua itu butuh perjuangan yang kadang tak mudah hingga butuh waktu yang tidak sebentar.

Namun, bagi kamu yang percaya pada takdir Tuhanmu. Bagi kamu yang tetap berprasangka baik soal takdir hidupmu. Seiring dengan berjalannya waktu, kamu pasti akan ikhlas dan memaafkan semua yang terjadi, termasuk mendamaikan hati.

Kamu tidak akan lagi merasa sakit hati ataupun menangis saat mengingat masa lalu. Dan kamu justru mendapatkan kebahagiaan yang lebih banyak atas kesabaran serta keikhlasan yang kamu berikan.

Sebab dalam cinta maupun hubungan, kadang kamu tidak hanya berjuang untuk membahagiakan dan mempertahankan. Tapi juga, mengikhlaskan dan menerima apapun takdir Tuhan sepenuh hatimu.

Baca Rekomendasi :   Semoga Engkau Menemukan Jodoh yang Mau Mengajakmu ke Syurga

1. Nyesek Memang Saat Akhirnya Kamu Ternyata Hanya Jagain Jodoh Orang Lain.

Cinta Itu Mengikhlaskan
Cinta Itu Mengikhlaskan

Namun, Bagi Orang Yang Tulus, Pernah Membahagiakan Orang Yang Disayang Sepenuh Hati Meski Akhirnya Tak Bersama, Itu Bukanlah Musibah.

Namanya bertemu, pasti akan ada saatnya untuk berpisah suatu hari nanti. Tapi bagi orang yang tulus, pernah membahagiakan orang yang disayang. Meski akhirnya tak dipersatukan dalam pelaminan, bukanlah suatu musibah.

Karena setidaknya kamu berhasil menjaga dengan baik dirinya sebelum bertemu dengan jodoh sejatinya.

Tapi, jika kamu menuruti hawa nafsu pasti rasanya hanya kecewa dan nyesek di hati. Berbeda jika menuruti iman, kamu akan berusaha untuk legowo dan menerimanya sebagai takdir Tuhan yang terbaik.

Kamu sudah berjuang membahagiakannya, menyebutnya dalam doa, diam-diam mencintainya. Tapi nyatanya, dia memang bukan jodohmu dan bukanlah orang yang terbaik bagimu.

Baca Rekomendasi :   Wanita Paling Bahagia, Wanita yang Dicintai Oleh Lelaki yang Mampu Memahami Kekurangannya

2. Mendamaikan Hati dan Mengikhlaskan Memang Tak Semudah Membalikkan Tangan. Tapi Seiring Dengan Waktu Kamu Pasti Bisa Melaluinya.

Memilih Tak Pacaran
Memilih Tak Pacaran

Move on bukan berarti kamu harus lupa, membenci atau mengharapkan karma buruk untuk orang di masa lalu. Tapi, cukup dengan tidak lagi terluka saat mengingatnya, sudah menganggap dia biasa saja dan tidak lagi peduli apapun soal hidupnya. Serta kamu sudah fokus dan bahagia dengan kehidupan yang sekarang.

Walau memang move on atau ikhlas itu tak mudah dan butuh waktu. Namun percayalah, lama – kelamaan, kamu pasti bisa melewatinya. Di tambah lagi, Tuhan pasti akan mengangkat segala rasa untuk dia yang memang tidak ditakdirkan untukmu.

3. Lagipula Tuhan Pasti Akan Memberikan Ganti Yang Lebih Baik Buatmu. Tinggal Kamu Juga Ikhlas Dan Belajar Menerima Sepenuh Hatimu

Dalam hubungan dan cinta, kamu tidak hanya memberi kebahagiaan. Tapi juga memberi keikhlasan untuk merelakan yang pergi dan menerima yang Tuhan takdirkan.

Baca Rekomendasi :   Cara Kita Mencintai Tak Pernah Sama, Jangan Membandingkan Dengan Yang Lain

Kamu harus yakin bahwa kamu pasti mendapatkan ganti yang lebih baik, saat kamu juga bertobat dan terus memantaskan diri sebagai bentuk ikhtiarmu. Hingga akhirnya kamu akan dipertemukan dalam status halal dengan orang yang tepat.

Namun, dipertemukan dengan jodoh terbaik. Tak lantas membuat hubungan sempurna dan bahagia. Butuh kelegowoan hati menerima pasangan apa adanya juga segala kurang lebihnya. Perlu adanya usaha dan perjuangan untuk membangun keluarga yang Samawa.

Karena itu, sehebat kamu dulu pernah memperjuangkan cinta yang belum halal. Sekarang kamu harus lebih hebat lagi memperjuangkan cinta yang telah halal. Saat dulu kamu memantaskan diri untuk bertemu dengannya, sekarang lebih pantaskan diri bersama agar bisa berkumpul dengan dirinya, baik di dunia atau di akhirat kelak.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page