5 Tanda Pria Itu Tetap Bisa Menjadi Calon Suami Yang Baik, Meski Dia Duda

  • Bagikan
Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi
Kualitas Pria yang Harus Kamu Nikahi via instagram.com @pon_nawasch

Jodoh dan cinta memang tidak bisa diprediksi akan kamu rasakan pada siapa. Bisa jadi, kamu yang lajang justru menambatkan hati pada pria yang sudah pernah menikah tapi bercerai alias berstatus duda. Meski, status duda atau janda itu tidak buruk. Namun, terkadang muncul pertanyaan atau rasa takut atas kegagalan hubungan di masa lalunya.

Kamu mungkin berpikiran dan mencari tahu alasan perceraiannya? Sampai meragukan apakah dia bisa menjadi imam atau calon suami yang benar-benar terbaik untukmu? Selain itu, sudahkah dia benar-benar move on dari mantan istrinya dan siap lahir batin membangun pernikahan lebih baik denganmu?

Apalagi, jika selain duda, ada anak yang menjadi pengikat hubungan dirinya dengan mantan. Selain kamu harus bersiap untuk menjadi ibu sambung. Rasa takut dia masih berhubungan dengan mantannya juga lebih besar dengan alasan anak di antara mereka.

Nah, untuk membantu kehilangan keraguan dalam hatimu dan lebih memantapkan pilihan hati. Cobalah kenali dan lakukan berbagai pendekatan terlebih dahulu. Dan jika kamu menemukan 5 tanda ini pada pria yang menjadi kekasih hatimu itu. kamu bisa lebih yakin dia akan menjadi calon suami yang baik.

1. Perceraiannya Sudah Terjadi Lebih Dari Dua Tahun

Sebenarnya tidak ada ukuran waktu kapan harus menikah lagi setelah bercerai. Secara agama, lelaki bisa saja langsung menikah saat baru saja bercerai, sedang wanita harus menunggu masa iddah karena takut ada benih di dalam rahimnya.

Baca Rekomendasi :   5 Kriteria Jodoh yang Perlu Kamu Hindari, Agar Tak Menyesal Kelak

Namun, bagaimanapun setiap orang membutuhkan waktu untuk pulih dari kegagalan, memahami apa yang membuat hubungan sebelumnya gagal, dan benar-benar merelakan juga mengikhlaskan masa lalu sepenuhnya. Percayalah, sehebat apapun seseorang, dia tetap butuh waktu.

Nah, idealnya, seseorang baru benar-benar bisa move on setidaknya selama 6 bulan sampai 2 tahun. Jika selama itu, dia menjalin hubungan sehat dengan mantan (jika masih ada anak) dan memang tidak ada keinginan untuk kembali. Kamu baru bisa merasa yakin, jika dia sudah benar-benar move on dari mantannya.

Selain itu, sikap lain yang menunjukkan jika dia sudah move on dan melupakan mantan adalah tidak lagi emosional membicarakan mantan, tidak lagi menjalin komunikasi intens kecuali membahas anak, dan bersikap terbuka denganmu soal masa lalunya maupun keinginan di masa depan nanti.

2. Dia Memahami Kesalahan dan Kegagalannya Di Masa Lalu

Selanjutnya, ketika kamu mencari tahu alasan kegagalan atau perceraian yang terjadi di masa lalunya. Seorang pria baik, tidak akan semata-mata menyalahkan mantannya dan melimpahkan segala kesalahan apalagi sampai membuka aib.

Meski, perpisahan itu nyata terjadi karena mantan istrinya berselingkuh atau melakukan kesalahan fatal. Seorang pria yang baik dan tulus, justru akan berusaha memahami dan intropeksi diri sendiri. Dia akan mengakui kesalahannya, seperti sikapnya yang dulu kurang perhatian, mengabaikan Istri atau apapun yang memicu terjadinya perpisahan.

Baca Rekomendasi :   Bikin Meleleh, Gombalan Ala Anak Santri Ini Penuh Syar'i

Sembari, dia juga akan berusaha untuk meyakinkan kamu jika dia ingin membangun hubungan yang lebih baik denganmu. Seorang pria baik yang pernah gagal, akan mengupayakan supaya hubungan selanjutnya bisa bertahan.

Bukan hanya karena dia mencintaimu, tapi menyadari kesalahannya di masa lalu.  Jadi, jika dia justru menjelek-jelekkan mantan dan membuka aibnya di depanmu. Kamu harus berpikir ulang untuk meneruskan hubungan dengan dirinya.

3. Menjalin Hubungan Yang Wajar Dengan Mantan (Khususnya Saat Sudah Punya Anak)

Jika priamu sudah punya anak dengan mantan istrinya, kamu juga harus mencari tahu apa saja komunikasi yang sering mereka lakukan. Apakah wajar atau di luar batas? Seperti masih suka berkunjung ke rumah mantan istri sampai lupa waktu, tanggungan atau biaya yang diberikan di luar batas wajar dan hal lainnya.

Jika memang kekasihmu dan mantannya bisa menjalin hubungan yang sehat, sudah bisa saling mengikhlaskan satu sama lain dan komunikasi mereka hanya sebatas soal anak juga tumbuh kembangnya. Baru kamu bisa yakin untuk menjalin hubungan serius dengan dirinya. Lebih baik lagi, jika setelah menikah, hubungan dengan mantan dilimpahkan pada dirimu. Jadi sikapnya lebih terbuka dan bisa kamu percaya sepenuhnya.

4. Punya Sikap Bijaksana dan Adil

Bagaimana priamu bersikap bijaksana dan adil soal hubungannya denganmu juga dengan anak dan mantan istrinya, juga bisa menunjukkan apakah dia benar-benar pria yang baik dan mencintai kamu dengan tulus.

Baca Rekomendasi :   7 Tanda Kamu Takut Kesepian Bukan Benar-Benar Jatuh Cinta

Sebab bagaimanapun, dia sudah berkomitmen dan berjanji untuk membahagiakan kamu selama sisa hidupnya. Jadi, tentu saja, kamulah yang menjadi prioritas utamanya kali ini. Semisal,  saat kamu kesulitan menjadi ibu sambung.

Maka dia akan berusaha menengahi dan tidak membela siapapun. Dia pun akan berusaha memberi pemahaman pada putra-putrinya jika kamulah yang menjadi ibu sambung mereka sekarang. Jadi, kamu tidak perlu merasa takut atau memendam perasaan saat belum bisa akrab dengan mereka.

5. Pria Yang Sering Menepati Janjinya

Ciri terakhir pria itu bisa menjadi calon imam kamu yang baik adalah kedewasaannya dalam berpikir dan mengelola emosi. Apalagi, dia pernah gagal dalam menjalin hubungan sebelumnya, seharusnya itu menjadi bekal untuk intropeksi dan menjalin hubungan lebih baik dengan kamu di masa depan.

Nah, jika dia selalu berusaha menjaga komitmen dan menepati janji. Kamu bisa memberikan kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain.

***

Jangan pesimis atau takut menjalani hubungan dengan orang yang berstatus duda atau janda (dengan/tanpa anak). Karena setiap orang bisa saja mengalami kegagalan dalam hubungannya karena berbagai alasan. Terpenting kamu sendiri selalu berusaha menjalin hubungan sehat yang bisa menghargai kamu sebagai pasangan juga partner hidup.

  • Bagikan
2 7

You cannot copy content of this page