Selama Tidak Melukai Fisik dan Psikis, Cobalah Memaafkan dan Beri Kesempatan Pada Kesalahan Pasangan

  • Bagikan
Jodoh memang di tangan Tuhan
Jodoh memang di tangan Tuhan via instagram.com @megrashyphoto

Hidup berumah tangga dan menjalani biduk pernikahan tak selalu seindah yang selama ini kamu bayangkan. Jika dulu kamu berpikir sederhana, seperti asal bisa menikah dengan orang yang kamu cinta.

Maka setelah menikah, kamu akan sadar cinta saja tidak cukup membangun rumah tangga yang bahagia. Bahkan cinta bisa pudar, karena digantikan dengan berbagai masalah juga rasa jenuh yang menghinggapi hati.

Apalagi, saat kamu masih dalam tahap mengenal pasangan, belum bisa menerima dirinya sepenuhnya, masih suka jengkel dan mengeluh pada kekurangan atau kesalahan yang dia lakukan. Juga, masalah finansial yang membuat rumah tangga semakin runyam dan sulit disyukuri. Kamu mungkin merasa, jika kamu sebenarnya sedang salah memilih, dan pasanganmu kini bukanlah orang yang tepat untuk dirimu.

Padahal, jika mau merenung dan intropeksi diri, kamu sebenarnya tak benar-benar tahu seperti apakah orang yang tepat itu? Bisa jadi, masalah sebenarnya, adalah kamu hanya lupa mensyukuri kehadiran pasangan, karena terlalu focus pada kekurangan dan kesalahannya saja.

Baca Rekomendasi :   Bro, Berhentilah Bersikap Sok Lajang, Saat Kamu Sudah Punya Pasangan

Karena itu, sebelum memutuskan untuk berpisah. cobalah untuk merenungkan kembali semuanya. Cobalah untuk tidak egois atau berdalih sedang mengejar kebahagiaan –yang kamu sendiri tidak benar-benar mengerti.

Jika selama pasanganmu tidak melukai secara fisik atau psikis, masih terus berjuang untuk kamu semampunya, memberikan cinta dan perhatian yang kamu butuhkan. Meski dia punya satu dua kekurangan, meski sering melakukan kesalahan yang membuat kamu jengkel. Dia tetap layak diberikan kesempatan dan maaf.

Semuanya Kembali Pada Komunikasi Yang Harus Diperbaiki

Dalam setiap hubungan, apalagi hubungan yang sudah syah seperti rumah tangga, seharusnya kamu dan pasangan sudah tidak gengsi, malu, atau takut untuk berkomunikasi serta terbuka pada setiap masalah yang kalian hadapi. Justru,ika ada rasa takut seperti itu, justru menandakan rumah tangga yang kamu jalani sedang tidak sehat.

Oleh karena itu, jika memang ada kekurangan atau kesalahan pasangan yang membuat kamu jengkel dan resah. Bicarakan saja dengan cara yang baik. Misalnya saja, saat kamu tidak menyukai pasangan yang terlalu dekat dengan seseorang, jangan ragu untuk mengungkapkannya dan berikan alasan yang jelas. Percayalah, jika pasanganmu menghargai kamu, maka diapun akan berusaha untuk mengerti

Baca Rekomendasi :   Disia-siakan dan Ditinggalkan Justru Akan Membuka Pintu Seseorang Yang Lebih Baik Hadir Dalam Hidupmu

Berusahalah Untuk Lebih Banyak Legowo Menerima Pasangan Sepenuhnya

2.     Selanjutnya, selain memperbaiki komunikasi agar hubungan semakin harmonis. Ada beberapa kekurangan atau kesalahan yang meski sudah diingatkan, namun tetap diulangi oleh pasanganmu. Seperti kebiasaan buruknya dalam menaruh handuk basah, kecerewetan atau kebawelan yang dia miliki, makanan yang menurutmu kurang enak atau hal lainnya.

Nah, beberapa hal yang memang menjadi bawaan pasangan itu, meski tidak kamu sukai, belajarlah lebih legowo untuk menerimanya, termasuk pula penampilan atau kemampuan finansial pasangan (dengan catatan sudah berusaha dan bekerja keras sepenuh hati)

Karena dalam rumah tangga, memang dibutuhkan banyak kesabaran dan pengertian. Selama pasangan masih memperlakukan kamu dengan baik dan memperjuangkan dirimu. Berusaha untuk menerima dia apa adanya dan seutuhnya, termasuk segala kekurangannya.

Baca Rekomendasi :   Disia-siakan dan Ditinggalkan Justru Akan Membuka Pintu Seseorang Yang Lebih Baik Hadir Dalam Hidupmu

Jadi Berilah Kesempatan dan Maaf, Selama Kesalahan Itu Tidak Menyakiti Fisik dan Psikis Kamu

Jika kamu berharap rumah tangga yang kamu bangun bisa bertahan sampai akhir. Maka usahakan untuk memperjuangkannya dengan pasangan secara sungguh-sungguh. Jangan mudah emosi atau mengatakan berpisah pada masalah yang sepele seperti ketika masih berpacaran dulu.

Mungkin beda cerita jika alasan kamu berpisah karena adanya tekanan pada fisik atau psikis seperti KDRT atau perselingkuhan. Saat itu, kamu bisa memutuskan berpisah untuk kebaikan dirimu serta melepaskan diri dari hubungan yang dzalim.

Namun selama masalah yang kamu hadapi bukan kedua hal fatal itu. Tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan dan maaf pada pasangan. Lalu, berusaha lagi mengembalikan keharmonisan yang sempat hilang diantara kalian berdua. Percayalah, kamu sudah bersama orang yang tepat, hanya perlu lebih bersabar dan legowo menerima pasangan dengan segala keadaan.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page