Sebelum Memutuskan Untuk Jatuh Cinta, Cobalah Kenali Dirimu Sendiri

  • Bagikan
Memutuskan Untuk Jatuh Cinta
Memutuskan Untuk Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu bisa terjadi pada siapa saja, bahkan di saat yang menurutmu tidak tepat sekalipun. Namun, kamu mau menumbuhkannya, menumbangkannya, merawatnya atau mungkin merelakannya, itu kembali pada dirimu sendiri.

Karena itu, penting bagimu untuk mengenali dirimu sebelum jatuh cinta pada seseorang. Kenali niat dan inginmu. Cerminkan dirimu sendiri agar nantinya cintamu tidak seimbang atau bertepuk sebelah tangan. Selain itu kamu tahu mau dibawa kemana cinta yang kamu punya. Melepaskannya atau tetap memperjuangkannya.

1. Kenali Niatmu, Apakah Arti Cinta Itu Untukmu. Apakah Kamu Sudah Siap Serius Atau Hanya Ingin Bermain-Main Dengannya.

Memutuskan Untuk Jatuh Cinta
Memutuskan Untuk Jatuh Cinta

Yakin, mereka yang berpasangan saat masih sekolah benar-benar serius menjalaninya atau hanya sekedar pengisi kekosongan dan rasa sepi. Supaya tidak mendapatkan sebutan jomblo saja dari teman-temannya.

Kamu sadar sebenarnya kamu belum siap untuk jatuh cinta dan memberikan harapan pada seseorang. Kamu sadar pula dia yang kamu sayangi, masih belum menjadikan hubungan yang serius sebagai prioritas pertama.

Baca Rekomendasi :   Menikah Karena Gengsi, Percayalah Kamu Pasti Pusing Menyiapkan Semuanya

Jadi, jika memang sedari awal tak ada niat untuk serius, jangan menangis saat ternyata hubungan yang kamu jalani berakhir kecewa.

2. Kenali Dirimu, Bagaimana Mungkin Kamu Berharap Sosok Yang Sempurna. Saat Kamu Sendiri Tak Mau Memantaskan Diri Untuknya.

Pekerjaan Pertama
Pekerjaan Pertama

Meski jodoh itu hanya Tuhan yang tahu. Tapi kamu bisa memastikan satu hal. Yang baik pasti dapat yang baik, begitupun sebaliknya. Karena itu, sebelum bermimpi untuk mendapatkan yang sempurna. Maka usahakan kamu pun berusaha untuk memantaskan dirimu sebaik mungkin.

Jodoh itu cerminan diri. Jadikan itu sebagi patokan. Sehingga, saat kamu merasa jatuh cinta, kamu bisa menilai pada dirimu, pantaskah kamu buat dirinya?

3. Kenali Niatmu. Jika Memang Lillahi Ta’ala. Harusnya Kamu Siap Menerima Pasanganmu Apa Adanya dan Kurang Lebihnya.

Drama Lee Junho
Drama Lee Junho

Jika memang sudah mendapatkan yang terbaik maka bersyukurlah. Saat di tengah perjalanan kamu merasa dia kurang baik, maka bimbing dan tuntun untuk menjadi lebih baik bersama.

Baca Rekomendasi :   Jangan Bangga Dulu Sering Bermalam Minggu Karena yang Paling Enak Itu Malam Setelah Akad

Karena memang, semakin kamu mengenal pasanganmu. Maka kamu akan semakin tahu sisi baik dan buruknya. Selama hal itu masih wajar, berusaha menerima dia apa adanya dan tetap berjuang bersamanya adalah hal terbaik yang kamu lakukan.

Toh tujuanmu untuk hidup bersamanya karena Allah memang mempertemukan kalian untu bersama.

4. Kenali Kebahagiaanmu. Jika Memang Hubunganmu Toxic. Jangan Ragu Untuk Melepaskan

Meski bukan bahagia adalah tujuan dari suatu hubungan dan hubungan memang butuh perjuangan dan pengorbanan. Bukan berarti kamu membuat dirimu sendiri tersiksa dalam waktu yang lama dengan orang yang salah.

Menerima apa adanya pasangan, bukan menerima untuk disakiti atau didzalimi pula. Karena itu, kamupun harus mengenali bahagiamu. Jika bersama pasangan, kamu kehilangan rasa syukur. Maka melepaskannya bisa menjadi hal yang baik untukmu.

Baca Rekomendasi :   Dulu Kamu Prioritasku, Tapi Kini Kau Cuma Luka Yang Membekas

5. Kenali Dirimu. Jika Lagi-Lagi Kamu Patah Hati Atau Bertemu Orang Yang Tak Tepat. Mungkin Ada Yang Salah Dari Kamu

Jika untuk kesekian kalinya kamu patah hati, disakiti dan bertemu dengan orang yang tak tepat. Jangan buru-buru untuk menyalahkan takdir Tuhan. Intropeksi diri jauh lebih baik.

Kenali dirimu dan hubungan yang kamu jalin selama ini. Apa yang membuat hubungan lagi dan lagi gagal? Apa yang membuat kamu selalu terjebak dengan orang yang tak tepat dalam hubungan yang salah?

Karena bisa jadi, kamu sendirilah yang membuat dirimu terjebak atau Tuhan memang ingin membuatmu sadar untuk bahagia dengan tidak menyandarkan diri terlalu dalam pada manusia.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page