Belajar Diam Itu Lebih Baik, Apalagi Jika Sedang Menghadapi 5 Situasi Ini

  • Bagikan
Belajar Diam Itu Lebih Baik
Belajar Diam Itu Lebih Baik

Dalam kehidupan sehari hari, ingatlah kalau tidak semua hal harus dikomentarin dan diomongkan. Apalagi kamu bukanlah pihak yang berurusan di dalamnya, juga tidak benar benar tahu masalahnya apa.

Sebab jika sampai salah berucap bisa jadi fitnah, begitupun jika benar kejadiannya seperti yang diomongkan sekalipun juga bisa jadi ghibah. Dan kedua hal itu, sama sama perbuatan buruk juga tercela.

Karenanya, lebih baik untuk lebih banyak diam dan berbicara seperlunya saja. Khususnya saat menghadapi 5 situasi ini saat bersosialisasi di masyarakat

1. Belajarlah Diam Pada Urusan Orang Lain.

Belajar Diam Itu Lebih Baik
Belajar Diam Itu Lebih Baik

Ketika hidup bermasyarakat, sedikit banyak kamu akan tahu soal urusan hidup orang lain. Baik itu tetangga sampai keluarga. Bahkan para artis yang beritanya sering bersileweran di sosial media dan mengundang ghibah. Entah kamu melihat sendiri masalahnya atau hanya mendengarkannya dari seseorang.

Lebih baik, tidak perlu ikutan mengurusi kehidupan orang lain dan lebih banyak diam. Sebab kamu tidak akan pernah benar-benar tahu masalahnya seperti apa. Selain itu, mengurusi hidup orang lain bisa menjadi masalah sendiri untukmu.

Baca Rekomendasi :   Lakukan 6 Rutinitas Ini Jika Ingin Menjadi Pria yang Sukses!

Kamu punya kehidupan dan tidak ingin kehidupanmu terusik, apalagi boleh opini yang belum tentu benar bukan? Karenanya lebih baik fokus pada hidup sendiri. Kecuali jika kamu dimintai pertolongan baru kamu bantu sebisamu.

2. Belajarlah Diam Saat Tahu Aib Orang Lain.

Carilah Cinta Yang Tidak Hanya Membuat Hidupmu Berwarna
Carilah Cinta Yang Tidak Hanya Membuat Hidupmu Berwarna

Selain tidak perlu kepo dan ikut campur urusan orang lain. Belajarlah diam pula saat kamu tahu aib seseorang. Jangan pernah berpikir dengan membuka aibnya itu berarti kamu jadi lebih baik.

Ingat, kamu sendiri juga punya aib sendiri. Namun Tuhan sudah begitu baik dengan menutupinya. Jadi jangan sampai saat kamu terlalu sibuk mengumbar aib orang lain, kamu lupa pada aibmu sendiri. Jangan sampai pula saat kamu terlena mengumbar aib seseorang.

Kamu tak sadar aibmu sendiri juga sedang dibeberkan oleh orang lain. Seburuk apapun aibnya, biarkan itu jadi urusannya. Tugasmu hanya mengingatkan, jika kamu merasa ada yang salah. Tapi, tidak ikut campur.

Baca Rekomendasi :   Ingin Memaafkan, Tapi Masih Sulit Memberi Maaf. Coba Sikapi Dengan 5 Cara Ini

3. Belajarlah Diam Apalagi Saat Pembicaraanmu Hanya Ingin Mencela Orang Lain.

Seindah Apapun Awalnya Cinta
Seindah Apapun Awalnya Cinta

Kamu tahu sahabatmu belum menikah, tidak perlu kamu menanyakan kapan dia menikah apalagi sampai membandingkan dirinya dengan kehidupanmu. Kamu tahu ada seseorang yang belum kaya atau sukses, tidak perlulah mencela dia belum berusaha dengan maksimal, sebab kamu sendiri tak tahu bagaimana usahanya selama ini.

Hanya karena kamu mendapatkan suatu keberuntungan, jangan gunakan keberuntungan itu mencela seseorang yang gagal. Sebab jika nanti kamu bernasib sama seperti orang yang kamu cela. Percayalah, kamu belum tentu kuat melewatinya.

4. Belajarlah Diam, Saat Sadar Pembicaraanmu Sedang Berujung Pada Ghibah Atau Fitnah

Ketika berkumpul dan bersosialisasi sangat mungkin, kamu dan teman-temanmu akan berghibah sampai menfitnah seseorang. Seolah pembicaraan yang membicarakan orang lain yang tidak berada dalam kelompokmu itu seru dan menyenangkan. Padahal sudah sering kamu diingatkan bahayanya dan saran untuk menjauhinya.

Baca Rekomendasi :   5 Pasangan Zodiak yang Paling Cocok dan Bahagia

Jadi lebih baik cepatlah menghindar saat pembicaraan itu mulai berujung pada ghibah atau fitnah. Lebih baik menjauhi lingkungan pertemanan yang toxic, karena siapa tahu kamu yang akan jadi bahan gosip jika tidak sedang bersama dengan mereka.

5. Belajarlah Diam, Cukup Bicara Seperlunya Saja Dan Pastikan Kalimat Yang Keluar Dari Mulutmu Adalah Hal Yang Bermanfaat

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Karena itu, seringkali ajakan untuk lebih banyak berbuat baik digaungkan. Sama seperti itu pula untuk dirimu. Selain untuk membicarakan hal yang baik, penting dan bermanfaat, lebih banyaklah diam.

Tidak perlu dipikirkan ketika ada yang berpendapat kamu bukanlah orang yang enak diajak ngobrol. Toh, lebih baik diam daripada kebagian dosa ghibah saat membicarakan seseorang. Apalagi mulutmu itu harimaumu. Apa yang keluar dari mulut, menggambarkan bagaimana dirimu yang sebenarnya.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page