Terimakasih, Karena Cinta Darimu Aku Lebih Kuat Menghadapi Kenyataan Dalam Hidup

  • Bagikan
Terlanjur Mencintai Orang yang Salah
Terlanjur Mencintai Orang yang Salah dok instagram @bercerita.kita_

“Bersamamu adalah keberuntungan untukku”

Sebaik apapun aku melangkah, aku pernah jatuh juga. Sebesar apapun aku percaya, pernah akhirnya aku dikhianati dengan sangat sakit. Kuakui saat hal itu terjadi, aku benar-benar jauh dari rasa syukur dan terus berpikir bahwa Tuhan sedang tidak adil pada hidupku.

Sampai akhirnya, Tuhan menunjukkan kuasaNya dengan membuat kamu hadir. Kamu, adalah seseorang yang tidak pernah berhenti membersamai langkahku, menerima kurang lebihku seutuhnya, kujadikan pelampiasan saat aku terluka, namun tetap mencintai dengan tulus apapun yang terjadi.

Bagaimanapun kehadiranmu adalah hadiah Tuhan yang terindah. Karena itu, terimakasih dari lubuk hati terdalam, terimakasih karena telah hadir. Sekaligus maaf. Maaf jika selama ini, aku masih belum bisa jadi yang terbaik untuk dirimu.

Terimakasih Karena Kehadiranmu, Aku Kembali Punya Alasan Untuk Berjuang

Sebelum kamu hadir, ada luka yang sangat hebat dalam hatiku. Luka akibat pengkhianatan dan cinta yang disia-siakan. Luka karena kebodohan sebab memperjuangkan seseorang yang belum pantas diperjuangkan.

Dan luka karena merasa tidak ada keadilan untuk diriku. Saat itu, bahkan, aku sempat berpikir untuk menyerah dalam hidup.

Namun, karena kehadiranmu aku kembali punya alasan untuk kembali berjuang. Meski dengan sedikit paksaan darimu, meski saat itu aku sudah ingin menyerah saja. Kamu tetap memintaku untuk bangkit dan bangkit. Entahlah, jika Tuhan tidak mempertemukan kita, mungkin aku tidak akan bisa bertahan sampai sekarang.

Baca Rekomendasi :   Aku Pernah Menuruti Semua Maumu, Sebelum Aku Tahu Bahwa Nyatanya Bukan Aku lah yang Kamu Mau

Terimakasih Karena Cinta Darimu Aku Menyadari Bahwa Hidupku Masih Berharga

Kamu tahu, dulu kupikir hidupku sudah sangat hancur. Semua rencana berantakan, hubunganku terkhianati, pendidikanku tidak bisa kulanjutkan, orang tuaku sakit dan aku tidak tahu harus memulai darimana untuk memperbaiki semuanya.

Ditambah lagi, penyesalan-penyesalan yang kurasakan, membuatku semakin insecure dan tidak lagi merasa berharga.

Namun, kamu justru menerima aku apa adanya. Meski aku sudah jujur tentang semua kekurangan yang kumiliki. Kamu tetap memegang tanganku dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Bahkan menunjukkan keseriusan dengan meminta restu pada orang tua.

Terimakasih banyak, berkat kamu, aku berhasil menghilangkan pikiran, jika aku sudah tak lagi berharga dan tidak bisa mendapatkan seseorang yang baik sepertimu untuk masa depanku selanjutnya.

Terimakasih Berkat Dirimu, Aku Sembuh Dari Rasa Sakit Meski Butuh Waktu Yang Lama

Sembuh dari luka masa lalu, move on dan megikhlaskan semuanya, bukanlah hal yang mudah untuk diriku. Aku masih sering menangis saat mengingat masa lalu, aku masih sering merasa tidak adil setiap kali bayangan masa lalu muncul dalam mimpiku.

Baca Rekomendasi :   Menurut Kamu Lebih Baik Memendam Rasa Atau Mengungkapkannya?

Namun, kamu terus berusaha menunjukkan ketulusan, perjuangan dan kesabaran dalam menantikan aku sembuh dengan seutuhnya. Meski tak bisa dipungkiri, sering aku melihat kecemburuan di matamu saat kamu sedang tersenyum hangat.

Meski aku sadar, aku masih sering melukaimu, karena belum bisa melupakan seseorang di masa laluku.

Terimakasih, Telah Jadi Pelampiasan Saat Aku Terluka

Kamu tahu hubungan yang kita jalani itu adalah yang paling aneh selama hidupku. Aku tidak ragu membentak saat merasa disakiti. Aku tidak ragu membuat kamu sakit, saat aku merasa tidak nyaman.

Sungguh, aku merasa sangat berdosa, saat sadar masih sering menjadikan kamu pelampiasan sejauh hubungan kita berjalan.

Namun, sekali lagi kamu selalu menunjukkan kesabaran yang tanpa batas, memaafkan aku saat aku sadar atas perbuatan atau perkataan yang menyakitkan dan berusaha sebaik mungkin mempertahankan hubungan ini.

Padahal aku sering berpikir ingin menyerah saja. Sebab aku tahu, bersamamu hanya akan membuatmu lebih banyak terluka.

Baca Rekomendasi :   9 Alasan Cowok yang Kutu Buku Menjadi Pacar dan Suami Idaman

Terimakasih, Karena Tidak Menyerah Untuk Bertahan, Meski Aku Punya Sejuta Kekurangan

Ya, tapi itulah kamu. Tidak menyerah pada apapun yang terjadi, tetap bersabar menghadapi keegoisanku saat menjadi-jadi, dan tetap bertahan meski aku punya sejuta kekurangan.

Meski aku sering merasa bersalah, saat menatap wajahmu yang lelap. Namun, aku masih belum bisa menghilangkan perasaan egois, kekanakan dan trauma masa lalu dalam hubungan.

Dan Terimakasih, Bersamamu Adalah Keberuntungan Dalam Hidupku

Terimakasih, karena kamu menerimaku lebih dari apa adanya. Sungguh aku seharusnya merasa paling beruntung, karena Tuhan mempertemukan dan mempersatukan kita. Sebab, belum tentu aku mendapatkan orang sebaik dirimu dalam hidupku seperti sekarang. Seseorang yang terus bertahan, meski berulang kali aku sakiti.

Meski aku belum bisa menjanjikan kapan, aku selalu berdoa supaya bisa membalas segala kebaikan dan rasa cintamu seutuhnya. Benar-benar lepas dari masa lalu dan memulai kehidupan yang benar-benar tulus denganmu.

Oleh karena itu, tolong tetap temani aku belajar menjadi lebih baik dengan selalu berada disisiku dan tetap berjuang bersamaku.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page