Jangan Terbebani Dengan Segala Cacian, Tapi Jadikan Pecutan Agar Kamu Lebih Semangat Berjuang

  • Bagikan
Cinta bertepuk sebelah tangan
Cinta bertepuk sebelah tangan via instagram.com/lestykejora

Merasa sakit hati dan tidak diterima saat dicaci maki adalah hal yang wajar. Namun, meski sakit, kamu tidak perlu melakukan apapun untuk membalasnya. Sebab, siapa tahu saat kamu mendapatkan cacian dari orang lain, Allah menjadikannya sebagai pahala dan penggugur dosa bagimu.

Jadi tetap focus saja pada ikhtiar dan usahamu. Biarlah sebanyak apapun orang mencaci atau menghina. Justru, jadikan rasa sakit dari hinaan itu sebagai lecutan untuk lebih semangat berjuang dan menjadi lebih baik lagi.

Sungguh Saat Kamu Yakin Allah Bersama Orang Yang Sabar. Cacian Itu Tidak Akan Menjadi Penghalang

Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar, meski sebanyak apapun dirinya dihina atau mendapatkan perlakuan yang buruk. Dan jika kamu yakin Allah bersamamu di setiap langkahmu, maka cacian itu tidak akan terlalu menyakitkan. Justru kamu akan melihatnya sebagai ladang pahala dan penggugur dosa yang Allah sediakan.

Ditambah lagi, cacian atau hinaan sama sekali bukan penghalang untuk kesuksesan atau usaha kamu jadi lebih baik. Itu justru bisa jadi jalan yang Allah berikan, sebab doa orang terdzalimi itu pasti dikabulkan.

Baca Rekomendasi :   Boleh Saja Memikirkan Dunia Tapi Jangan Sampai Lupa Bekal Akhirat

Buktikan Kamu Mampu Melewatinya, Sebagai Tanda Hatimu Ingin Jadi Lebih Sabar dan Bijaksana

Jangan melihat cacian atau hinaan itu sebagai ujian hidup yang ingin menjatuhkanmu. Namun, lihatlah sebagai proses termahal sebagai tempat kamu belajar jadi lebih sabar dan bijaksana. Jadikan cacian orang lain sebagai pengingat, jika dicaci itu sakit, jadi kamu berusaha untuk tidak membalasnya dengan hal yang sama.

Jadikan pula cacian itu sebagai salah satu pemicu semangat, kalau kamu bisa membuktikan jika kamu tidak seperti yang mereka sampaikan. Dan semoga dengan segala usahamu ketika menahan diri dari segala cacian yang kamu terima, menjadikan kamu pribadi yang lebih sabar dan dewasa kedepannya.

Jadi Tidak Perlu Memasukkannya Dalam Hati. Jika Perlu Balaslah Dengan Senyuman Yang Manis

Ketika mendengar atau tahu ada orang yang mencacimu, pertama hirup napas dalam-dalam, tenangkan hati, lalu balaslah setiap cacian itu dengan senyuman terbaik.

Baca Rekomendasi :   Tuhan Sudah Adil, Namun Kamu Yang Kurang Bersyukur

Tidak perlu memasukkan kata-kata yang menyakitkan itu dalam hati. Sebab kamu tahu, itu hanya akan jadi beban bagi dirimu saja. Lagipula Allah Maha Melihat dan Mendengar, jadi kamu tidak perlu khawatirkan apapun, justru berjuanglah untuk jadi lebih baik lagi.

Sungguh, Hinaan Atau Cacian Dari Orang Yang Tak Suka Itu Pasti Ada, Sebab Mereka Hanya Bisa Berkomentar

Mau dihindari bagaimanapun. Dalam hidup, pasti ada saja orang yang suka dan tak suka karena berbagai alasan ataupun tanpa alasan sekalipun. Dan orang-orang seperti itu, biasanya tidak peduli dengan proses yang dilalui oleh orang lain.

Dia saja tidak bisa menghargai proses hidupnya dan intropeksi diri, apalagi peduli pada proses perjuangan orang lain.

Baca Rekomendasi :   Sebaik Apapun Dirimu, Kamu Tidak Bisa Meminta Semua Orang Menyukaimu

Yang mereka tahu kamu gagal atau berhasil, kamu kaya atau miskin, sukses atau terjatuh. Jadi, sabar saja, namanya orang menghina dan mencaci baik secara terang-terangan atau diam-diam pasti ada. Mereka, juga salah satu ujian hidup, untuk melatih kamu jadi orang yang sabar dan lebih sukses.

Oleh Karena Itu Jangan Takut Untuk Terus Berjuang. Pada Akhirnya, Lewat Kesuksesanmu, Cacian Itu Akan Jadi Tepuk Tangan

Jangan merasa terbebani dengan segala cacian yang hadir, waktu terus berjalan dan roda bumi juga akan berputar. Pada waktunya nanti, kamu akan mendapatkan hasil terbaik dari apa yang selama ini kamu perjuangkan.

Dan saat kamu sukses nanti. Orang-orang yang dulu mencaci atau menghinamu, akan merasa malu sendiri, sebab apa yang mereka sampaikan tidak terbukti nyata. Justru ikut kagum dan bertepuk tangan karena kesuksesan yang kamu peroleh.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page