Ada Kalanya Kamu Sedih Tanpa Sebab, Biarkan Tuhan Yang Menemanimu

  • Bagikan
Menangisi yang menyakitimu
Menangisi yang menyakitimu

Ada Kalanya Kamu Ingin Sendiri Dan Sedih Tanpa Tahu Sebabnya. Biarkan Hanya Tuhan Yang Menemanimu

Dalam hidup, pasti akan ada fase dimana kamu merasa, semua hal yang terjadi adalah kesalahan. Kamu tak lagi melihat langit itu biru dan bunga bermekaran di sisimu. Tak butuh keluarga, teman ataupun pendamping. Kamu hanya ingin sendiri, menikmati sepi dan menangis entah kamupun tak tahu penyebabnya.

Padahal jika orang lain melihatmu, kamu terlihat baik-baik saja, happy-happy saja. Namun sesungguhnya kamu merasa ada yang salah, ada yang membuatmu bersedih dan ada yang membuatmu merasa hampa.

Saat itu, sekeras apapun kamu mencoba mencari jawabannya. Kamu berusaha tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sayangnya, kamu tidak menemukan petunjuk apapun. Semuanya berjalan baik-baik saja di sisimu.

Saat itu, ketika kamu dalam kebingungan. Tak masalah untuk mengejar kesendirianmu terlebih dahulu. Pergilah ke tempat dimana kamu bisa menikmati waktumu sendirian hanya bersama Tuhanmu.

Baca Rekomendasi :   Kurangi Ingin Tahumu Tentang Orang Lain, Niscaya Ghibahmu Akan Berkurang

1. Kamu Tak Perlu Mengungkapkan Apapun, Sebab Kamu Sendiri Tak Tahu Alasan Hampa dan Sepi Itu Terjadi Padamu.

Yaya Ursaya
Yaya Ursaya

Mau dipikirkan bagaimanapun kamu memang terlihat baik-baik saja secara fisikmu. Namun, jika dicari tahu lebih dalam. Mungkin fase itu terjadi karena memang tubuh dan pikiranmu sudah sampai batasnya.

Perasaan sepi dan sedih itu hadir, karena hati dan pikiranmu sudah begitu lelah. Lelah karena berbagai hal yang selama ini sering kamu pendam dan diamkan. Sehingga meski bersama banyak orang maupun partner hidup, kamu tetap merasa hampa dan sendirian.

Jadi kamu tak perlu mengungkapkan apapun. Hanya perlu menenangkan diri dan meluapkan segalanya lewat tangisan.

2. Jangan Khawatir Saat Perasaan Seperti Itu Muncul. Itu Karena Kamu Manusia Biasa Yang Lemah. Dan Bukanlah Suatu Aib Mengakuinya.

Sinopsis A Business Proposal
Sinopsis A Business Proposal

Bukan hanya kamu, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Baik mereka yang tahu sebabnya ataupun yang tak mengerti seperti dirimu.

Baca Rekomendasi :   Bersabarlah, Tuhan Punya Cara Terindah Dalam Mengabulkan Setiap Doa

Sebab manusia memang makhluk yang lemah. Ada kalanya merasa terlalu berusaha hingga tak sadar pikirannya sudah begitu lelah. Sehingga perasaan sedih dan hampa hadir.

Sungguh tak mengapa, sebab perasaan sedih itu normal dan terjadi siapa saja. Kamu tak perlu malu mengakui pada Tuhanmu bahwa dirimu hanya seperti butiran debu atas semua ciptaanNya.

3. Menjauh Dari Keramaian dan Menikmati Waktumu Sendiri Lebih Baik Saat Perasaan Itu Melanda. Yakinlah Saat Kamu Lebih Banyak Merenungi dan Mengenal Dirimu. Maka Perasaan Itu Akan Berangsur Menghilang.

Menangis Kencang Lebih Membuat Hati Tenang
Menangis Kencang Lebih Membuat Hati Tenang via Pexels.com/Liza Summer

Saat perasaan sedih dan hampa yang tak tahu kenapa itu hadir. Lebih baik untuk sementara waktu, kamu mengistirahatkan diri dari segala kesibukan dan kepenatan pekerjaan. Tak perlu muluk-muluk cukup habiskan waktu di rumah dan merenungi semua langkah yang telah kamu lewati selama ini.

Baca Rekomendasi :   Hal yang Perlu Diperhatikan Untuk Pengembangan Minat dan Bakat Anak.

Setelah hanya ada kamu, dirimu dan Tuhan. Kamu akan lebih mengenal siapa kamu, jati dirimu, dan tujuan hidupmu. Pasti, setelahnya, perasaan sedih dan hampa itu juga akan berangsur-angsur menghilang. Karena kamu menemukan alasan lain untuk hidup dan terus berjuang.

4. Lihatlah Dirimu Dalam Sebuah Cermin, Lihatlah Betapa Sempurnanya Tuhan Menciptakan Kamu Dengan Segala Kurang Lebihmu Bagaimanapun Keadaanmu Sekarang.

Overthinking Pada Yang Nggak Penting
Overthinking Pada Yang Nggak Penting

Rileks. Tarik napas berulang kali dan hembuskan. Jika perlu lakukan yoga yang mampu membuat hati dan pikiran menjadi tenang.

Kamu dalam fase kegundahan dan keraguan hebat pada dirimu sendiri. Karena itu, kamu perlu mengenali dirimu sendiri lebih dalam.

Lihatlah pada cermin dan lihat betapa Tuhan menciptakan kamu dengan segala kesempurnaan dan kurang lebih yang kamu miliki. Percayalah kamu bisa melewati fase itu dan kembali bersemangat juga ceria seperti sebelumnya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page