Patah Hati Berulangkali Harusnya Membuatmu Lebih Menghargai, Bukan Malah Menyia-Nyiakan

  • Bagikan
patah hati
patah hati

“Untukmu yang menjadikanku pelampiasan, Bukankah kamu sudah tahu sakitnya patah lagi dan disia-siakan”

Kita saling mengenal saat kamu butuh sandaran. Hatimu baru saja dilukai dan disakiti. Kamu baru saja patah hati dan terlihat seperti tak punya semangat hidup.

Karena rasa iba, penasaran dan tertarik, aku hadir mendekatimu. Berusaha untuk memberikan kenyamanan yang kamu butuhkan. Berusaha membuat kamu tertawa dan melupakan rasa sedihmu, juga menyembuhkan luka di hatimu itu.

Perlahan rasa nyaman itu merasuk dalam hati dan sanubari. Aku senang setiap kali berhasil membuatmu tertawa. Bahagia saat sedikit demi sedikit kamu sembuh dari luka. Aku cukup bangga karena merasa kamu butuhkan.

Namun, aku sadar bukan aku yang benar-benar kamu inginkan. Meski samar dapat kulihat jelas kamu masih mengharapkan orang lain. Mungkin dia yang pernah menyakitimu atau orang lain yang kamu rasa lebih baik untukmu. Kini, aku mengerti, bagimu aku hanyalah pelampiasan.

1. Ketika Kapalmu Mulai Karam. Bagimu Aku Hanya Pelabuhan. Tempat Singgah Sementara Sebelum Melanjutkan Perjalanan Dengan Kapal Yang Lainnya.

patah hati
patah hati

Jika hubungan yang membuatmu terluka dan patah hati itu ibarat kapal yang karam. Mungkin aku adalah pelabuhan tempat kamu berlabuh untuk sementara waktu.

Baca Rekomendasi :   Bila Doa Lambat Dikabulkan Kita Sedang Diuji, Atau Akan Digantikan

Kamu memerlukan ku hanya untuk menyiapkan segala bekalmu ketika akan berangkat kembali nantinya. Kamu perlu pelarian untuk menumpahkan rasa sesal, rasa sedih, rasa rindu, juga mengobati segala duka yang kamu terima.

Dan aku memang sukarela hadir dalam hidupmu. Aku yang berharap bisa menjadi kapalmu selanjutnya, ternyata hanya menjadi pelabuhan tempatmu singgah sementara waktu.

2. Padahal Kamu Pernah Terluka, Patah Hati dan Di Sia-Siakan. Tapi, Kenapa Dirimu Tak Peka Ketika Sedang Menyakitiku

Jujur aku sedikit tak percaya, saat kamu tak tahu rasa yang aku punya padamu. Apakah perhatian dan rasa sayangku belum menunjukkan bahwa aku begitu peduli?

Sehingga ketika kita bersama, kamu senang sekali membicarakan masa lalu atau orang lain. Kamu curhat banyak hal padaku, hingga lupa ada sebagian curhatmu yang menyakitiku.

Mungkin, harusnya aku sudah menyadari. Jika sejak awal, rasa itu hanya tumbuh dalam hatiku. Sedang kamu, sekali lagi hanya butuh kenyamanan dariku. Hanya butuh meluapkan segala rasa yang kamu punya. Hingga lupa ada rasaku yang harusnya kamu jaga dan kamu hargai.

Baca Rekomendasi :   Kala Takdir Berkata Kita Tak Bisa Bersama, Aku Hanya Bisa Pasrahkan Pada Ilahi

3. Tak Mengapa. Kuakui Aku Memang Kecewa. Sungguh Kecewa. Namun Rasa Memang Tak Bisa Dipaksa. Aku Mengerti Posisiku Di Hatimu Bukanlah Utama

Ya, mungkin Tuhan mempertemukan aku denganmu hanya sebatas untuk menyembuhkan lukamu. Ketika kamu sudah kembali seperti sedia kala dan berbahagia lagi. Maka orang lain hadir untuk merajut kisah kasih denganmu.

Aku sadar perasaan tak bisa dipaksa, walau banyak perjuangan dan pengorbanan yang aku berikan untuk membuat kamu nyaman. Namun, jika kamu bukan jodohku lalu aku bisa apa. Jadi, aku akan belajar untuk ikhlas dan rela. Biarlah, setidaknya kehadiranmu dalam hidupmu tak meninggalkan kenangan pahit.

4. Percayalah, Meski Hatiku Patah. Tapi Aku Tidak Mengharapkan Hal Buruk Pada Kisahmu. Semoga Kamu Bahagia Dengan Seseorang Yang Kamu Pilih.

Dulu aku berusaha menyembuhkan lukamu dan kini akulah yang harus terluka. Namun, aku berjanji tidak akan membuat orang lain yang menyembuhkanku nantinya kecewa dan lebih menghargai kehadirannya.

Baca Rekomendasi :   Menikah Adalah Tentang Kesiapan Lahir Batin, Bukan Sekadar Nafsu Belaka

Untukmu, semoga kamu bahagia saja dengan pilihanmu. Semoga dia bisa membuatmu tertawa dan tidak membiarkan kamu terluka untuk kesekian kalinya. Biar ku kubur rasa ini dalam-dalam dan menjadikanmu sebagai kenangan.

5. Aku Percaya, Nantinya Juga Akan Ada Yang Hadir Untuk Menyembuhkan, Menghargai Dan Tidak Menyia-nyiakan Perjuanganku. Dari Kisah Bersamamu Aku Tidak Akan Membuat Dia Kecewa.

Walau kamu tak belajar dari luka yang pernah hadir di hatimu. Dengan segenap hati biarlah aku yang mengambil pelajaran dari kisah kita. Ketika nanti ada seseorang yang menyembuhkanku, menghargai diriku, dan tidak menyia-nyiakan perjuanganku. Maka aku akan menghargai dia sepenuh hati.

Apalagi aku sudah tahu sakitnya di sia-siakan. Karena itu, aku berusaha untuk tak menyia-nyiakan. Semoga saja, di masa depan kita sama-sama bahagia dengan kisah masing-masing. Dan kamu belajar untuk lebih menghargai orang yang peduli sepenuh hati padamu.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page