Memilih Tak Pacaran, Karena Aku Ingin Tak Ada Syetan Diantara Kita

  • Bagikan
Memilih Tak Pacaran
Memilih Tak Pacaran

Setiap orang punya pandangan sendiri pada hubungan yang dijalaninya. Namun, bagiku dan agamaku, aku percaya bahwa hubungan yang halal (pernikahan) tak harus dilewati dengan berpacaran untuk saling mengenal satu sama lain.

Dalam agama yang aku percaya ada ta’aruf yang isinya adalah beberapa proses pengenalan pada calon pasangan. Dan itu sudah lebih dari cukup, apalagi ditambah dengan istikharah dan doa.

Jadi maaf, jika aku menolak atau tak memilih untuk berpacaran. Apabila memang serius, silahkan ke rumah dan minta restu orang tua. Serta menjalani proses ta’aruf sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Legowokan hati pula, jika andai aku tidak memilih karena berbagai pertimbangan. Sebab melamar tak berarti harus diterima dan pihak wanita punya hak untuk menolak. Apalagi jika dalam proses ta’aruf ada keraguan.

Aku hanya ingin dalam pernikahan itu nantinya hanya Ada Allah diantara kita. Bukan di mulai dengan kemaksiatan yang dihasut syetan.

Baca Rekomendasi :   Manusia yang Memilih Pasangan Tapi Keputusan Tuhan yang Menentukan

1. Bagiku Sendiri Lebih Baik Daripada Menjalin Hubungan Yang Sangat Mungkin Ada Dosa Di Dalamnya.

Memilih Tak Pacaran
Memilih Tak Pacaran

Meski diri ini tak sempurna. Tapi, aku juga ingin menjadi seseorang yang lebih baik dalam sisi agama maupun akhlak. Pacaran, hubungan tanpa status hingga teman tapi mesra atau hubungan apapun dengan lawan jenis lainnya, akan sangat mungkin mendekatkan diri dalam maksiat.

Karena itu aku berusaha membatasi diri, karena itu aku lebih memilih sendiri dan istiqomah fokus memperbaiki diri.

Hal ini karena aku belajar dari banyak pengalaman. Baik dari pengalamanku sendiri maupun orang lain. Aku cukup tahu apa saja yang insan lakukan ketika dekat dengan lawan jenis entah apa namanya. Bahkan yang diislamikan hingga keblablasan sampai menyebabkan penyesalan.

Dan aku membenarkan. Hubungan tanpa kehalalan, pasti akan berujung pada dosa. Dua insan yang bersama tanpa status halal, yang ketiganya bukan Allah, tapi syetan.

2. Jadi Jika Memang Serius, Maka Buktikan Dengan Melamar dan Menjalani Proses Ta’aruf. Tapi Juga Harus Legowo Apapun Hasilnya.

Saat Usaha dan Hidupmu Diremehkan
Saat Usaha dan Hidupmu Diremehkan

Silahkan bagi kamu yang mempunyai rasa, jika ingin mendekatkan diri. Tapi, dengan cara yang baik yaitu langsung melamar dan menjalani proses ta’aruf lewat kedua orang tua.

Baca Rekomendasi :   Namamu Adalah Bagian Dari Dalam Istikharahku Saat ini

Namun, harus diingat bahwa tak selalu setiap lamaran harus diterima dan wanita juga berhak menolak jika ada keraguan dalam hatinya. Apalagi dalam posisi, seperti masih belajar (sekolah), punya keinginan lain sebelum menikah dll.

Ditambah lagi, jika saat ta’aruf, doa atau istikharah, juga tidak menemukan kecocokkan.

3. Percaya Saja Pada Allah Yang Mendekatkan. Jika Memang Berjodoh Pasti Bersama. Jika Bukan, Pasti Sama-Sama Mendapatkan yang Lebih Baik

Saat aku ingin ada Allah diantara kita (antara aku dan jodoh terbaikku), maka sepenuhnya aku menyerahkan urusan jodoh pada Allah, bukan pada orang tua, bukan pula pada hal-hal yang berbau dunia lainnya.

Saat kamu sudah berusaha mendekati dengan cara yang baik. Maka aku pun akan menyambutnya dengan lebih baik. Namun, sebagaimana yang kita tahu manusia hanya merencanakan dan Allah lah yang memutuskan.

Baca Rekomendasi :   Bila Keinginanmu Tak Sesuai Harapan, Pasti Tuhan Memiliki Rencana Terbaik Bagimu

Karena itu, diterima atau tidaknya lamaran, biar Allah yang memutuskan lewat istikharah dan doa.

Mari sama sama percaya, bahwa jika jodoh pasti akan Allah dekatkan dengan caraNya. Dan jika memang bukan berjodoh, pasti akan sama sama memperoleh yang lebih baik.

Sebab pernikahan bukan hanya mencari kebahagiaan tapi juga memperjuangkan keikhlasan. Dan ikhlas itu memang sulit, tapi jika tidak ikhlas hanya akan sakit hati.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page