Jika Ada Yang Menegur Dengan Cara Baik, Berbesar Hatilah. Tandanya Dia Sayang Bukan Menghina

  • Bagikan
Teman Yang Baik dan Tulus
Teman Yang Baik dan Tulus

Sebenarnya orang menegur itu punya maksud yang baik. Apalagi, saat tegurannya dengan adab yang baik pula, yaitu langsung di hadapanmu dan secara privasi. Bukan di depan orang lain dengan maksud memojokkan atau menghina kamu.

Jadi, saat kamu mendapatkan teguran dari seseorang. Jangan langsung merasa sakit hati atau dipojokkan. Justru berprasangka baiklah dan jadikan sebagai bahan untuk renungan. Sungguh, mereka sebenarnya peduli dan sayang kamu.

Apalagi, rasa sayang itu bukan hanya ditunjukkan dengan selalu memberikan apa yang kamu mau. Tapi juga dengan menegur, mengingatkan, mengomentari atau memberikan kritik yang membangun. Supaya kamu mau belajar untuk terus menjadi lebih baik dan semakin menyadari segala kekurangan yang kamu miliki.

Jangan Menyemaratakan Teguran Berarti Penghinaan. Sebab, Banyak Pula Yang Menegur Karena Rasa Peduli

Kepeduliaan dan rasa sayang tidak selalu ditunjukkan dengan selalu memberikan apa yang kamu inginkan. Karena pada hakikatnya, orang yang benar-benar peduli dan sayang sama kamu, akan berusaha untuk mengajak kamu menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga jangan langsung sakit hati dan menyemaratakan semua teguran berarti penghinaan.

Lihat dulu cara penyampaian dan adabnya. Saat dia berusaha menegurmu di ruang privasi yang hanya ada kalian berdua.

Baca Rekomendasi :   Percayalah Rencana Tuhan Akan Lebih Indah, Dari Rasa Pedih Yang Harus Kamu Lewati

Dan Teguran itupun hadir karena kamu melakukan kesalahan. Jelas, itu bukan suatu penghinaan, tapi lebih ke ajakan agar kamu berpikir lebih baik untuk dirimu sendiri atau apa yang menjadi tanggung jawabmu.

Jika Ada Yang Menyampaikan Teguran Di Ruang Publik dan Secara Sengaja Menghinamu. Tetap Berbesar Hatilah, Mungkin Dia Adalah Pengingat Sekaligus Ujian Kesabaran

Memang tidak semua orang yang mengkritik, mengomentari atau menegur, bermaksud baik. Ada pula yang secara sengaja ingin menjatuhkan, meremehkan sampai menghinamu. Karena itu, orang-orang itu dengan sengaja mempublikasi teguran yang memang diarahkan untuk dirimu. Bahkan kadang lupa untuk bercermin diri terlebih dahulu.

Wajar jika kamu memang merasa sakit hati. Namun, tetap berusahalah untuk berbesar hati. Tetap ambil sisi baiknya dari teguran itu untuk kebaikanmu sendiri. Biarlah urusan dia menghinamu akan mendapatkan balasan sendiri dari Allah SWT sebagaimana yang sudah dijelaskan.

Kamu justru mengambil semua teguran itu untuk focus mengupgrade diri. Karena sungguh, mereka sebenarnya juga merupakan ujian kesabaran yang harus kamu lewati dengan tenang.

Jadikan Semua Teguran, Kritikan Sampai Hinaan Itu Sebagai Bahan Intropeksi Diri dan Penyemangat

Jangan patah semangat hanya karena dikomentari, dikritik atau ditegur, sampai dihina oleh orang lain. Justru, jadikan semua itu sebagai bahan intropeksi diri, sekaligus penyemangat untuk membuktikan diri.

Baca Rekomendasi :   Berhenti Bertanya Perihal ‘Kapan?’. Sebab Itu Hanya Akan Menyakitkan Bagi Mereka yang Merasakan

Tunjukkan bahwa kamu sebenarnya lebih baik dari mereka yang menghinamu, karena saat mereka sibuk menggibah dan memfitnah, kamu justru sedang berjuang untuk menjadi lebih baik dengan kemampuan atau pekerjaan yang kamu miliki.

Sebaliknya, untuk orang-orang yang menegurmu dengan cara yang baik, buktikan diri pula bahwa kamu mengerti kekurangan atau kesalahan yang kamu miliki, serta ada usaha untuk memperbaiki diri. Sungguh, buat orang yang sayang dan peduli sama kamu itu bangga, sebab kamu mau untuk diajak pada kebaikan dan dituntun untuk menjadi lebih baik bersama.

Karena Itu Selalu Berbesar Hatilah dan Berprasangka Baik Pada Segala Teguran. Tidak Perlu Sakit Hati Atau Merasa Sedang Diremehkan atau Dihina

Sebagai orang yang belajar dan sedang berproses menjadi dewasa. Sangat mungkin kamu akan melakukan kesalahan. Mulai dari yang biasa saja, sampai yang sangat fatal. Nah, ketika kamu mendapatkan teguran atas kesalahanmu baik dengan cara yang baik atau menyakitkan. Tidak perlu merasa sakit hati, merasa dihina atau direndahkan.

Baca Rekomendasi :   Berulangkali Gagal Tak Berarti Kamu Payah, Jadi Jangan Menyerah 

Tetap berprasangka baiklah dan berbesar hati menerimanya. Lebih baik lagi, saat kamu juga berusaha untuk memperbaiki diri, sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama. Percayalah, teguran maupun hinaan sekalipun, tetap mempunyai maksud baik, jika kamu melihatnya secara positif.

Juga Tidak Perlu Emosi, Siapa Tahu Teguran Itu Justru Menjadi Jalan Kebaikan Untuk Dirimu

Allah juga menegur dan mengingatkan hamba-hambaNya dengan berbagai cara. Jadi kamu tidak perlu marah atau emosi saat mendapatkan teguran dari seseorang.

Bukalah mata hati dan dengarkan semua nasihat itu dengan bijak. Tahan ego untuk emosi atau melakukan pembelaan diri. Jika memang salah, mengakulah salah dan berusahalah untuk memperbaiki diri. Percayalah, teguran adalah jalan kebaikan untuk dirimu, saat kamu mau belajar dan intropeksi diri. Bahkan hinaan bisa menjadi jalan penggugur dosamu, saat kamu sabar menghadapinya.

Jadi, nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan? Saat semua hal yang kamu peroleh sebenarnya untuk kebaikan dan kebahagiaan dirimu?

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page